
...133💚...
Arjun berjalan mendekat ke arah Aelin membuat sorot mata langsung menajam kan tatapan mereka.
"Setelah sekian lama tidak muncul.. Ternyata kita bertemu lagi Aelin..." Celetuk Arjun yang menatap Aelin penuh kerinduan.
Ia sangat merindu kan saat- saat Aelin merenggek manja kepada nya.
Ia rindu melihat wajah cantik Aelin yang selalu tersenyum dengan manis untuk diri nya.
Ia rindu di buntuti oleh Aelin.
"Untuk apa Arjun menyapa ku? Dan tatapan nya itu? kenapa dia menatap ku seperti itu?" Batin Aelin yang merasa aneh dengan tatapan Arjun yang sangat berbeda seperti biasa nya.
Biasa nya mata Arjun akan melotot lebar pada nya tapi sekarang tatapan itu terlihat begitu teduh dan nyaman.
Biasa nya Arjun tidak akan mengajak nya bicara, tapi sekarang Arjun sendiri yang menyapa diri nya.
Harus kah ia senang dengan perubahan sikap Arjun?
Tapi tidak.
Aelin menggeleng kan kepala nya pelan, menyingkir kan perasaan nya pada Arjun yang sudah susah payah ia bunuh. Meski kini masih tertinggal sedikit.
Tapi tidak, ia sudah memiliki Davin yang lebih dari segala nya dari Arjun.
Ia tidak ingin menukar batu berlian dengan batu kali.
"Iya.. Kita bertemu lagi..." Aelin mengangkat wajah nya menatap wajah Arjun dengan tatapan dingin dan datar.
"Selamat untuk mu karna sekarang kamu sudah menemukan pasangan yang kamu ingin kan..." Aelin mengucap kan ucapan selamat dengan wajah tulus dan begitu senang.
Sementara wajah Arjun seketika berubah pias, mendengar ucapan selamat Aelin untuk nya.
Di mata gadis itu tidak ada kesedihan atau kemarahan.
Seharus nya Aelin marah dan mencecar nya dengan pertanyaan - pertanyaan tapi mengapa Aelin begitu acuh.
Apa semua ini tidak mempengaruhi gadis yang sudah dua tahun ini mengejar nya?
Pikir Arjun semakin menatap lekat ke dua bola mata Aelin.
"Apa kamu tidak cemburu sedikit pun..?" Tanya Arjun dengan tatapan nya yang menajam.
Sebelah alis Aelin terangkat mendengar pertanyaan Arjun yang bagi nya sedikit tidak nyaman.
__ADS_1
"Kenapa aku harus cemburu?" Jawab Aelin dengan mengendik kan bahu nya.
"Mungkin aku memang mencintai mu dan mengejar mu selama dua tahun ini... Tapi sekarang semua nya sudah berubah... Tuhan bisa membolak balik kan hati seseorang dengan sangat cepat, seperti membolak balik kan telapak tangan... Anggap saja hati ku seperti itu... Sudah cukup aku mengejar mu dan cinta mu selama dua tahun... " Lanjut Aelin yang mengerti arah kemana tujuan pembicaraan Arjun.
Meski dalam hati ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Arjun terdiam mendengar ucapan Aelin. Ada rasa sakit yang tengah ia rasa kan dalam hati nya.
Rasa sakit tidak terima , dan rasa sakit di patah kan.
Yaya yang melihat Arjun bertanya seperti itu pada Aelin yang terkesan jika Arjun ingin mengorek isi hati Aelin.
"Arjun.. Kamu ini kenapa bertanya seperti itu pada gadis ****** itu.. Seharus nya kamu menghukum nya karna sudah memukul pacar mu..." Sentak Yaya yang tidak terima.
Ia ingin Arjun menghukum Aelin, hal itu akan menunjuk kan di mana posisi Aelin gadis yang benar- benar sangat ia benci.
"Apa ini yang kamu sebut dengan mencintai ku Aelin.. Setiap hari dan berulang kali kamu mengata kan jika hanya aku yang kamu cintai.. Tapi sekarang kamu mengata kan jika kamu tidak lagi mencintai ku... Waooo kamu sangat hebat Aelin.. Aku merasa senang karna aku tidak sampai terjerat dalam kata- kata cinta mu yang bulshit itu.. Ohhh Aku mengerti sekarang.. Kamu mendekati dan mengejar ku karna kamu ingin menjadi populer kan di sekolah ini.. Ckkk... ternyata kamu sangat menjijik kan..." Ucap Arjun yang sama sekali tidak memperdulikan renggekan Yaya di samping nya.
Hati nya sedang sangat sakit sekarang, saat mendengar kenyataan jika Aelin tidak lagi mencintai nya.
Rasa nya ia tidak terima.
Aelin mengeram semakin marah, setelah sekian lama baru sekarang Arjun mempertanya kan cinta nya.
Bukan kah selama ini dia sama sekali tidak peduli.
"Aku sudah mengejar mu selama dua tahun, ku tekan kan pada mu aku sudah mengejar mu selama dua tahun... Tapi kamu bukan nya tidak perduli dengan perasaan ku? Lalu kenapa kamu sangat peduli pada perasaan ku pada mu sekarang ? Seharus nya kamu merasa senang karna sekarang gadis yang terus membuntuti mu sudah menyerah dan tidak mengejar mu kembali... Lalu kenapa kamu sekarang mempertanya kan cinta ku...? Bagi ku sudah cukup aku mencintai mu selama dua tahun. Waktu dua tahun itu sudah cukup menjadi saksi perjuangan ku Arjun.. Dan sekarang masa mu sudah berakhir bagi ku... Lembaran mu sudah ku tutup rapat- rapat.. Lebih baik kamu fokus dengan kekasih mu itu.. Kamu tidak perlu peduli tentang cinta masa lalu ku yang sudah karam sebelum berlayar..."
Setelah mengata kan apa yang ada di dalam hati nya, Aelin segera beranjak pergi.
Entah mengapa wajah Arjun yang tampan tampak memuak kan di mata nya.
Arjun mengepal kan tangan nya erat, di mana gigi- gigi nya bergemelatuk saling bergesekan.
Prok...
Prok...
Prok..
Lia bertepuk tangan di depan wajah Arjun. Ia memang sangat membenci pria di hadapan nya itu.
Pria yang selalu membuat sahabat nya menangis. Tapi sekarang ia benar- benar puas melihat wajah marah Arjun yang tertahan karna ucapan Aelin.
Ia juga merasa heran kenapa baru sekarang Arjun menyinggung masalah perasaaan Aelin.
__ADS_1
Bukan kah selama dua tahun ini pria itu sama sekali tidak peduli?
Lia menatap Arjun dengan tatapan mengejek.
"Apa sekarang lo nyesel Jun karna Aelin udah ngak lagi ngejer- ngejer lo..?"
"Ehhh Li tutup mulut lo...!" Bentak Yaya yang sudah sangat kesal dengan mulut Lia yang benar- benar beracun.
Sementara Lia menjulur kan lidah nya meledek Yaya.
"Asal lo tahu ya Jun.. Meski pun sekarang lo nyesel atas perbuatan lo dulu.. Tapi semua nya udah ngak berguna Jun.. Lo jangan pernah ganggu Aelin lagi, karna udah ada cowok yang lebih segala nya dari lo yang bisa jaga Aelin dan buat Aelin bahagia..."
Deg...
Pria lain ?
Apa itu alasan nya Aelin berhenti mengejar nya. Karna Aelin sudah menemukan pria lain.
Cih, menjijik kan.
Dia berkata hanya diri nya satu- satu nya pria yang di cintai oleh gadis itu. Tapi ternyata dia tidak lebih dari gadis murahan yang selalu berbicara cinta pada setiap pria.
"Dasar murahan..." Batin Arjun di mana wajah nya semakin memerah padam.
Rasa nya hati nya terbakar habis mendengar jika Aelin sudah memiliki pria lain.
Arjun segera melangkah pergi dengan marah.
Ia tidak peduli dengan panggilan Yaya yang terus berteriak memanggil nama nya.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙