
...68🌱...
Antonio merebah kan diri nya di atas sofa, kini ia berada di hotel yang sudah ia pesan untuk tinggal beberapa hari di kota ini. Sampai akhir nya kondisi Mr. Arkelin pulih dan ia bisa segera pulang ke kota kelahiran.
Antonio memijat kening nya yang terasa pening dan berat.
Semua keadaan membuat nya frsutasi. Menuntut otak kecil nya untuk berpikir dengan sangat keras.
Bahkan rasa nya kepala nya ingin meledak dengan kenyataan yang kadang otak kecil nya tak bisa terima.
Antonio terus memeras otak nya untuk berpikir, menemukan solusi untuk masalah dan Dilema yang sedang ia rasa kan.
Di tempat kan di posisi yang serba sulit sungguh sama sekali tidak mengenak kan.
Serasa masalah sedang menggerogoti kehidupan nya sedikit demi sedikit.
Menampak kan sebuah kenyataan dengan jawaban jika masa depan yang ia nanti bersama seorang gadis, kini harus ia telan bulat- bulat karna gadis itu kini menjadi madu dari kakak nya.
Kenapa semua kerumitan ini terjadi pada nya?
Teriak nya dalam hati dengan wajah penuh beban.
Antonio mengerjap kan ke dua mata nya beberapa kali, mengucek ke dua mata nya untuk terbuka.
Sejak kemarin ia tak bisa tidur dengan nyenyak, meski ke dua mata nya begitu berat dan mendamba untuk tidur namun sayang otak nya sama sekali tidak tidur sedikit pun.
Antonio mengambil ponsel di dalam saku celananya.
Menatap layar ponsel yang sedang menyala di mana tertulis nama kontak Papa.
Harus kah ia kembali sekarang?
Dan menerima semua tuntutan sang ayah yang mengingin kan diri nya menjadi ketua bandar narkoba.?
Harus kan ia menurut saja?
Sungguh bahkan ia tidak bisa membayang kan bergabung bersama bisnis gelap seperti itu.
"Tapi aku harus kembali pada pria tua itu, untuk menguak semua kebenaran yang sebenar nya terjadi... Tapi apa aku sanggup?. Ck.. Kenapa takdir harus memilih diri ku untuk menjalani jalan takdir serumit ini.." Decak kesal Antonio yang kini benar- benar meringkuk dalam jurang kebingungan.
Antonio menggeleng kan kepala nya perlahan, dengan pikiran yang mencoba untuk mengambil satu keputusan yang pasti nya akan merubah seluruh hidup nya.
Memaksa hati nya untuk memantap kan dan membangun tekad yang kuat untuk menjalani keputusan yang akan diri nya ambil.
"Tidak ada yang tersisa..!" Gumam Antonio yang langsung memencet kontak sang ayah.
Tak butuh beberapa detik, panggilan Antonio langsung tersambung.
__ADS_1
"Ooohhhh my son,, Akhir nya kamu menelpon ku Antonio, kau tahu papa mu ini sudah setengah dekade menunggu telpon mu ini..." Seru suara bariton serak dari ujung telpon.
Antonio tak menampik jika diri nya sedikit merindukan suara ayah nya, meski ia juga kesal karna terus di tuntut untuk menerima kekuasan di bawah dunia gelap.
Antonio menghembus kan nafas nya perlahan, mendengar suara penuh kerinduan dari ayah nya.
"Hallo pa... Bisakah papa jangan bersikap seolah aku masih menjadi anak kecil..." Seloroh Antonio yang sedikit tidak suka di panggil dengan my son.
"Baik lah My,, ah maksud ku Antonio apa kamu menelpon papa mu yang sudah hampir sekarat ini untuk mengata kan jika kamu sudah siap untuk mengganti kan aku...?" Nada bicara sang ayah mulai melunak dan terdengar begitu serius.
Antonio mengetuk- ngetuk kening nya dengan telunjuk tangan nya.
Menyakin kan diri nya jika langkah yang akan di ambil nya adalah langkah yang benar.
Ia berharap keputusan yang akan dia ambil adalah keputusan terbaik dan tepat.
Antonio menarik nafas nya dalam.
"Aku bersedia mengganti kan papa...." Jawab Antonio dengan nada sumbang.
Sementara di ujung telpon, sang ayah tuan Alexxander Arselion langsung melompat dari tempat tidur nya.
Bahkan sampai menari- nari tidak karuan karna saking senang nya.
Akhir nya setelah sekian lama, sang putra satu- satu nya dalam bagan keturunan nya akhir nya bersedia menerima kedudukan nya sebagai kepala bisnis bandar narkoba.
Tuan Alexxander mengontrol rasa senang nya yang sedang meluap- luap.
"Cepat lah pulang Antonio, kita akan segera melakukan penyerahan kekuasan papa pada mu... Papa sudah mengira jika kau pasti akan menerima dan menuruti keputusan papa.. Dan lihat akhir nya pria tua yang sudah hampir mati ini bisa menikmati masa tua nya dengan duduk di bangku panjang sembari menikmati langit yang biru..." Ujar Tuan Alexxander dengan wajah sumringah penuh kebahagian.
Akhir nya ia bisa menikmati masa tua nya, dan melepas kan kekangan dunia yang selalu menuntut kekuasaan.
Akhir nya ia juga bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus memikir kan bisnis nya yang selalu di incar oleh banyak musuh.
Dan akhir nya ia bisa bernafas dengan lega.
"Tapi aku akan mengganti kan papa dengan satu syarat..." Cicit Antonio lagi yang langsung membuat wajah Tuan Alexxander berubah pias.
"Syarat?"
"Iya pa... Aku akan mengganti kan posisi papa, asal identitas ku di sembunyi kan... Aku ingin hanya pihak terkait yang mengetahui jika aku menerima kekuasan papa... Tapi aku tidak ingin orang lain sampai tahu idenditas asli Antonio Arselion... Apa papa bisa menjamin hal itu?"
Tuan Alexxander mengerut kan dahi nya dalam, mendengar persyaratan yang di minta oleh Antonio.
Jika begini mana bisa ia mengata kan dengan bangga jika putra nya akan mengganti kan diri nya di hadapan semua tamu yang akan diri nya undang untuk menghadiri pesta penobatan Antonio.
Tapi jika ia menolak, itu arti nya impian diri nya menikmati masa tua dengan duduk di bangku panjang sembari melihat langit biru akan kandas seketika.
__ADS_1
Apa yang harus ia lakukan?
Pekik Tuan Alexxander yang benar- benar bingung.
"Antonio syarat macam apa itu? menyembunyi kan identitas ? bagaimana bisa itu terjadi..?" Cecar Tuan Alexxander dengan nada bicara yang tidak setuju.
Mengerti dan bisa membaca pikiran sang ayah, Antonio menghembus kan nafas nya kasar.
"Pasti pria tua ini ingin mengada kan pesta besar- besaran untuk acara penobatan.. Huhhhh dasar pria tua narsis..." Rutuk Antonio mengumpat di dalam hati.
"Papa tinggal memakai tokoh pengganti saja pa saat acara penobatan terjadi... Aku hanya ingin wajah ku yang di sembunyi kan... Untuk nama dan data pribadi ku itu tidak perlu...." Seru Antonio dengan nada lemas.
Tuan Alexxander langsung berbinar, seolah menemukan mata air di tengah padang pasir.
Ide yang tidak buruk, tapi tetap saja ia merasa kecewa.
Tapi jika ia tidak menuruti keinginan putra nya. Maka Antonio pasti akan kabur dari nya.
"Baik lah... Ide busuk mu papa terima... Papa akan segera mengabari kapan penobatan mu akan di selenggarakan..." Ujar Tuan Alexxander dengan nada senang menggebu- gebu.
Tut..
Lalu menutup panggilan telpon, setelah kesepakatan yang berakhir dengan keinginan nya yang terjadi meski ada embel- embel menyembunyi kan identitas.
...----------------...
...****************...
hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...
Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙