
...140💚...
Antonio menghempas kan cengkraman tangan Davin dari lengan nya.
Lalu menatap penuh kebencian pada pria yang berada di hadapan nya.
"Apa maksud mu Antonio? Apa kau ingin menentang ku dengan merebut rekan bisnis ku..?" Cecar Davin dengan nada bicara nya yang di tekan. Bahkan ia mengeluar kan aura membunuh.
Tapi Antonio sama sekali tidak gentar, bahkan ia membalas tatapan tajam Davin pada nya.
Terlihat dengan jelas, aura kebencian dan kemarahan yang menguar dari ke dua tatapan yang saling mengintimidasi satu sama lain nya.
Seperti ada aliran petir yang saling menubruk dan mencoba mengalah kan satu sama lain nya.
"Yah, aku ingin menantang mu bahkan ingin menghancur mu Davin..." Geram Antonio.
Davin langsung mencengkram keras kemeja Antonio .
Di mana tatapan nya semakin nyalang.
"Apa untuk hal itu kamu membongkar siapa diri mu?"
"Yah, aku tidak perlu bersembunyi lagi.. Karna sudah saat nya aku muncul.. Dan memang kemunculan ku karna ingin menghancur kan mu.. Hingga kamu tidak memiliki lagi rasa sombong dan keangkuhan lagi yang benar- benar membuat ku muak..."
Antonio menepis tangan Davin yang mencengkram kerah kemeja nya. Sementara jari telunjuk nya sudah berada di depan wajah kakak ipar nya.
Ia tidak peduli jika di sebut sebagai adik ipar yang kurang ajar.
Karna bagi nya pria bajingan seperti Davin memang pantas di perlakukan seperti itu.
Apa yang di tanya kan Davin memang benar. Ia sudah muncul mengguna kan wajah dan identitas asli nya sebagai penerus perusahaan Glamer.
Saingan perusahaan Davin. Awal nya memang Antonio menyembunyi kan identitas nya. Namun kini ia tidak perlu melakukan hal itu karna ia sudah menemukan sebuah kebenaran di mana ia akan segera merampas Aelin dari tangan Davin.
Selama berbulan- bulan ia terus menyelidiki kasus kecelakaan Syaila hingga akhir nya ia mendapat kan semua jawaban nya.
Tapi tentu saja ia tidak akan membiar kan Davin sampai tahu tentang kebenaran itu.
Ia menghapus semua rekam jejak dan semua bukti di mana saat Davin kembali menyelidiki hal itu semua nya hanya terlihat abu- abu.
Davin sama sekali tidak menemukan jawaban dan kebenaran.
"Apa sekarang kamu takut?" Antonio terkekeh dengan tatapan merendah kan.
Di mana hal itu semakin membuat kemarahan Davin semakin memuncak.
__ADS_1
"Jangan pernah bermimpi untuk menghancur kan diri ku.. Karna sebelum kamu menghancur kan ku.. Aku akan lebih dulu memberantas mu.. Aku tidak peduli dengan ikatan kekeluargaan kita.. Kamu sudah sangat salah menyalah guna kan kekuasaan yang di beri kan oleh paman Alexxander.. Seharus nya ia tidak memberi kan apa yang di miliki nya pada pecundang seperti mu..." Davin menatap Antonio dengan tatapan yang tak kalah merendah kan.
Lalu berjalan meninggal kan Antonio yang menatap nya dengan kesal.
Sampai kapan pun, bocah seperti Antonio tidak akan mampu untuk melawan diri nya.
Meski mereka adalah seorang sepupu sekaligus ipar. Tapi bagi Davin semua musuh nya harus menyingkir dari jalan nya.
Srak...
Langkah Davin langsung terhenti, saat tangan nya di jegal oleh Antonio.
"Kali ini aku tidak akan kalah.. Syaila sudah bangun dari koma nya.. Yang arti nya kamu harus bebas kan Aelin.. Kamu tidak bisa menyakiti dua hati Davin.."
Deg..
Blar..
Tubuh Davin terasa di sambar petir, saat gendang telinga nya mendengar ucapan Antonio.
Syaila sudah bangun?
Antonio berjalan melewati Davin dengan mengepal kan ke dua tangan nya dengan erat. Hingga buku- buku tangan nya memutih dengan sempurna.
.
Senyum mengembang pada sudut bibir nya. Akhir nya setelah melewati masa tidur yang sangat panjang, akhir nya diri nya bisa melihat dan menatap dunia ini lagi.
"Nyonya Syaila...!" Panggil suara yang begitu ramah dan hangat di mana seorang wanita paruh baya dengan jas khas nya berwarna putih membawa segelas cairan berwarna hijau pekat.
Syaila memutar kan kepala nya ke belakang di mana ia melihat sang dokter yang sudah berhasil membuat diri nya tersadar dari tidur panjang yang tak berujung.
"Dokter...!" Lirih Syaila dengan tersenyum kaku.
"Waktu nya minum obat Nyonya..." Dokter Nashila menyerah kan minuman yang di bawa nya pada Syaila.
Terlihat tangan Syaila bergetar saat menerima minuman itu.
Rasa nya ke dua tangan nya sangat kaku, meski ia hanya melakukan gerakan kecil.
Melihat Syaila yang kesusahan, Dokter Nashila membantu nya dengan mendorong gelas tersebut ke arah mulut Syaila.
"Tubuh kaku adalah hal yang wajar, saat seseorang bangun dari koma nya. Jadi jangan khawatir Nyonya.. Anda akan pulih dan bisa menggerak kan semua anggota badan anda setelah melakukan terapi pasca koma.. Hal itu akan membantu melunak kan semua otot anda..." Jelas Dokter Nashila dengan senyum ramah nya.
"Terimakasih dokter sudah menyembuh kan diri ku... Rasa nya aku tidak percaya bisa melihat dunia ini lagi..." Balas Syaila dengan wajah nya yang terharu.
__ADS_1
"Sama- sama Nyonya.. Saya juga sangat senang karna akhir nya Nyonya bisa bangun lagi..."
"Dok...!"
"Iya..."
"Apa anda sudah menghubungi Davin ? aku tidak sabar untuk bertemu dengan nya.. Rasa nya sudah sangat lama sejak hari itu... Aku merindu kan nya..." Ke dua mata Syaila berkaca - kaca.
Setelah ia bangun dari tidur panjang nya, ia belum melihat Davin.
Saat ia bangun, ia di sambut oleh dua orang dokter namun tidak ada Davin.
Sementara itu Dokter Nashila terdiam. Harus kah ia mengata kan pada Syaila jika ia sudah berusaha menghubungi Davin namun Davin tidak menjawab panggilan telpon nya sama sekali.
"Dok..." Panggil Syaila saat melihat dokter Nashila yang hanya diam.
"Iya Nyonya.. Saya akan menghubungi Tuan.. Dia pasti akan sangat senang mendengar kabar ini..." Dokter Nashila menyungging kan senyum nya yang terkesan kaku.
"Apa selama aku tertidur Davin selalu berada di samping ku?" Tanya Syaila dengan wajah cantik nya yang berbinar.
"Iyah..." Jawab Dokter Nashila dengan kaku. Padahal kenyataan nya tidak seperti itu.
Beberapa bulan terakhir ini, Davin sama sekali tidak pernah datang ke villa untuk menjenguk Syaila.
Ia pun sedikit bingung kenapa majikan nya itu tidak pernah datang lagi.
Tapi, ia juga tidak bisa peduli dengan kehidupan pribadi tuan nya itu.
Tapi melihat Syaila yang begitu senang, membuat diri nya tidak tega untuk mengata kan kenyataan itu.
Hari ini saja ia sudah menghubungi Davin namun majikan nya itu sama sekali tidak menjawab panggilan nya.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙