
...141💚...
Sebuah mobil mewah berhenti di depan sebuah rumah sakit.
Sang supir segera turun dari mobil dan berlari memutar lalu membuka kan pintu untuk majikan nya.
Aelin keluar dari mobil, di mana ke dua mata nya yang tertutup oleh kaca mata hitam yang bertengger dengan indah di hidung mancung nya.
Aelin tersenyum lebar, lalu menghembus kan nafas nya secara perlahan saat melihat bangunan bertingkat dengan tulisan HOSPITAL di pintu utama.
Aelin berjalan masuk ke dalan rumah sakit di mana ia menghampiri resepsionis wanita yang sedang bertugas.
"Selamat datang nona.. Ada yang bisa saya bantu..?" Ucap resepsionis tersebut dengan ramah.
"Saya sudah buat janji dengan dokter Keli, dokter kandungan.." Jawab Aelin.
"Baik lah jika begitu. Nona tinggal naik ke lantai dua di sana ada ruangan dokter Keli.."
"Baik lah terimakasih..." Ucap Aelin lalu segera melangkah kan kaki nya menuju ke arah Lift yang akan mengantar nya menuju ruangan tujuan nya.
Aelin sedikit merasa gugup, namun juga merasa senang di saat yang bersamaan.
Ia gugup karna ia akan bertemu dengan dokter kandungan.
Ia berharap setelah ia menemui sang dokter dan mendapat kan saran.
Perut nya bisa di isi oleh malaikat kecil yang sungguh tidak sabar Aelin tunggu kehadiran nya.
Ting...
Suara dentingan Lift yang langsung terbuka. Aelin keluar dari benda besi itu lalu melangkah menuju ruangan dokter Keli yang sudah ada di depan nya.
Tok...
Tok...
Tok...
"Masuk...!" Suara di balik pintu, yang lansung membuat Aelin segera memutar knok pintu dan melangkah masuk ke dalam.
Jantung Aelin semakin berdegup dengan kencang, saat ia berhadapan dengan dokter cantik dengan usia yang kira- kira dua kali lipat dari diri nya.
"Silah kan duduk Nona Aelin..." Sambut dokter Keli dengan senyum ramah, di mana tangan nya sudah terentang untuk mempersilah kan Aelin untuk duduk.
"Terimakasih..." Ucap Aelin dengan menyungging kan senyum kaku.
Ia benar- benar sangat gugup sekarang.
__ADS_1
"Tidak perlu tegang Nona.. Anda ingin teh..?" Tawar dokter Keli dengan menuang kan secangkir teh untuk Aelin.
"Ini adalah teh hijau, teh ini akan membuat diri mu rileks.. Saya mengerti ketegangan anda..." Lanjut Dokter Keli, menyesap teh di cangkir nya.
"Terimakasih.." Ucap Aelin lalu menyesap teh hijau yang di tawar kan oleh Dokter Keli.
Memang seperti nya saat ini ia membutuh kan teh untuk merileks kan diri nya.
"Bagaimana ?"
Aelin menatap dokter Keli dengan tersenyum sebelum mengangguk pelan.
"Dokter benar, jika teh hijau bisa merileks kan... Terimakasih untuk teh nya dokter..." Ucap Aelin dengan tulus.
"Kalau anda sudah bisa rileks bisa kita bahas tentang konsultasi...?" Tanya Dokter Keli memasti kan jika Aelin sudah siap.
"Iya..." Jawab Aelin dengan mantap, meski sebenar nya ia masih gugup meski hanya sedikit.
"Anda sudah menikah berapa lama dengan suami anda?" Tanya Dokter Keli dengan membuka berkas Aelin.
"Hampir satu tahun Dokter..."
"Lalu kenapa kalian begitu terlambat untuk merencana kan masalah momongan...?"
"Karna saya masih seorang pelajar..." Jawab Aelin jujur, ia tidak mau menyembunyi kan apa pun dari dokter.
"Untuk menunda kehamilan anda, anda meminum pil KB... " Dokter Keli menatap serius pada Aelin.
Hal itu membuat Aelin sedikit cemas. Ia meminum pil tersebut, agar ia tidak hamil karna ia masih seorang pelajar dan belum lulus sekolah.
Sementara di satu sisi ia harus melayani Davin, karna itu adalah kewajiban nya sebagai seorang istri.
"Tapi saya bisa hamil kan Dok?... Saya janji setelah ini saya tidak akan meminum obat itu lagi..." Selosor Aelin dengan wajah khawatir.
Dokter Keli tersenyum melihat guratan ketakutan di wajah Aelin.
"Tentu saja Nona.. Anda tidak perlu khawatir... akhir bulan ini adalah tanggal subur anda.. Saya juga akan memberi kan obat penyubur kandungan serta penguat kandungan... Jadi semoga anda dan suami anda bisa dengan cepat mendapat kan bayi kecil yang pasti nya akan sangat lucu..." Dokter Keli memberi kan beberapa obat untuk Aelin.
Lalu menyerah kan nya.
"Aku berharap kabar baik ini bisa aku jadi kan kejutan untuk hari ulang tahun Davin.. Untung waktu nya pas dengan hari ulang tahun Davin..." Batin Aelin sambil menatap perut nya yang masih rata.
" Baik lah jika begitu dokter... Saya permisi dulu..." Pamit Aelin dengan menjabat tangan dokter Keli.
Lalu melangkah kaki nya kembali keluar dari ruangan dokter Keli dengan hati yang berbunga- bunga.
Ia berharap segera, di rahim nya tumbuh malaikat kecil yang akan membuat hubungan nya dengan Davin semakin erat, dan kebahagian selalu menyertai kehidupan rumah tangga nya.
__ADS_1
...----------------...
Sementara di balkon kantor.
Davin menatap tajam ke arah jalan raya yang bisa terlihat dari tempat nya berdiri.
Ke dua tangan nya memegang pembatas balkon dengan sangat erat, bahkan urat- urat tangan nya sampai menonjol.
Ia memilih pergi dari pesta penyambutan diri nya, dan memberi kan semua tanggung jawab pada Darren.
Ia masih memikir kan apa yang baru saja di sampai kan oleh Antonio.
Syaila sudah bangun dari koma nya, maka bebas kan Aelin. Kamu tidak bisa menyakiti dua hati sekaligus...
Perkataan Antonio barusan terus berdengung di telinga nya.
Seperti sebuah mantra yang terus mengelilingi sekitar nya.
"Seharus nya aku senang jika akhir nya Syaila bangun dari koma nya.. Tapi kenapa aku sangat takut untuk kehilangan Aelin..." Gumam Davin di mana kepala nya terasa ingin pecah seketika.
Siluet wajah Aelin yang selalu tersenyum dengan manis pada nya terbayang begitu saja di pelupuk mata nya.
"Bagaimana ini ? Aku belum siap untuk melepas kan Aelin... Aku tidak sanggup lagi melihat kebencian yang sam di mata Aelin untuk ku.. Rasa nya aku hancur sehancur- hancur nya.. Tapi bagaimana dengan Syaila,? dia istri ku dan sahabat ku mana mungkin aku menghianati nya dan melihat nya hancur setelah ia baru bangun dari tidur panjang nya..."
Davin menjambak rambut nya kasar.
Ia benar- benar bingung dan dilema sekarang.
Siapa yang harus diri nya pilih. Salah satu nya adalah wanita yang sangat ia cintai, wanita yang selalu menatap nya penuh dengan cinta dan membuat diri nya merasa menjadi sosok yang penting.
Tapi di lain sisi ada wanita lain yang baru saja bangkit dari koma nya. Wanita yang menjadi sahabat nya sejak kecil dan selalu menemani nya untuk melewati masa kelam nya selama ini.
Siapa yang harus ia pilih , dan siapa yang harus ia biar kan hancur?
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙