
...28😇...
"Mulut anda sangat manis saat memuji saya..." Balas Davin kini dengan mengerling kan satu mata nya pada Lussi.
Kepercayaan diri Lussi kian meningkat, ia merasa bahwa presdir tampan di samping nya ternyata juga menyukai diri nya.
"Anda sangat pengertian Tuan Davin.. Saya mengerti akan maksud perkataan Tuan,, Dan saya bersedia menjadi kekasih tuan..."
"Uhuk..." Darren langsung batuk tak berdarah, mendengar ungkapan menjijik kan yang terlontar dari bibir Lussi.
Bahkan rasa nya, seluruh isi perut nya ingin keluar saat ini juga.
Bagaimana bisa ada seorang wanita tidak tahu malu dan sangat genit mengalah kan ulat kaki seribu seperti Lussi.
Mungkin terjadi eror saat wanita itu lahir, pikir Darren dengan pikiran horor.
Sementara Lussi mencebik kan bibir nya semakin tidak suka, saat Darren tiba- tiba batuk setelah ia mengata kan kalimat sakral itu.
Ia tidak sebodoh itu, sehingga tidak tahu arti dari batuk Darren yang mendadak.
Tapi apa peduli nya diri nya, yang penting ia harus mendapat kan Davin.
Terserah dengan apa yang di pikir kan si asisten datar itu, pikir Lussi kini dengan meletak kan tangan nya tepat di paha Davin.
Hal itu ia lakukan sebagai serangan selanjut nya untuk menggoda Davin.
Davin terkekeh tanpa suara, mendengar ucapan menjijik kan tanpa sensor Lussi. Bahkan semua nya semakin lucu bagi nya saat sang asisten kepercayaan nya tersedak karna mendengar ucapan percaya diri Lussi.
Apa lagi sekarang, tangan jenjang Lussi sedang mengelus - ngelus paha nya.
Sungguh wanita karir yang tak bermoral dan murahan.
Hanya satu kedipan saja, ia langsung sangat percaya diri dengan menawar kan diri sebagai kekasih diri nya.
Padahal sedikit pun, atau pun sepatah kata pun Davin tidak pernah menawar kan Lussi untuk menjadi kekasih nya.
Hal ini bukan lah hal aneh atau luar biasa bagi Davin.
Karna selama menjadi seorang presdir, diri nya selalu di kelilingi oleh wanita murahan dan juga haus akan harta. Bahkan wanita- wanita itu dengan suka dan senang hati melempar diri nya ke atas kasur Davin.
Namun Davin bukan lah seorang player, ia sama sekali tidak berminat dengan semua wanita- wanita itu. Meski umur nya sudah hampir mencapai empat puluh tahun, namun wajah nya tetap tampan bak pria berusia dua puluh tahunan.
__ADS_1
Bahkan tubuh nya juga kekar dengan otot- otot yang melekat pada tubuh sehat dan seksi nya.
Siapa yang tak akan tergila- gila dengan diri nya, apa lagi kharisma, wibawa, serta kekuasan nya membuat diri nya selalu di puja dan di puji oleh kaum hawa.
Melihat semua hal itu, tidak membuat hati nya menggelap dan tatapan nya menjadi buta.
Hati nya hanya untuk seseorang yang sudah menempati nya sejak lama, dan mata nya akan selalu menatap satu orang perempuan yang bahkan lebih ia cintai dari diri nya sendiri.
Davin mengambil sebuah botol alkohol dari drink box yang ada dalam mobil mewah nya.
Ia menatap Lussi yang semakin mengembang kan senyum nya, saat melihat botol minuman yang tentu saja harga nya sangat fantastis.
Lussi memang seorang wanita yang suka minum, kadang usai bekerja ia selalu menyempat kan diri untuk datang ke sebuah club terkenal di tengah kota.
Namun dompet nya tidak cukup tebal, untuk mencicipi alkohol mahal yang ada di tangan Davin.
Davin menatap Lussi dengan tatapan merendah kan dan juga jijik.
Percuma menjadi wanita karir dengan sejuta prestasi jika tingkah nya sudah seperti wanita murahan tak berharga diri.
Oleh sebab itu lah, Davin tidak pernah mau merekrut asisten wanita. Karna bagi nya wanita hanya sampah yang akan mengotori pandangan nya.
"Hanya dengan minuman ini saja.. Air liur nya sudah menetes seperti anjing melihat kotoran..." Umpat Davin dalam hati.
"Astaga malam ini akan menjadi malam terindah untuk mu Tuan Davin.. Alkohol ini akan membantu kita untuk mencapai puncak kepuasan..." Batin Lussi dengan ke dua mata berbinar dan bibir yang menampil kan seringgai penuh hasrat.
"Ha.. Saya sangat terhormat bisa menikmati minuman mahal ini, apa lagi bersama dengan anda..." Lussi langsung memutar tutup botol, dan langsung meminum minuman Alkohol tersebut.
Rasa panas, dingin, dan nikmat langsung mengalir di kerongkongan nya yang sudah terasa cukup kering karna presentasi hari ini.
Bahkan Lussi sampai memejam kan ke dua mata nya, saat menikmati aliran minuman mahal yang menerobos masuk melintasi kerongkongan nya.
Sangat nikmat , pantas saja harga nya mahal ternyata rasa nya sangat nikmat, sangat berbeda dengan minuman emperan yang selama ini ia minum. Pikir Lussi yang lagi- lagi meneguk botol minuman nya.
Sedang kan Davin hanya menonton kerakusan Lussi yang benar- benar membuat diri nya semakin jijik dan muak.
Wanita di samping nya benar- benar sudah tidak memiliki urat malu lagi.
"Terus lah minum - minuman itu, dalam tiga kali tegukan kau akan tidak sadar kan diri..." Lirih Davin kecil hampir tidak terdengar.
Yah, minuman yang di minum Lussi memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi. Hanya dalam tiga kali tegukan bisa membuat orang ambruk tak sadar kan diri.
__ADS_1
Tapi tentu saja, Lussi tidak tahu mengenai hal itu, yang ada di kepala nya hanya lah meminum minuman mahal itu dan menikmati rasa nya.
Tapi minuman itu tidak terlalu berpengaruh pada Davin. Ia bisa meminum minuman itu sebanyak dua botol, baru kesadaran nya akan menghilangkan.
Ia sudah terbiasa meminum barang sampah itu, sejak orang yang sangat di cintai nya terbujur kaku di atas ranjang.
Hanya minuman- minuman sampah ini yang bisa sedikit menghilang kan rasa sakit dan keputus asaan nya. Walau pun itu hanya terjadi sebentar, namun setidak nya ia bisa melupakan semua nya beberapa saat.
Sejak saat itu, Ia mengkonsumsi minuman haram itu, dan hal itu berlanjut hingga kini.
Lussi mulai memijat pelipis nya yang sudah mulai pusing, pandangan nya mengabur.
Ia sempat bingung, ia hanya meneguk tiga kali minuman yang sangat enak ini, namun dengan sangat cepat kesadaran nya mulai runtuh. Padahal ia bisa menghabis kan sepuluh botol minuman Alkohol dalam satu malam.
"Dalam hitungan ketiga kesadaran mu akan menghilang sepenuh nya, satu... Dua..." Davin mulai menghitung dengan detikan waktu yang berputar.
"Hmmm minuman ini sangat nikma--- Hmmmmppphhh..." Tubuh Lussi langsung ambruk hingga menimpa bahu Davin.
Kesadaran nya benar- benar menghilang bahkan tepat saat hitungan ketiga dari Davin.
"Hentikan mobil nya...!!!"
...----------------...
...****************...
Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙