
...40🕊...
Aelin menatap jauh ke arah jalanan yang masih begitu ramai di guna kan oleh pengendara.
Suara deruan motor dan mobil dengan pemandangan kendaraan yang berlalu lalang di depan nya memang sedikit membuat lamunan Aelin terhanyut.
Akhir- akhir ini diri nya sering sekali melamun, di mana ia duduk maka pikiran nya akan berkelana. Mengasihi nasib nya yang sial dan tak beruntung.
Yah, kini diri nya sedang duduk di halte bis, tentu saja untuk menunggu bis untuk pulang.
Waktu bergulir dengan begitu cepat bahkan tanpa ia sadari jam sekolah telah usai.
Tadi nya Lia menawar kan tumpangan pada diri nya, namun dengan keras ia menolak ajakan Lia.
Karna Aelin tahu jika ia sampai ikut bersama Lia, pasti gadis itu akan mencecar nya dengan pertanyaan - pertanyaan yang akan membuat kepala nya semakin pusing.
Karna biasa nya Lia selalu melihat diri nya di antar jemput oleh supir pribadi yang di tugas kan ayah nya.
Tapi kali ini, ia harus pulang sendiri dengan mengandal kan angkutan umum.
Belum lagi, setiap beberapa menit Lia selalu bertanya apa diri nya baik- baik saja, mengapa ia melamun, dan pertanyaan yang paling menusuk adalah mengapa diri nya berubah murung.
Satu hari sekolah dengan semua yang sudah berubah, membuat Aelin sedikit lelah dan letih, karna harus terus mengelak dan memberi tahu kan kebohongan untuk menutupi kebenaran pahit yang saat ini menjadi hidup nya.
Tapi apa lah daya nya, ia harus melakukan hal itu. Karna ia tidak ingin semua teman- teman nya dan juga seluruh murid mengetahui identitas nya.
Tinggal satu tahun lagi, pasti ia bisa berbohong dalam satu tahun itu.
Berpura- pura bersandiwara jika diri nya baik- baik saja.
Dan bersandiwara menjadi gadis yang selalu bahagia.
Menyembunyi kan trauma dan luka nya dalam- dalam.
"Kok bis nya belum dateng sampe sekarang sih? padahal udah mau sore juga..." Gumam Aelin sambil melihat arloji nya yang terus berputar menghitung waktu.
Namun tiba- tiba sebuah mobil mewah dengan warna nyentrik tiba- tiba berhenti di depan halte.
Aelin berdecak kesal saat melihat mobil yang sangat familiar bahkan sangat membuat nya muak.
Di mana di dalam nya terdapat tiga orang gadis yang selalu mengusili nya di sekolah.
Kaca jendela mobil di depan nya terbuka, menampil kan tiga wajah yang menatap Aelin dengan tatapan merendah kan dan mengejek.
Tiga gadis dengan riasan cukup tebal, serta aksesoris yang terlihat terpasang di seluruh tubuh mereka, persis seperti toko aksesoris berjalan.
__ADS_1
"Woiiii Aelin kemana mobil mewah tadi pagi..?" Seru salah satu dari mereka, yang sedang duduk di kursi kemudi yang tak lain adalah Yaya, nama sebenar nya adalah Yanti tapi ia paling tidak suka di panggil dengan nama asli nya karna terlalu kampungan. Hingga ia membuat semua orang memanggil nya Yaya. Di mana Yaya adalah ketua atau kepala dari dua antek- antek yang tak kalah menyebal kan.
"Ngak di jemput sama sugar dady nya Lin..?" Tambah Kelly sang kompor tungku.
"Kasihan ya.. udah di mainin terus di buang.." Seru Nensi mulud julid dan judes.
Aelin memegang erat kursi yang tengah di duduki nya, ingin rasa nya ia menyobek ke tiga mulut jahannam di depan nya.
Mereka bertiga selalu saja mengganggu nya, selalu membully dan bahkan menyiksa nya.
Namun Aelin tidak pernah menanggapi hal itu karna mereka semua hanya merasa iri terhadap kecantikan diri nya.
Apa lagi saat kabar jika ia dan Arjun di jodoh kan, Yaya bahkan dengan terang- terangan mempermalukan diri nya di depan umum.
Tapi Aelin masih tetap diam, karna ia tahu Yaya melakukan semua itu karna dia menyukai Arjun.
Siapa yang bisa menghenti kan hati seseorang untuk menyukai orang lain.
Bahkan Aelin tidak memiliki hak untuk melarang hati Yaya untuk menyukai Arjun.
"Dasar lemah.. udah lemah ngak bisa apa - apa... Butuh tumpangan ngak lin.. Kita bertiga bisa antar kamu ke rumah bordil tahu...." Seru Yaya lagi yang semakin asik mengatai Aelin yang terus terdiam.
"Ha... Ha... Ha..." Nensi dan Kelly langsung tertawa.
"Udah lah ngapain sih ganggu dia mending kita pulang..." Ujar Nensi dengan nada menyentak.
Aelin mengigit bibir bawah nya. Rasa nya ucapan hinaan dari tiga Bad Girl tersebut, seperti sebuah belati tajam yang di asah ribuan abad.
Sangat menyakit kan.
Di mata mereka diri nya selalu rendah dan menjijik kan.
Tapi hingga detik ini ia masih diam dan mendengar semua hinaan yang kini mungkin sebagian apa yang di kata kan mereka adalah benar.
Cittt....
Decitan ban dengan aspal yang beradu menimbulkan suara nyaring, membuat lamunan Aelin buyar seketika.
Karna terus melamun, ia sampai tidak tahu sudah berapa lama diri nya duduk di tempat sepi ini.
Tapi akhir nya penantian nya terbayar, karna kini bis yang di tunggu nya dalam diam akhir nya tiba.
"Akhir nya... Setidak nya aku masih sedikit memiliki keberuntungan." Lirih Aelin yang langsung naik ke dalam bis. Dan merebah kan bokong nya pada kursi, di mana kini ia duduk di kursi terakhir , di mana tidak ada orang.
Aelin merogoh saku nya mengeluar kan handset lalu menghubung kan nya pada ponsel nya.
__ADS_1
Memutar lagu favorit untuk membuat nya rileks dan setidak nya bisa membuat diri nya melupakan perkataan hina dari tiga Bad Girl.
Sekarang tujuan nya adalah pulang ke rumah sang ayah.
Ke rumah di mana kenangan indah nya berkumpul.
Dari tempat diri nya lahir ke dunia ini dan juga menjadi tempat ternyaman untuk nya.
Namun alasan nya kali ini untuk pulang adalah untuk menemui sang ayah, meminta sang ayah untuk memutus kan perjodohan antara diri nya dan Arjun.
Ia tidak ingin lagi menunda hal itu, ia hanya ingin lepas dari semua hubungan dan bersembunyi dalam sepi.
Aelin menyender kan kepala nya di kaca bis, lalu memejam kan ke dua mata nya.
Ia sudah sangat lelah menghadapi semua nya.
Menghadapi suami brengsek nya dengan otak mesum.
Lalu menghadapi sang mertua julid yang benar- benar membuat diri nya harus menghabis kan banyak energi untuk memguat kan mental nya.
Belum lagi ia harus melawan pikiran nya yang benar- benar membuat diri nya merasa adalah manusia paling menyedih kan di dunia ini.
Ingin rasa nya ia menghilang detik ini juga.
...----------------...
...****************...
hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...
Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙