Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Mencari nya.


__ADS_3

...48🐳...


"Nona... Kau di mana? Ini sudah malam kenapa kau tidak pulang?.. Nyonya sejak tadi menunggu mu pulang.. Bahkan ia marah besar kepada ku karna tidak menemukan mu... Nona pulang lah sekarang... Jika tidak Nyonya akan semakin marah besar...." Seru Maya dengan suara panik dan memelas dari ujung telpon.


Aelin menduduk kan diri nya.


Ia sungguh tidak ingat jika sekarang ia berada di rumah.


Bahkan ia tidak menyadari jika cahaya sore sudah berganti dengan malam.


Belum lagi hujan yang mengguyur deras.


Ia benar- benar larut dalam kesedihan dan kepedihan.


"Baik lah Maya... Aku akan segera pulang... Apa Tuan Davin di rumah?" Tanya Aelin berharap jika pria brengsek itu tidak pulang malam ini. Karna jika tidak pasti pria itu juga akan mencecar nya dengan marah.


"Seperti nya tidak Nona... Tuan tidak pulang sejak sore tadi..."


Aelin mendengus lega, setidak nya setelah ia sampai di rumah ia tidak akan melihat wajah yang sangat di benci nya itu. Batin Aelin yang langsung memutus kan panggilan Maya.


Lalu beranjak dari duduk nya, dan mengambil ransel nya kembali. Lalu berjalan tanpa semangat keluar dari kamar nya.


Blar....


Plar.....


Lagi- lagi suara petir yang bersahutan, membuat Aelin mengerut kan dahi nya.


Hujan benar- benar turun dengan sangat deras.


Kenapa diri nya benar- benar teledor, hingga tidak menyadari waktu.


Ia tidak mungkin pulang kalau hujan seperti ini.


Tapi ia lebih tidak mungkin lagi jika tidak pulang ke rumah Davin.


Apa lagi Maya mengata kan jika mertua nya marah besar karna ia tidak pulang.


Aelin mengedar kan pandangan nya, sebelum ke dua kaki jenjang nya benar- benar melangkah.


Tubuh nya langsung di sapa guyuran hujan yang cukup deras, namun ia terus melangkah.


Lagi pula ini baru pukul sepuluh, yang arti nya masih ada bis terakhir yang akan tiba di halte dekat rumah nya.


Hari ini benar- benar sangat sial bagi diri nya.


Pagi tadi ia harus di hadap kan dengan penghinaan dari sang mertua, lalu bertemu dengan pujaan hati yang tak akan bisa ia gapai, lalu kabar kondisi ayah nya yang terkena serangan jantung. Lalu sekarang telpon dari Maya yang meminta nya untuk pulang.


Ia berharap Maya baik- baik saja, karna pelayan nya itu mengata kan jika dia yang terkena sasaran amukan sang nyonya besar dengan bibir julid itu.


Biar bagaimana pun, ia bukan lah tipe orang yang membiar kan orang lain menanggung kesusahan karna ulah nya.


Untuk itu lah lebih baik ia pulang sekarang.

__ADS_1


Tubuh Aelin gemetar karna kedinginan, guyuran hujan malam ini benar- benar sangat menusuk hingga ke tulang- tulang tubuh nya.


Aelin mendekap tubuh nya, menggosok tubuh nya agar sedikit hangat.


Aelin semakin mempercepat langkah nya, rasa nya tubuh nya akan membeku karna sekarang tubuh nya sudah basah guyup.


Tapi semua rasa dingin ini bukan lah apa- apa di banding kan dengan kesedihan nya karna mendengar kondisi sang ayah.


Bagaimana pun cara nya besok, ia harus menyusul ayah nya dan memastikan kondisi malaikat tak bersayap nya.


Ia tidak bisa hanya terus menangis dan meratapi semua nya.


Saat ini ayah nya sangat membutuh kan diri nya.


"Aku akan menyusul mu papy... Aelin mu akan datang.. Bertahan lah..." Lirih Aelin dengan berlari saat jarak halte bis tidak terlalu jauh.


Bibir Aelin semakin memucat, cuaca malam ini benar- benar buruk.


Tanda- tanda hujan akan reda tidak terlihat, malah langit terlihat semakin gelap.


Aelin melirik arloji di tangan nya.


"Seharua nya bis terakhir sudah sampai... Tapi kenapa belum datang..." Lirih Aelin kini dengan meniup- niup telapak tangan nya yang sudah bergetar dengan hebat.


...----------------...


Mrs. Tissa sedang berdiri di depan jendela kaca, di mana ia bisa langsung melihat gerbang utama yang masih belum menandakan kehadiran sosok yang ia tunggu.


"Dia belum pulang juga, ternyata dia benar- benar perempuan yang tidak tahu aturan... " Celoteh kesal Mrs. Tissa yang benar- benar semakin kesal dengan Aelin.


Tapi sekarang ia yakin, jika gadis itu adalah gadis tidak baik- baik. Bukti nya sampai malam gadis itu masih belum pulang.


Mrs. Tissa menatap layar ponsel nya, lalu memencet nomer Davin.


...----------------...


Davin mengerut kan dahi nya, saat suara ponsel lagi- lagi mengganggu tidur nyenyak nya.


Ia sungguh sangat kesal dengan benda pipih yang selalu saja berbunyi dan menganggu diri nya.


"Persetan dengan benda terkutuk ini..." Dumel Davin dengan meraih kasar ponsel nya yang tergeletak begitu saja di atas ranjang.


"Ck... Untuk apa ibu palsu ini menelpon ku malam- malam..." kesal Davin namun tetap mengangkat telpon dari Mrs. Tissa.


"Hallo...!" Ketus Davin dengan mengatup kan kelopak mata nya yang rasa nya masih sangat berat untuk terbangun.


"Tuan... Aelin belum pulang hingga sekarang. Apa dia bersama dengan mu? Padahal aku sudah menyiap kan kejutan untuk bocah itu..." Jelas Mrs. Tissa panjang kali lebar, dengan menahan nafas nya.


Ia berharap menelpon majikan nya bukan lah suatu kesalahan.


Mata Davin langsung terbuka lebar.


Bagaimana bisa ia melupakan Aelin.

__ADS_1


Davin langsung memutus kan panggilan telpon itu dengan sepihak.


Karna mendengar kabar dokter Nashila yang tiba, membuat diri nya melupakan Aelin.


Dan ternyata gadis kecil itu belum pulang hingga tengah malam seperti ini.


Bagaimana bisa ia melupakan target balas dendam nya.


Apa Aelin ingin kabur dari nya?


Pikir Davin yang langsung mengecek GPS di ponsel nya.


"Ssshhhhh..." Davin mendesis saat melihat titik merah yang menunjuk kan posisi Aelin sudah menghilang.


Di mana itu arti nya ponsel Aelin mati total.


"Brengsek dia mematikan ponsel nya... Kau seperti nya ingin kabur dari ku, tidak akan pernah ku biar kan..." Gumam Davin dengan mata memerah menahan emosi yang tiba- tiba kembali muncul.


Dengan cepat, Davin menyabet jaket nya. Menutupi tubuh polos nya yang hanya memakai celana panjang. Lalu bergegas dengan berlari dan masuk ke dalam mobil.


"Ternyata dia sangat nakal..." Dumel Davin dengan menekan pedal gas mobil dan membelah jalan raya, dengan kondisi hujan lebat.


Ia berharap Aelin masih berada di rumah Mr. Arkelin.


Lihat saja jika Aelin berani kabur dari nya, ia pasti kan gadis kecil itu akan menerima pelajaran dari nya.


Karna tidak ada yang boleh lari dari diri nya.


Dan ia juga tidak akan pernah membiar kan Aelin terlepas dari ikatan dendam nya.


Davin semakin mempercepat laju mobil nya, dengan emosi yang benar- benar ingin meledak karna ulah Aelin


...----------------...


...****************...


hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...


Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2