
...45🐳...
Cittttttt.....
Davin langsung menginjak pedal rem mendadak, membuat mobil tersebut berhenti dengan tiba- tiba.
"Apa itu benar Darren?" Tanya Davin dengan raut wajah sumringah penuh sinar bahagia.
Bagaimana tidak ia tidak bahagia, saat mendengar kabar kedatangan dokter ahli saraf yang sangat terkenal di seluruh dunia.
Bahkan untuk menemui nya juga sangat sulit, bahkan Davin sudah menunggu selama dua bulan lama nya hanya untuk mendatang kan dokter Nashila itu untuk merawat istri nya.
Sebuah harapan cahaya datang menyapa Davin, seolah kefrustasian nya selama ini serta keputus asaan nya menanti sang pujaan hati agar cepat sadar seperti nya akan segera terjadi.
Wajah garang dan penuh amarah Davin, hilang seketika berganti kan dengan wajah bahagia bahkan ke dua sudut mata tajam nya sampai berair.
"Iya Tuan... Saat ini saya sedang dalam perjalanan untuk ke Villa..." Jawab Darren.
"Baik lah jika begitu aku akan segera ke sana..." Seru Davin dengan semangat yang menggebu- gebu.
Dengan cepat, ia memutar balik arah mobil nya. Melajukan benda besi itu menuju Villa di mana kini hati nya sedang berada.
Sementara tujuan awal nya untuk menjemput Aelin ia lupakan dengan begitu mudah, saat mendengar kabar yang sudah sangat lama ia tunggu- tunggu.
Akhir nya diri nya bisa merasa lega, setelah sekian lama hidup tertekan dengan segala beban pikiran dan rasa takut akan kehilangan.
Ia yakin sebentar lagi Syaila akan sadar, dan diri nya bisa lagi menggenggam tangan wanita yang meratui hati nya.
Mendengar gelak tawa, lalu senyuman manis serta kejahilan istri nya yang sudah membuat nya hampir mati karna rindu.
"Sebentar lagi sayang... Kita akan bersama lagi... Aku tidak akan membiar kan kamu pergi lagi diri ku..." Gumam Davin dengan kebahagian yang meluap- luap.
Ia sungguh tidak tahu, harus seperti apa ia mengekspresi kan rasa bahagia nya.
Rasa nya ingin berteriak dan memberi tahu seluruh dunia jika penantian panjang nya akhir nya terbayar.
Ratu hati nya akan segera sadar.
Ratu hati nya akan segera bangun dari tidur panjang nya.
Ratu hati nya akan kembali dalam pelukan nya.
Hati Davin terus berdebar tidak karuan.
Entah mengapa jalanan yang selalu ia lewati terasa begitu jauh, ia benar- benar tidak sabar untuk segera sampai di villa.
...----------------...
__ADS_1
Seorang wanita berusia empat puluh tahun tengah menatap tubuh seorang wanita yang jauh lebih muda dari nya.
Di mana tubuh wanita itu terlihat kurus, dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuh nya.
Wajah cantik nya yang putih , dengan rambut hitam terurai panjang benar- benar menyakin kan seorang wanita yang memakai pakaian putih khas dokter itu , jika wanita itu adalah wanita yang cantik.
"Dokter Nashila...!" Panggil Darren yang tiba- tiba masuk ke dalam ruangan kayu tersebut.
Wanita paruh baya, yang sejak tadi memandangi pasien nya, langsung mengalih kan pandangan nya pada Darren, di iringi senyuman ramah yang menghanyut kan.
"Tuan akan segera sampai... Jika dokter ingin beristirahat lebih dulu, saya akan mengantar kan dokter ke kamar... Dokter pasti sangat letih karna perjalan yang cukup jauh..." Seru Darren lagi dengan sopan.
"Lebih baik saya menunggu Tuan Davin, untuk menanya kan kondisi sebenar nya Nyonya Syaila... Lebih cepat saya bisa mengambil langkah untuk metode penyembuhan.. Akan semakin baik untuk pasien dan saya..." Jawab Dokter Nashila tak kalah sopan.
"Baik lah jika begitu..." Darren membungkuk kan tubuh nya, sebelum keluar dari ruangan kayu dengan bau obat- obat yang sangat menyengat.
Namun jujur di dalam hati nya, Darren bersyukur akhir nya hari yang di nanti oleh majikan nya akhir nya tiba.
Di mana Nyonya Syaila akan mendapat penanganan dari dokter ahli yang tak pernah gagal dalam kasus nya.
Ia berharap Nyonya Syaila akan cepat tersadar dan kembali membawa kebahagian dalam hidup majikan nya yang selalu menggila dan putus asa setiap hari nya.
Namun raut wajah Darren langsung melemas, saat mengingat perempuan kecil yang sudah sangat menderita karna menjadi pelampiasan majikan nya.
Aelin.
Pasti nya ia akan di campak kan, atau di buang di pinggir jalan.
Darren meringgis membayang kan hal itu, hati nya sedikit tercubit untuk mengasihani nasib Aelin yang sungguh tragis.
Sementara mobil Davin akhir nya berhenti di depan gerbang villa. Di mana ia langsung turun dari mobil dengan wajah berseri bahagia.
Bahkan bibir nya tak henti untuk melempar senyum bahagia.
Dua orang penjaga yang berjaga di gerbang, bahkan di buat nya melongo karna melihat sang majikan dingin dan angkuh itu ternyata bisa tersenyum.
Bahkan yang lebih mengejut kan lagi, Davin memeluk setiap penjaga yang berjaga dengan erat, seolah ingin membagi kebahagian yang begitu besar yang ia rasa kan.
Seluruh jantung para penjaga rasa nya langsung merosot jatuh ke dasar perut mereka.
Karna saking kaget nya dengan sikap Davin, yang terlihat tenang. Seperti pertanda sebelum badai datang.
"Aku sangat bahagia...!" Seru Davin dengan memeluk penjaga pintu dengan bersemangat, yang di respon dengan wajah melongo dari sang penjaga.
Bibir Davin semakin melebar saat melihat asisten kesayangan nya Darren yang tengah berdiri di depan pintu kamar, yang selama dua bulan ini selalu rutin ia kunjungi.
Darren mengangat wajah nya, mendapati sang majikan yang sudah berdiri tak jauh dari tempat nya sedang tersenyum dengan begitu lebar.
__ADS_1
Setelah sekian lama, akhir nya ia kembali bisa melihat senyum di bibir majikan nya, meski sejujur nya hati nya saat ini risau dengan takdir Aelin.
Entah tapi ia juga tidak mengerti kenapa ia mengkhawatir kan nasib gadis kecil itu.
Mungkin karna nasib nya yang sangat menyedih kan membuat Darren sedikit iba dan kasihan.
Davin berlari menuju kamar yang selama ini di tempati oleh sang istri tercinta.
"Darren...!" Davin langsung menubruk tubuh tegap Darren, dan memeluk nya dengan erat.
"Selamat tuan... !" Seru Darren dengan menyungging kan senyum tipis, dan membalas pelukan sang majikan.
Air mata Davin meleleh begitu saja, ia sungguh tidak bisa membendung kebahagian besar ini.
"Terimakasih Darren kamu tidak pernah mengecewakan ku..." Puji Davin dengan mengurai pelukan nya.
Baru tadi ia di umpat dan dimaki oleh Davin, dan sekarang ia malah dipuji oleh sang majikan.
Apa kah itu arti nya ia tidak jadi di pecat?
Tanya Darren dalam hati, melihat perubahan sikap sang majikan yang sudah seperti cuaca.
Ketika berhubungan dengan Aelin maka majikan nya akan berubah menjadi iblis. Namun jika berhubungan dengan Syaila maka ia menjadi seorang pria yang baik.
...----------------...
...****************...
hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...
Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙