
...37🕊...
Bugh...
"Auuuu sorry... Sorry...."
"Arjun...." Lirih Aelin saat melihat orang yang menabrak nya adalah Arjun.
Pria yang selama ini menempati hati nya, sekaligus calon suami masa depan nya.
Arjun Gerald dari keluarga Gerald. Anak pertama yang begitu tampan dan mampu mencuri hati Aelin.
Aelin dan Gerald di jodoh kan oleh ke dua belah pihak keluarga.
Dimana keluarga Gerald adalah pebisnis meski tidak seterkenal keluarga Arselion.
Aelin sangat bahagia, di jodoh kan dengan Arjun meski Arjun tak menyetujui perjodohan antara diri nya dan Aelin.
Aelin dan Arjun mengecam pendidikan di sekolah yang sama namun dengan tingkat kelas yang berbeda.
Arjun menduduki kelas XII sedang kan Aelin menduduki kelas di bawah nya.
Arjun sangat tidak menyukai Aelin meski gadis itu memiliki rupa yang cantik dan otak yang cukup encer, namun hal itu lah yang membuat diri nya merasa terganggu dan sedikit merasa tersaingi.
Karna setiap tahun nya ia harus bekerja dengan sangat keras untuk menduduki papan perinkat teratas di mana nama Aelin selalu bertengker di bawah nama nya.
Ia tidak membenci Aelin, hanya saja karna tuntutan keluarga nya yang menuntut diri nya untuk menjadi yang terbaik dan nomer satu.
Membuat ia tidak bisa mendapat kan masa remaja nya yang hilang karna harus belajar untuk mempertahan kan kedudukan peringkat nya.
Belum lagi saat di rumah, hanya nama Aelin yang selalu di sanding kan dengan nama nya.
Nama yang selalu menjadi acuan untuk memperbanding kan kemampuan nya dengan Aelin.
Serta satu hal lagi yang sangat Arjun tidak sukai, yaitu sikap menempel Aelin yang terus saja merecoki langkah nya.
Aelin selalu mengejar nya, dan bercicit dengan masalah pertunangan mereka yang akan terjadi saat usia nya menginjak 20 tahun.
Arjun tidak mengingin kan hal itu, karna arti nya bukan hanya masa remaja yang di renggut melain kan masa dewasa nya pun di renggut kembali dengan mengatas nama kan sebuah pertunangan.
Ia ingin menjadi burung camar yang bebas, yang bisa memilih langkah kehidupan nya sendiri.
__ADS_1
Bukan kehidupan yang selalu di setir oleh tangan ayah nya.
Ia sangat muak dengan semua ini, sampai pada akhir nya diri nya pernah berdoa supaya hidup Aelin berakhir dan diri nya akan terbebas dari kutukan pertunangan itu.
Seperti biasa, Arjun menatap garang pada Aelin dengan wajah datar bermusuhan yang selalu di tujukan pada gadis cantik di depan nya.
"Kalau punya mata tu di pake, bibir terus nyerocos kek mercon tapi mata jadi buta..." Celoteh sinis Arjun yang selalu merasa ingin marah saat berhadapan dengan Aelin.
Aelin menunduk diam, sungguh ia tidak punya keberanian untuk melawan Arjun. Bahkan untuk mendekati Arjun pun ia sudah tak bisa lagi.
Impian nya untuk bersanding dengan Arjun di masa depan sudah lenyap terbakar menjadi abu. Karna sekarang diri nya bukan gadis single lagi melain kan gadis yang sudah memiliki suami.
Rasa cinta nya yang selama ini di pupuk untuk Arjun, pria pertama yang berhasil mencuri hati nya. Meski selama ini sikap Arjun pada diri nya terkesan begitu kasar.
Bahkan Arjun tidak segan untuk menghina diri nya. Namun dengan keyakinan jika sifat Arjun akan berubah dengan sikap perhatian yang diri nya tunjuk kan akan membuat hati Arjun meleleh dan menerima diri nya. Ia tetap mengejar Arjun meski sudah beberapa kali pria tampan itu mengusir dan mendorong diri nya pergi.
Tapi semua itu tidak akan terjadi lagi, mulai hari ini ia tidak akan lagi mengejar Arjun, karna diri nya benar- benar merasa tidak pantas untuk pria sesempurna Arjun.
"Heh... Arjun lo kok yang marah - marah si... Kan di sini lo yang salah... Ngapain lempar kesalahan lo ke temen gue..." Gertak Lia dengan sarkas, yang berhasil membuyar kan lamunan Aelin.
"Li udah lah..." Sergap Aelin mencoba meredakan kekesalan teman nya, yang langsung naik tensi.
Cinta memang buta tapi cinta bukan berarti harus menerima hinaan bukan?.
"Jika lo mau temen lo yang murahan ini ngak gue salahin, lo ingetin sama dia buat ngak ngejer- ngejer gue terus.. Liat muka nya aja udah buat perut gue mual..." Arjun melayang kan tatapan menghina yang semakin membuat Aelin benar- benar merasa rendah.
Terutama kata murahan yang di semat kan Arjun, benar- benar berhasil mengoyak hati nya bahkan menghancur kan harga diri nya yang memang sudah tinggal kepingan saja.
"Emang ya mata lo emang udah buta.. Aelin yang cant---"
"Aku ngak akan ngejar kamu lagi kok Jun..." Sosor Aelin dengan cepat yang langsung membuat Arjun kaget.
Begitu pula dengan Lia yang melongo tidak percaya dengan kalimat indah yang baru saja keluar dari bibir sahabat nya itu.
Lia sungguh tidak percaya jika akhir nya Aelin mengata kan kata- kata yang tepat. Meski sudah ratusan kali diri nya menyuruh Aelin untuk berhenti mengejar Arjun namun tetap saja Aelin tidak mengubris nya.
Dan kini tidak ada hujan atau badai bahkan petir, Aelin mengucap kan nya dengan begitu serius.
Sementara Arjun bungkam saat mendengar ucapan Aelin yang tidak seperti biasa nya.
Biasa nya Aelin akan tersenyum manis pada nya, dan memuji diri nya.
__ADS_1
Bahkan jika ia melempar kesalahan pada Aelin, gadis itu dengan senang hati akan meminta maaf pada diri nya meski bukan dia yang salah.
Namun sekarang, kenapa kalimat yang tidak pernah diri nya sangka yang keluar dari mulut gadis itu?
Apa benar Aelin akan menjauhi diri nya dan berhenti untuk mengejar nya?
Tapi bukan kah ini yang diri nya ingin kan sejak lama. Jika Aelin berhenti untuk mengejar dan menempeli nya.
Lalu mengapa sudut hati nya sedikit nyilu mendengar perkataan Aelin, yang seharus nya menjadi kebahagian untuk nya.
"Kak Arjun tenang saja, aku tidak akan mengganggu mu lagi, tidak akan merecoki mu lagi... Atau membuat mu kesal dengan kehadiran ku... Kak Arjun bisa pegang kata- kata ku... Dan juga aku akan segera meminta papy untuk memutus kan perjodohan kita...." Jelas Aelin dengan dengan nafas yang tercekat.
Kerongkongan nya bahkan terasa terbakar , ia sangat bersusah payah untuk mengata kan perkataan yang sangat menyakiti hati nya.
Tapi ia harus melakukan ini, karna perjuangan nya untuk Arjun sudah usai. Arjun berhak mendapat kan perempuan yang jauh lebih baik.
Meski perjuangan cinta nya harus kandas sebelum sempat bersemi.
...----------------...
...****************...
Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk...
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
__ADS_1