Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Pamit..


__ADS_3

...83😻...


"Aku tidak punya alasan apa pun.. Tapi percaya lah dia bukan pria yang baik..." Ujar Antonio membujuk Aelin untuk mengurung kan niat nya.


"Aku mohon percaya pada ku Aelin, aku tahu semua nya namun saat ini aku tidak bisa mengata kan semua nya pada mu.." Batin Antonio dengan memandang wajah Aelin lekat.


Aelin mencoba mencerna apa yang di kata kan Antonio, namun rasa nya semua itu bukan menjadi alasan untuk diri nya untuk terus menutup hati untuk Davin.


Apa lagi sekarang, ia sudah tidak lagi memiliki seorang sandaran. Dan Aelin masih sangat ingat semua yang di kata kan Davin, yang membuat nya yakin jika ia masih memiliki suami nya, meski awal nya ia tak mengingin kan Davin.


Namun semua nya bisa berubah seiring dengan waktu, cara Davin memperlakukan diri nya, lalu semua perhatian Davin menjadi dasar mengapa Aelin menyanggupi permintaan almarhum ayah nya.


Meski ia tahu apa yang sudah Davin lakukan pada nya, bukan lah hal yang bisa di maaf kan. Tapi entah kenapa hati nya begitu yakin pada Davin.


Antonio menatap kecewa, saat melihat wajah ragu Aelin.


Davin memang sangat handal dalam bersandiwara, bahkan seperti nya pria brengsek itu sudah berhasil mencuri hati Aelin meski tidak sepenuh nya.


"Hmmm aku tidak tahu kak.. Tapi akan ku pikir kan apa yang kakak kata kan tadi..." Ucap Aelin dengan mengembang kan senyum paksa.


Aelin sengaja mengata kan semua itu, meski hati nya ingin menolak namun pasti Antonio akan terus mendesak diri nya.


Antonio menarik tubuh Aelin masuk ke dalan pelukan nya, rasa nya ia tak ingin melepas kan pelukan ini, yang begitu terasa nyaman.


Namun waktu nya ia harus pergi, meninggal kan semua yang ia bangun. Dan mempercaya kan gadis yang di cintai nya di tangan pria brengsek seperti Davin.


"Berjanji lah pada ku Ae... Kau jangan sampai melupa kan apa yang aku kata kan...." Ujar Antonio dengan suara rendah dan penuh penekanan. Di mana pelukan nya semakin erat pada tubuh Aelin.


Bahkan Aelin merasa sesak dengan pelukan Antonio yang seolah - olah ini adalah pelukan terakhir.


"Hmmm...." Dehem Aelin sebagai jawaban untuk Antonio. Meski di hati nya , ia sama sekali tidak ingin berjanji pada Antonio , karna mungkin ia tidak bisa menepati janji itu.


Antonio mengurai pelukan nya, menatap lekat wajah Aelin, di mana ke dua mata nya terlihat memerah karna menahan air mata, yang rasa nya ingin tumpah.


Tapi ia tidak mau melakukan itu, pasti Aelin akan mengejek nya dengan mengata kan jika ia pria yang cengeng.

__ADS_1


Lalu mau di taruh di mana wajah seorang Antonio.?


"Baik lah jika begitu kakak harus pergi.." Ujar Antonio dengan menangkup manja wajah mungil Aelin yang begitu pas di tangan nya.


"Kak Antonio mau kemana?" Tanya Aelin.


"Jangan khawatir kakak mu ini akan segera kembali... Tapi berjanji lah kau akan menjaga diri mu sampai kakak kembali..."


Aelin mengerjit semakin bingung dengan perkataan Antonio. Di mana perkataan nya seperti ia akan pergi jauh dan kembali dalam waktu yang sangat lama.


Perasaan Aelin terasa resah, dengan rasa takut jika Antonio akan pergi dari nya.


"Kak.. Kakak Akan pergi kemana? kenapa kakak mengata kan semua itu? Aku merasa kakak akan meninggal kan ku.?" Cecar Aelin dengan wajah yang berubah panik, di mana tangan nya menggenggam tangan Antonio erat.


Apa pun yang terjadi ia tidak akan membiar kan Antonio pergi, ia tidak ingin kehilangan orang yang menyayangi nya.


Hati Antonio benar- benar terasa teriris sembilu, mendengar pertanyaan Aelin, yang merasa kan jika kali ini ia akan pergi dalam waktu yang lama.


"Sssttt... Tenang lah... Kakak akan selalu ada di hati mu.. Kakak akan selalu melindungi mu.. Kakak akan segera kembali.. Kau harus bertahan kakak yakin kau adalah gadis yang kuat... Kakak tidak akan pergi jauh, kakak hanya pergi untuk mencari pekerjaan... Aelin mengerti kan jika papy sudah meninggal kan kita.. Itu arti nya kakak juga kehilangan pekerjaan kakak..." Ujar Antonio dengan memberi kan sebuah alasan untuk menenang kan Aelin.


"Sekarang tersenyum lah peri cantik..." Antonio mengulum senyum nya. Begitu pula dengan Aelin yang mencoba menepis pikiran negatif yang ada dalam pikiran nya.


Namun hanya Antonio yang mengetahui itu, bersamaan dengan perpisahan ini sosok Antonio yang di kenal Aelin sebagai asisten ayah nya akan mati.


Dan di masa depan , diri nya akan hadir dengan membawa identitas nya sendiri, dan tentu saja menjadi sosok yang jauh lebih kuat.


Antonio berharap, jika waktu itu tiba diri nya masih bisa melihat ke dua mata indah Aelin yang menatap nya dengan penuh kasih sayang.


Antonio berharap jika waktu itu tiba, Aelin bisa mengerti kondisi nya dan situasi rumit yang ia alami saat ini.


Antonio mendekat kan wajah nya, di mana kini jarak wajah antara ke dua nya semakin terkikis.


Cup..


Satu kecupan dalam mendarat di kening Aelin, di mana Antonio langsung menarik diri nya dan mengusap jahil rambut Aelin.

__ADS_1


" Baik lah sekarang kakak harus pergi..." Seru Antonio dengan mengulum senyum lebar dan termanis yang ia miliki.


Melihat senyum manis Antonio , bibir Aelin juga menipis.


Rasa nya beban nya sedikit berkurang melihat senyum Antonio yang begitu tulus.


Pria di hadapan nya selalu bisa membuat nya tersenyum dan tertawa.


"Baik lah.. Kak Antonio aku akan mengantar diri mu ke depan.. Oh ya terimakasih sudah menyempat kan waktu kakak untuk menemani ku, aku pasti akan sangat merindu kan mu... Aku akan sering menelpon diri mu.. Jadi jangan pernah memati kan telpon atau mengganti nomer ponsel mu..." Ucap Aelin dengan gaya seorang ibu yang sedang berpesan kepada putra nya, di mana jari telunjuk nya terus bergerak di hadapan wajah Antonio.


"Maaf tapi aku tidak bisa berjanji Aelin... Aku pasti akan segera kembali pada mu..." Batin Antonio menjawab ocehan Aelin di dalam hati nya.


Antonio hanya tersenyum kaku, sembari tangan nya mencubit gemas pipi Aelin.


"Jangan mencubit wajah ku lagi...!" Pekik Aelin kesal dengan bibir yang mengerucut ke depan.


"Bahkan rasa nya aku ingin mencium mu..." Goda Antonio yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aelin.


"Ayo... Aku akan mengantar kakak sekarang.. " Ketus Aelin yang langsung menarik tangan Antonio.


...----------------...


...****************...


Jika ada yang mau karta ini tetap lanjut... Jangan lupa koment, like, gift, dan vote , dan juga kalau bisa promosiin ya😊


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2