
...21😇...
Klek...
Aelin membuka pintu, dan bersiap melayang vas bunga tersebut pada orang yang berdiri di depan pintu.
"Nona jangan...!!" Teriak pelayan wanita yang langsung menjauh kan kepala nya.
Aelin langsung menghentikan ayunan tangan nya.
Astaga karna terlalu negatif thingking, sampai- sampai ia ingin memukul seorang pelayan.
Untung saja tangan nya dapat ia henti kan, jika tidak pasti diri nya akan menjadi seorang kriminal.
Tapi ini juga bukan sepenuh nya salah nya, ia hanya waspada jika yang datang adalah Davin. Maka vas ini pasti akan pecah di kepala mesum pria itu.
Pelayan wanita yang terlihat muda, seumuran dengan Aelin terlihat pucat pasi , saat di hadap kan dengan kejadian yang akan melukai diri nya.
Aelin segera menurun kan tangan nya cepat, ia merasa bersalah melihat wajah pucat pelayan wanita yang ketakutan karna ulah nya.
"Maaf... Aku pikir bukan kamu..." Cicit Aelin dengan senyum kecut.
Pelayan wanita itu, menetralisir rasa takut dalam diri nya dengan memaksa kan senyum ramah yang terkesan mengeri kan seperti boneka anabel.
"Tidak papa nona.. Saya mengerti mungkin Nona sedang bermimpi buruk sehingga tadi anda sempat terbawa mimpi.."
"Bukan mimpi tapi kenyataan yang sangat mengeri kan yang di buat oleh om mesum dan juga pria brengsek itu.." Batin Aelin menjawab perkataan pelayan.
Tapi , diri nya masih menyanyangi diri nya, sehingga menahan diri untuk tidak mengatakan apa yang ada dalam hati nya.
Aelin menyungging kan senyum tipis.
"Iya apa yang kamu katakan memang benar, tadi aku sempat bermimpi bertemu dengan siluman buaya.." Seloroh Aelin asal, dengan kepala yang membayang kan seekor buaya dengan kepala Davin.
Pelayan wanita itu, sedikit mengerjit dengan perkataan absurd Aelin.
"Sebenar nya saya ke sini, untuk mengantar pakaian anda Nona..."
Aelin menghembus kan nafas nya lega, saat melihat pakaian yang ada di tangan pelayan tersebut.
Akhir nya ada juga pakaian cukup bahan untuk nya.
Ia sudah tidak sanggup lagi untuk memakai pakaian jahannam ini.
Jika tidak karna terpaksa, ia tidak akan sudi untuk memakai nya.
"Terimakasih..." Ucap Aelin dengan senyum mengembang seperti bunga yang sedang mekar.
Aelin segera mengambil alih pakaian yang di bawa pelayan tersebut, lalu dengan cepat menutup pintu.
Namun aksi Aelin gagal karna tangan sang pelayan yang menahan pintu kamar nya.
__ADS_1
"Ck... Ada apa lagi..." Batin Aelin yang sudah tidak sabar untuk segera berganti baju, lalu meminta makan.
Cacing - cacing yang sudah cukup lama di pelihara nya, berteriak meminta makan dan ingin segera di puas kan.
Karna kejadian penghancuran hidup nya dengan drama pernikahan, ia sampai lupa untuk makan.
Aelin mengerjit kan ke dua alis nya, menuntut jawaban pada pelayan wanita di depan nya.
"Maaf sebelum nya tidak mengatakan hal ini terlebih dahulu pada Nona.. Namun mulai saat ini saya adalah pelayan pribadi nona.." Ujar pelayan tersebut dengan menunduk kan tubuh nya memberi hormat pada Aelin.
"Tidak perlu , aku tidak membutuh kan pelayan pribadi atau semacam nya..." Sanggah Aelin dengan halus.
"Tapi nona tidak bisa menolak... Jika tidak Tuan Davin akan mengirim saya ke negri terpencil.. Saya mohon terima saya..." Pinta sang pelayan dengan menampil kan mata anjing yang berkaca- kaca. Berharap Aelin menerima diri nya.
Kenapa om mesum itu , selalu saja mengendalikan hidup orang.?
Tidak hanya diri nya, tapi bahkan seorang pelayan yang terlihat lebih muda dari nya juga menjadi korban.
Apa pria itu adalah seorang pedopil, pemangsa anak- anak remaja seperti diri nya.?
"Baik lah..." Jawab Aelin dengan singkat, lalu beranjak masuk ke dalam kamar nya, dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar mandi.
Namun langkah Aelin berhenti, saat menyadari jika pelayan wanita itu malah mengikuti nya masuk ke dalam toilet.
Apa- apaan ini? Tanya Aelin dengan wajah memberengut.
"Ada apa lagi? Kenapa kamu mengikuti ku? aku ingin mandi, jadi tolong keluar dari sini..." titah Aelin dengan seramah mungkin.
"Saya tidak bisa nona..."
"Karna saya juga harus memandi kan nona..."
"Apa?"
Aelin melotot mendengar kan ucapan pelayan di depan nya.
Memandi kan?
Dia bukan seorang bayi, yang di mandi kan oleh orang lain?
Ia adalah seorang gadis, ahh ralat seorang wanita karna kegadisan nya sudah di rebut oleh majikan kejam pelayan ini.
"Tidak... Tidak aku tidak mau, aku bisa mandi sendiri..." Ketus Aelin yang kini sedikit kesal karna sang pelayan yang tidak mau menurut dengan perintah nya.
Bukan nya wanita ini adalah pelayan nya,? Lalu kenapa setiap perkataan nya tidak di patuhi oleh pelayan yang mengaku sebagai pelayan pribadi nya.
Pelayan seperti apa ini? Bukan nya pelayan malah lebih mirip dengan seorang diktator.
"Tapi ini sudah kewajiban saya nona, dan juga perintah Tuan Davin. Saya harus memastikan jika kebutuhan nona terlayani tanpa kekurangan sedikit pun..." Jelas Sang pelayan dengan memaksa.
Aelin rasa nya saat ini ingin membentur kan kepala nya.
__ADS_1
Karna lagi- lagi ini ulah pria om - om itu. Apa tidak bisa sebentar saja ia di biar kan bebas tanpa ada rantai yang membelengu diri nya.
Hidup nya benar- benar di buat tidak tenang oleh Davin.
Aelin tidak mengubris atau merespon penjelasan sang pelayan , jika diri nya sudah mendengar jika itu adalah perintah Davin.
Maka semua itu harus di lakukan, karna percuma diri nya menolak dengan sekeras tenaga.
Pasti tidak akan bisa, karna pelayan ini tidak akan menurut atau mendengar kan perkataan nya.
Lagi pula ia sudah lelah untuk berdebat, apa lagi perut nya semakin berbunyi karna lapar.
Dari pada terus membantah perkataan pelayan ini dan menyita banyak waktu yang akan semakin membuat perut nya keroncongan. Lebih baik ia pasrah dan mengikuti fasilitas lebay di rumah ini.
Aelin melepas kan selimut nya, hingga merosot jatuh ke lantai.
Menyisakan penampilan tubuh nya yang berbalut baju lingeria berwarna golden, tentu saja dengan kain transparan yang begitu jelas memperlihat kan lekuk tubuh yang indah.
Bahkan pelayan pribadi nya juga mengagumi tubuh Aelin yang hampir sempurna.
Tangan sang pelayan terulur untuk membantu melepas baju dinas malam yang di kenakan Aelin, namun belum sempat tangan sang pelayan menyentuh tubuh Aelin.
Tangan Aelin langsung terangkat ke udara.
"Tidak usah, aku akan mandi dengan pakaian ini.. Kamu tidak perlu membantu ku membuka nya..." Ucap Aelin dengan suara yang sedikit tegas dan terdengar tidak terbantah kan.
"Tapi--"
"Jangan menyangkal, aku tidak mungkin memperlihat kan tubuh ku di hadapan orang lain, selain suami ku.. Jika dia sampai tahu, kamu mungkin tidak hanya di kirim ke negri terpencil, tapi akan di kirim ke negri tak berpenghuni..." Ancam Aelin dengan halus, yang langsung mendapat anggukan dari pelayan pribadi nya.
...----------------...
...****************...
...----------------...
Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙