Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Pertempuran


__ADS_3

...31🕊...


"Dasar pria mesum...!!!!" Teriak Aelin spontan dengan menendang tubuh Davin hingga terpental ke pinggiran kasur.


"Aaauuuuuu...." Pekik Davin memegangi dada nya yang terasa nyeri.


Sial, diri nya terkena pukulan keras sebanyak dua kali dari gadis mungil yang kini menatap nya dengan sangar.


"Berani sekali kamu mencium ku...! Rasa kan ini...!"


Bugh...


"Aaaaaaaaaa...." Ringgis Davin lagi, saat mata nya berhasil terkena oleh bogem mentah Aelin.


Rasa nya mata kiri nya masuk ke dalam kepala nya karna saking keras nya pukulan tinju Aelin.


Ia tidak mengira akan jadi korban di sini, korban kekerasan rumah tangga karna mencium istri nya sendiri.


Davin melipat bibir nya dalam.


"Apa- apan ini... Kenapa aku menjadi babak belur begini..." Ringgis Davin dengan ke dua tangan memegangi dada dan mata kiri nya.


"Dasar pria cabul, hanya bisa memanfaat kan ku di saat aku tidur... Kali ini aku akan membuat leher mu patah...!!" Teriak Aelin dengan menggebu- ngebu, bahkan ke dua mata nya menatap bengis pada Davin yang sedang meringkuk di hadapan nya.


Dengan kemarahan dan kebencian yang menggebu- ngebu Aelin memasang ancang- ancang untuk membuat leher Davin patah. Namun segera terhenti saat tangan Davin mencengkram tangan kecil Aelin hingga berhenti di udara.


"Henti kan... Aku ini suami mu...." Pekik Davin dengan bibir mencebik menahan sakit di area mata nya.


Ia dapat memasti kan jika kini pasti mata sebelah kiri nya menghitam karna pukulan Aelin.


Ternyata meski tubuh gadis ini kecil, tapi tenaga nya tidak kalah besar.


"Suami...? Cih aku tidak akan pernah mau mempunyai suami mesum seperti mu!!!" Sarkas Aelin bahkan kini air liur nya muncrat ke wajah Davin.


"Menjijik kan..." Lirih Davin saat wajah nya terkena semburan lava bening , yang rasa nya sudah memenuhi wajah tampan dan berkarisma milik nya.


"Henti kan Aelin....!!!" Gertak Davin, yang dengan satu dorongan membuat tubuh Aelin kini berada di bawah posisi nya.


Ke dua tangan Aelin di tahan di samping tubuh gadis itu, dengan posisi Davin yang berada di atas tubuh Aelin.


Deru nafas Davin terdengar tak beraturan, menghadapi singa betina yang terganggu tidur nya sungguh sedikit membuat nya kewalahan.


Bermaksud ingin membuat gadis ini ketakutan dan kambuh dalam trauma nya, namun malah diri nya yang babak belur karna pukulan - pukulan turbo gadis yang saat ini berada di bawah kunkungan nya.

__ADS_1


"Lepas kan aku om...!" Pekik Aelin dengan gigi yang begemelatuk saling bergesekan.


Tubuh nya terus memberontak untuk melepas kan diri dari kunkungan Davin.


Ia tidak akan lagi membiar kan Davin menyentuh tubuh nya lagi.


Takut, dan trauma karna malam itu tentu saja masih bersisa meninggal kan luka yang sangat dalam yang sampai kapan pun tak akan pernah sembuh.


Saat melihat bibir nya di cium paksa oleh Davin, tubuh nya langsung menegang. Memori ingatan nya melayang pada malam itu.


Namun jika diri nya takut dan menunjukkan kelemahan nya di depan Davin, pasti Davin akan menganggap diri nya lemah dan akan berbuat semena- mena pada diri nya.


Entah keberanian apa yang merasuki Aelin, mungkin luka yang masih menganga dengan ketakutan yang cukup besar menjadi energi diri nya untuk menunjukkan taring amarah pada Davin.


Ia sudah bertekad akan menjadi kuat, dan semua rasa benci, amarah , dan dendam ini akan menjadi amunisi untuk diri nya menjadi Aelin yang tangguh dan kuat.


"Dengar... Jangan memberontak....!!!" Ujar Davin dengan suara lembut yang mendayu, dengan ke dua netra yang menembus mata indah Aelin.


"Kenapa? Om sudah berani menyentuh ku lagi... Apa om hanya bisa memanfaat kan seseorang saat mereka tertidur?.. Om adalah pria bajingan..." Sarkas Aelin dengan tatapan menjijik kan. Yang mampu memgoyak hati dan harga diri Davin.


Mulut gadis di depan nya ternyata sangat beracun, bahkan dengan mulus melukai ego dan harga diri nya.


Ke dua mata nya melebar dengan sorot tatapan yang menajam. Seolah mengata kan jika ia ingin membunuh gadis di depan nya.


"Jangan menantang ku Aelin, apa kamu lupa akan malam indah kita..." Smirk devil terbentuk di bibir Davin, dengan tatapan nya yang turun pada bagian dada Aelin yang saat ini turun naik dengan tidak beraturan.


Glek...


Aelin menelan saliva nya paksa, saat melihat ekspresi memangsa Davin yang sungguh membuat diri nya jijik dengan pria itu.


Bagaimana bisa dalam takdir hidup nya ia di pertemukan dengan pria cabul ini. Bahkan kini pria brengsek itu sudah menjadi suami nya.


Ia tidak peduli jika diri nya di kata kan istri durhaka karna menolak kewajiban seorang istri.


Namun sungguh tubuh nya akan benar- benar terasa sakit saat mendapat kan sentuhan asing dari orang lain.


Sentuhan yang membuat nya tenggelam dalam trauma dan membelengu diri nya dalam kecurigaan dan ketakutan.


Ia tidak akan membiar kan untuk ke dua kali nya Davin menyentuh diri nya. Dan itu adalah keputusan final.


"Jika om menganggap aku lemah... Maka om salah...."


Bugh...

__ADS_1


Satu tendangan dari kaki Aelin yang berada di bawah ke dua kaki Davin yang melebar, melesat mengenai pertengahan ************ Davin.


Membuat sesuatu yang bersembunyi di antara ke dua kaki Davin meledak kesakitan dengan nyeri yang terasa hingga ke ujung rambut nya.


"Aaaaaahhhhhssssssss. ... Sialan...." Umpat Davin spontan mengangkat tubuh nya. Dengan tangan nya langsung memegang area terlarang.


Dengan gerakan cepat, Aelin bangkit dan melepas kan diri dari cengkraman Davin.


"Rasa kan... Tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan pada ku... Pria tua..." Umpat Aelin dalam hati dengan senyum kemenangan menghiasi bibir nya, melihat saat ini Davin meringgis kesakitan.


"Jangan coba- coba menyentuh ku lagi.. Jika tidak aku pasti kan benda keramat mu itu di rebus di dapur..." Ancam Aelin mengeri kan dengan menunduk kan diri nya di sofa.


Davin terbelalak mendengar ancaman mengeri kan Aelin, ia menelan saliva nya kasar dengan rasa nyeri yang semakin menjadi- jadi. Saat bayangan benda keramat nya di rebus di dalam panci.


Astaga ternyata wanita yang di nikahi nya adalah seorang setan kecil. Pekik Davin mengontrol rasa sakit yang masih menyerbu tubuh nya.


...----------------...


Malam yang gelap, akhir nya menghilang. Di ganti kan dengan cahaya keemasan sang surya yang begitu menyilau kan.


Awan- awan putih berbaris dengan rapi, mengikuti kemana arah angin menggiring nya.


...----------------...


...****************...


Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2