Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Tertawa


__ADS_3

...81😻...


Antonio dan Aelin kini duduk di meja taman belakang, di mana Maya dan beberapa pelayan lain nya mulai meletak kan beberapa makanan di atas meja bundar yang tak cukup besar itu.


Aelin sengaja mengajak Antonio untuk makan di taman belakang, karna ia tidak mungkin lancang untuk menjamu orang lain di ruang makan keluarga Arselion.


Biar pun di mata sang mertua ia terlihat kurang ajar, tapi ia masih memiliki rasa malu dan sopan santun.


Namun pasti nya, sang mertua tidak akan mau melihat hal itu, malah akan terus memberondong diri nya dengan semua hinaan.


Baru tinggal beberapa hari bersama sang mama mertua membuat mental Aelin semakin tebal dan tahan banting.


Di mana danau kesabaran nya semakin mendalam, meski ia harus menelan kata- kata pahit sang mertua bulat- bulat.


Antonio berdecak kagum, melihat banyak nya makanan yang sedang di suguh kan oleh Maya.


Menepis sebentar semua masalah nya, menikmati waktu bersama Aelin sebelum ia benar- benar pergi untuk kembali kepada tuntutan sang papa.


Serta mencari tahu semua kebenaran, dan segera menyusun rencana untuk membebas kan Aelin dari belengu Davin.


"Woaaahhhhh Ae.. Makanan nya banyak banget, mana enak- enak lagi..." Seru Antonio dengan wajah berbinar- binar serta nada suara yang begitu antusias.


Sebenar nya ini bukan lah apa- apa bagi Antonio, bahkan di kediaman nya di sedia kan makanan empat kali lipat banyak nya dari pada makanan yang di sajikan sekarang.


Namun ia bertingkah seperti pria kampungan yang tidak pernah melihat makanan sebanyak ini, karna ini lah tokoh yang di peran kan Antonio selama bertahun- tahun di depan Aelin.


Aelin tersenyum senang, melihat semangat Antonio.


Di mana wajah pria di depan nya, sudah sangat tergoda dengan makanan yang ada di depan nya, bahkan bibir nya sampai menganga dengan air liur yang hampir menetes.


"Mulut kakak selalu ngiler kek anjing kalau sedang lihat makanan enak...!" Seru Aelin dengan tawa nya yang cekikikan.


"Ye.. Kamu ya selalu saja ngatain kakak anjing.. Mana ada anjing tampan kek kakak.." Dumel Antonio dengan memasang wajah sebal.


"Maksud ku kayak anjing.. Bukan anjing kakak..."


"Ahhh.. Terserah pada mu... Aku mau makan saja..." Tukas Antonio sambil menaik kan satu kaki nya ke atas kursi, lalu memasuk kan makanan di depan nya menggunakan tangan tanpa garpu.


Maya terhenyak melihat cara makan Antonio yang sudah seperti rakyat jelata. Menaik kan satu kaki ke kursi, lalu mengguna kan tangan untuk makan.


Ia tidak habis pikir dengan semua sandiwara yang tengah di main kan oleh orang- orang kaya ini.


Di sisi lain, yang satu nya berpura- pura baik untuk membalas dendam.


Dan di sini, seorang pria anak dari bandar narkoba sedang bersandiwara menjadi rakyat jelata.


Dan itu semua di lakukan di depan wanita yang sama yaitu Aelin.


Sementara Aelin tidak terkejut sama sekali dengan sikap Antonio.


Diri nya sudah terbiasa, melihat gaya makan pria yang selalu di panggil kakak tersebut.

__ADS_1


Ia pun tidak merasa terganggu atau jijik , selama orang tersebut nyaman dengan apa yang di lakukan , kenapa kita harus kesal dan marah?.


Maya dan beberapa pelayan lain nya, meninggal kan Aelin dan Antonio.


"Kak makan nya pelan- pelan aja.. Ntar keselek lo..." Ujar Aelin memperingat kan Antonio yang terus memasuk kan makanan ke dalam mulut nya.


Bahkan ke dua pipi pria ramah itu, sampai mengembung.


"Laper Ae.. Sejak tadi pagi kakak ngak pernah makan..." Balas Antonio dengan cengiran kuda.


"Iya tapi kalau keselek kakak bisa mati lo..."


Brushhhh...


"Uhuk... Uhuk...."


Makanan yang ada di dalam mulut Antonio langsung menyembur keluar, mendengar ucapan Aelin yang menyumpahi nya mati keselek.


"Ha.. Ha... " Tawa Aelin langsung pecah melihat respon Antonio.


"Uhuk.. Berani kamu ya sekarang sumpahin kakak kayak gitu..!" Geram Antonio dengan wajah yang di buat kesal.


"Ha... Lihat kan baru aja di bilangin.. Dah langsung keselek aja... Untung ngak mati..." Balas Aelin yang masih menjahili Antonio.


Wajah kesal Antonio benar- benar bisa membuat mood Aelin menjadi lebih bagus.


Ia bisa tertawa, walau berada dalam duka.


Jauh di lubuk hati Aelin, diri nya berharap jika Antonio akan selalu berada di sisi nya.


Cukup papy nya, tapi jangan Antonio. Meski mereka tidak memiliki hubungan darah. Tapi Aelin sangat menyayangi pria ramah yang tengah menatap nya marah.


"Kau menghancur kan selera makan ku..." Dengus Antonio berhenti menyuap kan makanan di hadapan nya.


Aelin menghenti kan tawa nya, seperti nya ia sudah tertawa dengan keterlaluan, sehingga membuat Antonio kesal.


Tapi ini lah yang akan terjadi jika mereka bertemu, hanya ada pertengkaran dan kejahilan. Namun hal itu yang membuat hubungan mereka semakin erat dan kuat.


Aelin meraih beberapa lembar tissu di hadapan nya. Lalu mengarah kan tangan nya ke arah bibir Antonio yang kotor.


Aelin mengusap dengan perlahan , sudut bibir Antonio di mana hal tersebut membuat tubuh Antonio tertanam di tempat.


Deg...


Deg..


Deg...


Detak jantung Antonio mulai berdetak dengan tidak stabil.


Menerima sikap Aelin yang begitu manis, membuat diri nya benar- benar terhanyut.

__ADS_1


Rambut Aelin jatuh di pipi bulat dan putih itu, terbawa angin di mana anak rambut Aelin berkibar tertiup angin.


Wajah gadis di depan nya begitu sangat cantik, hampir sempurna.


Bibir merah ranum yang memikat, lalu mata dengan bola mata unik, yang mungkin hanya diri nya yang punya.


Semua hal itu membuat Antonio benar- benar terkutuk menjadi batu, karna terus menyelami pesona seorang Aelin.


"Sangat Cantik...!" Lirih Antonio tanpa sadar, di mana tatapan nya masih memandang wajah Aelin.


"Puffftttt Hua... Ha.... Ha..." Lagi - lagi tawa Aelin pecah, bahkan kali ini lebih besar dari sebelum nya.


Perut nya rasa nya sedang di gerayani oleh ribuan kupu- kupu, sangat menggelikan. Melihat ekspresi wajah Antonio yang terlihat konyol.


Antonio langsung tersadar karna tawa Aelin yang cukup memekak kan telinga.


Astaga apa yang sudah ia katakan?


Bodoh, bibir nya benar- benar kelepasan. Dan sekarang ia menjadi bahan tertawaan Aelin.


Wajah tampan Antonio berubah merah, di mana rasa nya ia ingin melepas kepala nya dan membungkus wajah nya karna malu.


"Jangan tertawa kan aku...!" Ringgis Antonio dengan wajah cemberut.


"Akhir nya kak Antonio mengata kan jika aku cantik... Ini adalah sebuah keberuntungan...!" Sahut Aelin yang masih tertawa di mana wajah nya terlihat bangga.


"Hentikan jika tidak aku akan pulang...!" Ancam Antonio, yang sudah di telanjangi oleh rasa malu.


Mulut Aelin langsung bungkam, setelah mendengar ancaman Antonio yang terdengar tidak main- main.


Ia masih ingin Antonio di sini, ia belum ingin berpisah dari pria yang sudah di anggap kakak sendiri.


...----------------...


...****************...


Apa othor tamatin aja ya karya othor ini... Soal nya pembacanya sepi banget😭


Othor jadi ngak semangat buat ngelanjutin😭


Jika ada yang mau karta ini tetap lanjut... Jangan lupa koment, like, gift, dan vote , dan juga kalau bisa promosiin ya😊


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2