
...111💚...
Aelin memberhenti kan supir yang mengantar nya tepat di depan sebuah minimarket yang tak jauh dari sekolah. Hanya jarak sepuluh meter antara mini market dan sekolah nya.
Ia sengaja turun di sini, karna diri nya tidak ingin menjadi pusat perhatian dari siswa- siswi seperti terakhir kali saat diri nya di antar kan oleh Darren.
Memang kali ini bukan Darren yang mengantar nya. Namun tetap saja mobil yang di pakai nya adalah mobil mahal yang hanya ada sepuluh di dunia.
Diri nya ingin mengguna kan mobil yang biasa- biasa saja.
Namun apa lah daya, semua mobil Davin yang ada di bagasi adalah mobil mahal dan mewah.
"Nona.. Jam berapa anda pulang?... Saya akan tetap di sini sampai anda pulang..." Seru sopir yang umur nya seperti papy Aelin.
"Tidak usah pak.. Bapak pulang saja ke rumah... Nanti saya bisa pulang sendiri..." Jawab Aelin dengan mengedar kan pandangan nya. Takut jika ada siswa atau pun siswi yang melihat nya.
"Tapi nona--"
"Tidak apa- apa pak.. Jangan khawatir..." Sosor Aelin cepat sebelum supir di hadapan nya menyelesai kan kalimat penolakan. Yang pasti nya akan menyita waktu.
Sebelum sekolah semakin ramai, Aelin memutus kan untuk segera masuk dan menyembunyi kan diri nya di dalam kelas.
Ia sengaja datang sepagi ini karna malas bertemu dengan wajah- wajah yang menatap nya penuh sangkaan buruk.
Aelin terus berjalan kaki hingga masuk ke dalam gerbang sekolah. Kepala nya terus menunduk dalam, di mana ia hanya menatap ke dua kaki nya yang berjalan.
Bruk...
Namun langkah Aelin langsung terhenti saat tubuh nya menabrak seseorang.
"Maaf.. Maaf.. Aku tidak sengaja....!" Seru Aelin panik meminta maaf lalu mengangkat wajah nya untuk melihat siapa yang sudah ia tabrak.
Ke dua mata Aelin berubah datar, ternyata orang yang di tabrak nya adalah Arjun mantan tunangan nya.
Mengapa dari sekian banyak nya murid yang bisa ia tabrak kenapa harus Arjun.
Pekik Aelin yang benar- benar tidak ingin berurusan dengan most wanted sekolah ini.
Arjun menatap lekat Aelin, setelah sekian lama akhir nya ia bisa melihat wajah Aelin sang mantan tunangan.
Entah mengapa saat Aelin mulai hilang dari hidup nya. Berhenti mengganggu dan mengejar nya. Diri nya merasa ada yang kurang dan hilang.
Rasa nya hari nya begitu sepi, karna biasa nya ia akan membentak dan meneriaki Aelin. Namun sekarang tidak lagi.
Aelin mengerjit kan kening nya, saat melihat Arjun yang menatap nya dengan lekat.
Seumur- umur baru kali ini Arjun tidak menatap nya penuh kemarahan.
__ADS_1
"Ae---"
"Maaf kak Gue ngak sengaja..." Potong Aelin cepat, lalu berjalan melewati Aelin hampir setengah berlari.
Tangan Arjun yang hendak meraih tangan Aelin, hanya menggantung di udara karna Aelin langsung berlari meninggal kan diri nya.
Arjun sedikit terkejut di buat oleh Aelin. Karna kini Aelin berbicara Lo- Gue pada diri nya. Biasa nya Aelin berbicara begitu lembut dan sopan pada nya. Namun sekarang gadis mantan tunangan nya itu sudah berubah.
Hati Arjun sedikit nyilu, rasa nya ia tidak suka jika Aelin berbicara seperti itu pada nya.
Namun jika ia protes, siapa lah diri nya.?
Diri nya dan Aelin hanya mantan tunangan. Jadi ia sudah tidak memiliki hak untuk protes atau mengata kan jika ia tidak suka.
Pasti Aelin akan merasa jika diri nya kini menyesal karna sudah di tinggal kan.
Arjun menghembus kan nafas nya kasar, lalu menyugar rambut nya.
Aelin terus melangkah dengan cepat, sesekali ia menengok ke belakang memastikan jika Arjun tidak mengejar nya.
Namun seperti nya Arjun tidak mengejar nya karna batang hidung pria itu tidak terlihat di belakang nya.
Aelin menghembus kan nafas nya lega. Karna ia berjalan hampir berlari membuat dada nya naik turun menyetabil kan nafas nya yang memburu.
"Bagus jika dia tidak mengejar ku.. Lagi pula untuk apa dia mengejar ku.. Aku tidak ingin berurusan dengan Arjun... Lebih baik aku menjauh dan menghindar.. Ingat Aelin jika kamu punya Davin..." Gumam Aelin menyadar kan diri nya sendiri, sekaligus mengingat kan jika diri nya adalah istri orang.
Meski harus jujur, sedikit hati nya masih menyimpan rasa pada Arjun. Namun ia akan segera menghempas kan rasa itu dari hati nya.
Tidak mudah mencintai orang selama hampir dua tahun, dan melenyap kan nya dari hati mu seketika.
Butuh waktu dan usaha untuk melenyap kan rasa itu.
Aelin masuk ke dalam kelas nya, ruangan yang tengah ia pijak terlihat sepi dan kosong.
Ternyata diri nya adalah orang pertama yang datang.
Aelin merindukan ruangan ini, tempat di mana diri nya menimba ilmu.
Aelin meletak kan tas nya di dalam rong meja, lalu menduduk kan bokong nya di atas kursi.
Sungguh ia merindu kan semua moment. Apa lagi saat bercanda bersama Lia.
Lia?
Aelin mengkerut kan dahi nya dalam. Selama beberapa hari belakangan. Lia tidak pernah menghubungi diri nya.
Begitu pula sebalik nya. Ia pun tidak pernah menelpon sahabat karib nya itu.
__ADS_1
Namun sungguh bukan diri nya tidak ingin. Hanya saja ia tidak memiliki waktu karna semua masalah yang terjadi.
Waktu terus bergulir dengan cepat, siswa dan siswi mulai masuk ke dalam kelas.
Beberapa murid menyapa Aelin saat melihat gadis yang akhir nya kelihatan saat ujian akhir semester akan di laksana kan.
Bibir Aelin tersenyum lebar, saat melihat Lia bersama seorang pria.
Pria itu mengantar kan Lia hingga di depan pintu kelas, lalu mereka berpisah.
Aelin tersenyum penuh rindu pada Lia, saat ke dua tatapan mereka tertubruk satu sama lain nya.
"Hai.. Li..." Sapa Aelin pada Lia. Namun Lia hanya diam dan menatap Aelin datar.
Lia melangkah melewati bangku tempat Aelin duduk, dan memilih duduk di bangku lain.
Aelin terlihat kecewa dan sedih , mengapa sikap Lia dingin pada nya?
Biasa nya Lia akan menghampiri nya dan mereka akan mengobrol banyak hal.
Namun Lia hanya diam, bahkan saat ia menyapa nya. Lia bersikap acuh seakan diri nya tidak ada di dalam kelas.
Aelin hendak beranjak dari bangku nya, ia ingin menghampiri Lia.
Apa sahabat karib nya itu mempunyai masalah sehingga mengacuh kan diri nya seperti ini ?
Ia baru masuk sekolah lagi, dan ia merindu kan Lia.
Namun belum sempat kaki Aelin melangkah. Guru pengawas masuk ke dalam kelas, membuat Aelin mengurung kan niat nya dan kembali meletak kan bokong nya di atas kursi.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
__ADS_1