Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Curiga


__ADS_3

...80😻...


Antonio terlihat bingung, melihat kehadiran seorang wanita paruh baya di rumah ini.


"Siapa dia..?" Batin Antonio bingung.


Mengapa orang asing ada di dalam rumah Davin.?


Bahkan penampilan perempuan itu terlihat begitu berkelas, namun lebih mirip ondel- ondel jalanan di mata Antonio.


Sementara Aelin hanya menatap malas ke arah mertua nya.


Yang selalu hadir dengan bibir julid nya mengalah kan pedas nya bon cabe.


"Mam...!" Lirih Aelin tak bersemangat saat Nyonya Tissa sudah berdiri di hadapan nya.


"Mama?" Lirih Antonio dengan satu alis nya yang terangkat ke atas.


"Iya kak.. Ini mama mertua aku... Ma.. Ini kak Antonio..." Jelas Aelin dengan memperkenal kan Antonio dan Nyonya Tissa satu sama lain nya.


"Hah?" Alis Antonio kini bertaut, mendengar penjelasan Aelin tentang wanita di hadapa nya.


Mertua?


Itu arti nya wanita ini adalah ibu nya Davin.


Apa- apan semua ini?


Diri nya jelas tahu jika Davin hanya tinggal sendiri, alias anak yatim piatu.


Ke dua orang tua pria itu meninggal saat usia Davin tujuh tahun.


Mereka meninggal karna pesawat yang di tumpangi untuk perjalanan bisnis meledak.


Lalu siapa wanita di hadapan nya yang sedang mengaku- ngaku menjadi ibu mertua sekaligus ibu nya Davin?


Batin Antonio yang semakin bingung dengan semua hal ini.


Otak nya benar- benar tidak sampai untuk menemukan jawaban yang tepat untuk menjawab semua pertanyaan yang begitu banyak di kepala nya.


Nyonya Tissa terlihat risau dengan ekspresi bingung Antonio, ia sedikit salah tingkah di pandangi dengan tatapan tidak percaya seperti itu.


"Apa pria ini tahu, jika aku bukan ibu asli Tuan Davin, tapi ibu palsu yang di bayar.?" Batin Nyonya Tissa dengan membuang wajah nya ke sembarang arah. Di mana ia benar- benar takut jika penyamaran nya sampai terbongkar apa lagi di depan Aelin. Maka habis sudah diri nya.


"Tunggu... Bukan nya Tuan Davin tidak---"


"Tuan Antonio anda di sini...?" Sergap suara Maya yang datang tiba - tiba membuat ucapan Antonio mengambang di udara.

__ADS_1


Nyonya Tissa menghela nafas nya lega. Entah apa yang akan di kata kan Antonio, namun pria itu berhasil membuat jantung lemah Nyonya Tissa hampir saja copot di tempat.


Namun kini semua kebingungan itu beralih kepada Aelin.


Ia bingung kenapa Maya bisa mengenal Antonio?


Sedang kan Antonio, merem melek karna ulah Maya yang menyapa nya.


Tentu saja Maya mengenali nya, karna Maya adalah anak buah kepercayaan Davin yang di tugas kan untuk selalu ada di samping Syaila. Untuk menjaga kakak nya dan juga memasti kan jika keselamatan Syaila adalah yang paling utama.


Meski sebenar nya, Antonio juga cukup bingung melihat kehadiran Maya di rumah ini.


Bukan kah gadis yang pandai bela diri itu sedang bertugas menjaga Syaila di villa.?


Namun Antonio tidak memikir kan hal itu, yang terpenting sekarang ia harus mendapat kan jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan yang akan di lontar kan Aelin pada nya.


Mengapa ia bisa mengenal Maya.?


Sungguh ia benar- benar lelah ikut bermain sandiwara dalam pembalasan dendam Davin yang sama sekali tidak berlandasan.


Jujur ia tidak mau, namun situasi menyeret nya untuk ikut andil dalam sandiwara busuk ini.


"Kau mengenal kak Antonio Maya ?" Tanya Aelin yang sudah sangat curiga dengan setiap kejanggalan yang terjadi.


Namun kecurigaan nya selalu terbantah kan dengan setiap alasan yang di berikan terhadap nya.


Bagaimana bisa ia lupa, jika saat ini ada Aelin di sini.


Maya memejam kan mata nya sekilas, melirik Antonio yang hanya menggeleng kan kepala nya, seolah mengisyarat kan untuk tidak mengata kan jika ia mengenal nya.


"I... Iyah saya pernah bertemu dengan Tuan Antonio sekali, saat dia datang kemari karna urusan pekerjaan..." Jawab Maya dengan nada tersendat, di mana ia menjawab dengan jawaban yang umum. Namun berharap jika yang ia kata kan adalah jawaban yang tepat.


Aelin mencerna jawaban Maya, yang terdengar memang masuk akal. Antonio adalah asisten papy nya, jadi bukan lah hal yang tidak mungkin jika papy nya dan Antonio pernah ke rumah ini untuk membahas pekerjaan.


Melihat wajah Aelin yang berpikir keras, Antonio segera merangkul pundak Aelin.


"Sudah lah... Aku sudah sangat lapar Aelin.. Apa sekarang kau akan membuat ku mati kelaparan....!" Sergap Antonio, sebelum pikiran Aelin mulai berkelana dan semakin curiga.


Maya dan Nyonya Tissa menghela nafas lega, saat melihat tatapan penuh selidik Aelin berubah menjadi berbinar.


"Baik lah.. Maya tolong siap kan makanan untuk kak Antonio, dan letak kan di meja taman belakang... Aku akan makan bersama dengan nya..." Titah Aelin pada Maya yang langsung di angguki, di mana Maya segera melenggang pergi dari sana, dengan nafas yang ngos- ngosan.


"Aelin, kau mengangap mama tidak ada di sini? kau sudah berani membawa seorang pria masuk ke dalam kediaman Arselion...!" Teriak Nyonya Tissa dengan bentakan suara nya yang menggelegar.


Antonio berdecih, melihat tingkah wanita tua asing ini, yang kembali memicu keributan.


Ingin rasa nya ia membanting ondel- ondel di hadapan nya itu.

__ADS_1


Pekik Antonio geram.


"Ma.. Kak Antonio bukan lah orang asing, lagi pula dia sudah bertemu dengan om Davin..." Jawab Aelin tanpa ingin berniat untuk mendebat sang mertua.


"Papy mu baru saja meninggal, dan suami mu tidak bersama mu.. Dan sekarang kau malah mengandeng pria yang lebih muda dari putra ku... Kau pikir rumah besar ini adalah tempat pelacuran...!" Sarkas Nyonya Tissa dengan ucapan nya yang benar- benar menusuk tajam pada hati Aelin.


Rasa nya begitu sakit, saat ia di katai seorang pelacur oleh sang mertua.


Seburuk itu kah diri nya?


Apa sedikit pun mertua nya tidak ingin menerima diri nya sebagai menantu di sini?


Setiap saat mama mertua nya, selalu mencari celah untuk menghina dan mengatai nya.


Meski saat ini ia berada dalam situasi berduka, tapi tanpa belas kasih mama mertua malah menghina nya terus menerus.


Antonio yang mendengar hinaan kejam wanita yang mengaku- ngaku menjadi ibu mertua Aelin, hanya bisa diam.


Meski rasa nya saat ini ia ingin sekali menghajar wanita sok berkuasa di depan nya.


Namun ia tidak bisa karna hal itu pasti akan membuat kecurigaan Aelin muncul kembali.


Ia belum siap untuk mengata kan identitas nya yang bagi Antonio sangat memalukan jika Aelin sampai tahu.


Dan Ia takut jika Aelin malah membenci nya, karna selama ini ia berbohong jika ia di buang dan di telantar kan oleh keluarga nya.


...----------------...


...----------------...


Apa othor tamatin aja ya karya othor ini... Soal nya pembacanya sepi banget😭


Othor jadi ngak semangat buat ngelanjutin😭


Jika ada yang mau karta ini tetap lanjut... Jangan lupa koment, like, gift, dan vote , dan juga kalau bisa promosiin ya😊


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2