Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Hinaan pagi buta


__ADS_3

...32🕊...


Malam yang gelap, akhir nya menghilang. Di ganti kan dengan cahaya keemasan sang surya yang begitu menyilau kan.


Awan- awan putih berbaris dengan rapi, mengikuti kemana arah angin menggiring nya.


Kini di kediaman Arselion , tengah duduk tiga orang dengan penghuni baru rumah tersebut, yaitu Aelin sedang duduk pada meja makan super panjang untuk sarapan.


Aelin menatap kesal ke arah Davin, hasrat balas dendam dan kekesalan karna tadi malam, membuat diri nya ingin segera menghilang kan pria tua di hadapan nya dari permukaan bumi.


Sudut bibir Aelin terangkat mencebik, saat tatapan Davin menubruk tatapan nya. Lalu melempar pandangan nya pada Maya yang tengah menjalan kan tugas nya melayani diri nya.


Sedang kan Davin menatap marah dan kesal ke arah Aelin, gadis kecil yang sudah berani memukul nya hingga babak belur tanpa ampun sedikit pun.


Bahkan kini, wajah nya yang tampan ternoda karna bercak kebiruan yang terdapat di mata sebelah kiri Davin.


Belum lagi bahu nya yang di gigit brutal oleh gadis setan kecil itu, saat ia memaksa kan diri untuk tetap tidur di dalam kamar.


Bahkan dengan tanpa rasa kasihan, Aelin menyuruh diri nya tidur di lantai meringkuk seperti anak jalanan.


Pertengkaran tadi malam antara diri nya dan Aelin tadi malam, seperti pertengkaran anak kecil.


Ia bisa saja memukul gadis kecil itu, namun saat ia ingin melakukan nya bayangan janji yang ia buat pada Mr. Arkelin untuk membuat Aelin selalu aman kembali terbayang.


Ia sangat menyesal dan merutuki diri nya, mengapa ia harus memberi kan janji konyol pada sang ayah mertua.


Ke dua sorot mata yang masih saling bertubrukan itu, menyirat kan petir dan badai yang menggelegar, seolah kini ke dua pasang mata itu saling bertarung dengan sengit, hingga membuat mereka tak berkedip sekali pun.


Merasa seperti aura mengeri kan yang sedang membalut atmosfer di sekitar nya, Mrs. Tissa tanpa sengaja tersedak, karna merasa sesak dengan aura mendominasi dari pasangan suami istri yang ada di depan nya.


"Uhukkkk....."


Tatapan tajam Aelin dan Davin langsung terlempar ke arah Mrs. Tissa , yang langsung menelan saliva nya paksa. Saat ke dua tatapan tajam membunuh itu kini menatap nya.


Yang satu memiliki mata tajam bak elang, dan yang satu nya lagi memiliki mata mengeri kan seperti burung hantu.


Mrs. Tissa tersenyum kaku, setidak nya ia harus menjalan kan peran nya sekarang.


Tidak mungkin ia akan memakan gaji buta dari Davin, atau jika tidak kepala nya akan menggelinding di lantai karna di anggap tidak becus menjalan kan tugas.


"Sayang.... Davin ada apa dengan mata mu nak...?" Tanya Mrs. Tissa lembut, bak seorang ibu yang begitu menyayangi putra nya.


Luar biasa, akting Mrs. Tissa benar- benar terlihat alami.

__ADS_1


Tidak salah jika Davin merekrut nya untuk menjadi ibu palsu sekaligus mertua palsu yang akan menjadi neraka seorang menantu.


Davin terhenyak dengan pertanyaan yang langsung membuyar kan aura menyeram kan dari diri nya.


Davin mengerjap dengan menahan rasa kesal yang sudah ingin ia lampias kan pada gadis kecil di depan nya yang sedang menatap nya sinis.


"Ahhhh ini...." Davin memegang mata kiri nya yang membiru karna bekas tinjuan turbo yang di layang kan Aelin, karna mencuri ciuman gadis itu.


"Menantu mu sangat bersemangat bergulat tadi malam, hingga tanpa sengaja mata ku membentur ujung ranjang...." Ujar Davin dengan sindiran sekaligus kalimat berbau kebohongan.


"Cih... pembohong..." Umpat Aelin yang semakin muak dengan kebohongan Davin, pria yang sudah berumur di depan nya benar- benar pembohong handal.


"Apa aku bilang Davin, seharus nya kamu tidak menikahi gadis jalanan seperti dia.. Bahkan luka mu saja tidak di obati oleh nya... Hhhh dia benar- benar tidak tahu di untung karna telah di bawa ke rumah mewah ini oleh mu... Tapi lihat lah tingkah bar- bar nya yang bahkan tidak tahu kewajiban seorang istri..." Ketus Mrs. Tissa dengan ekor mata menatap ke arah Aelin, seolah menyindir Aelin dengan maksud jika Aelin buka istri yang baik.


Aelin menyuap kan sarapan nya, hati nya memang sedikit panas, mendengat sindiran pedas dari sang mertua yang selalu menganggap diri nya benar.


Tapi ia tidak peduli, biar kan saja anjing berkoar- koar dan kafilah berlalu. Pikir Aelin memfokus kan diri nya untuk menyantap sarapan di hadapan nya.


Melihat respon Aelin yang biasa - biasa saja membuat Davin sedikit kesal, bahkan Aelin tidak membantah atau marah mendengar ucapan Mrs. Tissa yang dahsyat mengalah kan turnado.


Davin menatap lembut ke arah Mrs. Tissa, membangun keymisteri dengan ibu palsu nya.


Bersandiwara dengan apik antara ibu dan anak yang saling menyayangi, dan membuat Aelin percaya jika Mrs. Tissa adalah ibu yang sangat di sayangi Davin dan tidak terbantah kan.


"Uhuk...." Aelin langsung tersedak karna ucapan absurd Davin.


Bahkan sarapan yang tadi nya sudah tertelan setengah kerongkongan harus di keluar kan lagi.


Dengan cepat, Maya langsung mendekati Aelin , memberi kan segelas air sembari tangan nya yang lain mengusap punggung Aelin.


"Nona baik- baik saja..?" Tanya Maya.


"Uhukk... Uhuk..."


"Sayang... Minum lah dulu...!" Seru Davin lagi yang sudah tersenyum penuh kemenangan, karna berhasil meruntuh kan sikap tembok Aelin yang pura- pura tidak peduli.


Aelin meraih segelas air dari tangan Maya, lalu meneguk nya dengan perlahan.


Sungguh kata- kata Davin memberi kan efek besar pada diri nya.


Membuat cucu?


Diri nya sangat bersemangat?

__ADS_1


Davin melayang di buat nya?


Kebohongan macam apa itu?.


Bahkan hanya untuk membayang kan nya saja membuat nyawa nya terangkat.


Sungguh pria tua di hadapan nya yang kini menatap nya dengan seringgai devil, memang sangat pandai berbohong.


Hingga Davin mengatakan kebohongan menjijik kan seperti itu.


Padahal tadi malam mereka hanya bertengkar,hingga diri nya membuat pria licik itu terkapar tidur di lantai.


Jika waktu bisa di ulang lagi, ia pasti akan memberi kan tinjuan maut pada mata kanan Davin, sehingga ke dua mata pria itu menghitam seperti panda.


"Cucu? Aku tidak akan sudi mendapat cucu dari nya..." Celetuk sarkas Mrs. Tissa yang langsung menghunus hati Aelin hingga berkeping- keping.


Segitu menjijik kan kah diri nya di mata sang mertua, hingga terus memojok kan diri nya dengan kata- kata pahit yang menghancur kan mental nya.


"Jangan terpengaruh dengan apa yang ia kata kan Aelin... Aku yakin diri ku bisa menghadapi dua siluman buaya ini..." Batin Aelin berusaha meredam emosi nya.


...----------------...


...****************...


Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2