Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Mari makan !


__ADS_3

...22😇...


Aelin mematut diri nya di depan cermin, kali ini ia bisa bernafas lega, karna melihat baju normal sudah melekat di tubuh nya.


Baju drees selutut dengan motif kotak- kotak di mana ke dua lengan nya terjulur hingga ke siku.


Terlihat begitu sederhana, namun sangat cantik menempel di tubuh Aelin.


Baju paling jelek pun, pasti akan terlihat indah jika Aelin yang memakai nya. Karna aura kecantikan nya yang sangat kuat membuat apa pun yang di kena kan akan terlihat indah.


Namun sayang, kini hidup nya tak seindah kecantikan nya.


Hidup nya akan di lingkupi oleh air mata, bahkan ia tidak tahu alasan apa yang membuat seorang Davin Arselion sampai menikahi nya.


Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api.


Krrruuukkk...


"Ssshhhh.." Aelin mendesis, saat usus besar nya mulai bernyanyi lagi meminta makan.


"Hei kau apa bisa kamu bawakan aku makanan... Aku sudah sangat lapar. " Cicit Aelin menatap pada pelayan wanita yang sejak tadi merapi kan kasur tidur nya.


Pelayan yang membuat nya sangat kerepotan, karna kesempurnaan tugas di luar nalar yang hampir membuat Aelin ingin terjun dari sebuah menara.


Dari tugas memandi kan diri nya, lalu membantu nya melepas baju yang sudah basah bahkan memakai kan baju yang baru pada tubuh nya.


Tubuh nya saat ini sudah tidak memiliki waktu privat sendiri karna ulah pelayan wanita yang salalu menunjuk kan wajah memelas saat mendapat penolakan dari diri nya.


"Nama saya Maya nona... Nona bisa memanggil nama saya,, tapi maaf makan malam tiba dalam dua menit, dan saya tidak bisa mengantar makanan ke kamar ini nona... Karna semua penghuni rumah harus makan malam di meja makan ...." Sahut pelayan wanita yang bernama Maya, dengan ke dua tangan nya yang masih saja asik merapikan tempat tidur.


Aelin mendengus kesal, mendapat jawaban yang langsung membuat perut nya menangis.


Kasihan sekali perut nya, yang lagi - lagi harus menahan lapar.


"Apa aku harus mati kelaparan di sini..." Seloroh Aelin asal dengan tangan memegangi perut nya.


"Nona tidak akan mati dalam dua menit karna lapar... Jadi mohon nona bersabar sebentar lagi..."


"Nama mu Maya kan, kalau begitu aku ingin tahu tentang diri mu..." Ucap Aelin yang sengaja mencari topik, untuk membuat pikiran kelaparan nya teralih kan.


Mungkin dengan bercerita, sedikit bisa menahan rasa lapar yang sudah mendemo diri nya.


Rumah saja bak istana, giliran makan di atur sesuai dengan jam yang telah di tentu kan sangat kuno. Pikir Aelin memutar bola mata nya jengah. Lalu membalik kan tubuh nya menatap Maya.

__ADS_1


Maya menatap majikan baru nya dengan lekat, tatapan memindai dengan arti yang tidak di ketahui oleh siapa pun.


"Tentang diri ku nona? aku hanya seorang pelayan jadi apa pun tentang diri ku tidak lah penting..." Jawab Maya yang membuat Aelin menatap nya malas.


"Kenapa begitu? bukan kah kamu pelayan ku.. Tentu saja aku berhak tahu tentang mu atau pun latar belakang mu, aku tidak mau di layani oleh wanita tidak jelas seperti mu..."


Maya tersenyum tipis mendengar, ucapan Aelin. Andai gadis kecil ini tahu tentang diri nya. Kira- kira apa pendapat nya? Pikir Maya dengan menduduk kan diri nya di lantai.


"Loh... Loh.. Kenapa duduk di lantai si..." Celetuk Aelin dengan cepat.


"Tidak ,,hanya saja tempat saya memang di sini nona..."


"Aduhhh, kamu naik ke kasur saja... ngak usah duduk di lantai... Aku ini kan tuan mu, jadi turuti perkataan ku..." Tegas Aelin yang sudah sangat sabar menghadapi sikap pelayan nya yang selalu merendah.


"Jangan terlalu patuh dengan aturan di rumah neraka ini.. Kamu dan aku adalah manusia, jadi kita setara... Harta bahkan tahta bukan menjadi tolak ukur harga diri manusia... Jadi cepat berdiri sebelum aku memecat mu menjadi pelayan ku Maya..."


Sudut bibir Maya berkedut mendengar perhatian Aelin. Namun tugas nya bukan untuk bersantai atau pun menerima rasa perhatian dari gadis remaja di hadapan nya.


Maya dengan senyum hambar nya berdiri, lalu kembali berbicara dengan nada berbicara yang di buat seramah mungkin.


"Nona, waktu makan malam telah tiba, silah kan anda menuju meja makan... Bukan kah nona sudah sangat lapar...?" Ujar Maya mengalih kan pembicaraan.


Mendapat berita gembira, Aelin langsung berdiri dengan semangat.


Ia berharap jika malam ini, Davin tidak pulang ke rumah, sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak.


"Baik lah ayo pergi..." Sahut Aelin dengan sedikit kebahagian terlukis di wajah nya.


Hanya mendapat makan setelah merasa kan rasa lapar yang begitu mendera, bisa membuat nya bahagia. Meski diri nya pun tidak tahu derita besar apa yang sedang menunggu nya di depan.


"Mari..." Ucap Maya dengan satu tangan di rentang kan. Sebagai tanda mempersilah kan majikan nya untuk berjalan lebih dulu.


Aelin dengan langkah yang sedikit cepat langsung berjalan di depan Maya, di mana di belakang nya Maya mengekor mengikuti langkah Aelin.


"Setidak nya aku bisa makan, untuk bertahan menghadapi semua ini... Aelin kamu tidak selemah itu... " Batin Aelin yang masih terus saja menyemangati diri nya sendiri.


Di dunia ini ia tidak punya siapa pun, selain Mr. Arkelin.


Dan sekarang ia harus berpisah dari sosok ayah nya yang selalu menemani hari- hari nya.


Jadi sekarang, yang diri nya punya adalah diri nya sendiri. Jadi mensugesti diri dengan suport sistem dari dalam diri sendiri sangat penting untuk diri nya.


Namun langkah Aelin terhenti, karna bingung kemana jalan menuju meja makan.

__ADS_1


Rumah ini sangat besar, bahkan sampai di pasang lift untuk naik ke lantai selanjut nya.


Kamar nya terletak di lantai dasar, sedang kan rumah ini terdiri dari lima lantai.


Jadi tentu saja diri nya tidak tahu, di mana letak meja makan.


Ia sempat berpikir, kenapa bisa seorang pria yang hanya tinggal sendiri, membuat rumah sebesar ini.


Untuk apa ?


Apa hanya untuk di pamer kan saja?.


Orang- orang dengan kekayaan terbanyak memang sangat aneh dan boros.


"Maya, di mana meja makan nya?" Tanya Aelin.


"Meja makan utama ada di lantai dua nona..."


"Meja makan utama?" Kening Aelin berkerut.


"Iya, di rumah ini ada tiga meja makan, pertama meja makan utama yang terletak di lantai dua, meja makan yang biasa di gunakan untuk makan oleh anggota keluarga.. Yang ke dua meja makan yang terletak di lantai tiga , di mana meja makan itu di peruntuk kan untuk para tamu jika ada acara di rumah ini... Lalu meja makan outdor yang terletak di taman..." Jelas Maya panjang kali lebar, yang membuat Aelin menggeleng kan kepala nya tidak percaya dengan segitu banyak nya meja makan di rumah ini dengan fungsi yang berbeda.


...----------------...


...****************...


Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2