Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Flasback Of


__ADS_3

...182...


Lia terbelalak melihat apa yang di lakukan Arjun. Ternyata dugaannya benar. Jika wanita itu bukanlah Tante Arjun melainkan pacarnya. Sementara Aelin terpaku dengan air mata yang mulai merembes di wajahnya. Hatinya di patahkan melihat Arjun mencium tangan wanita lain. Dengan perlahan Aelin bangkit dari duduknya dan berlari ke arah toilet meninggalkan Lia yang masih asik merekam Arjun dan wanita seksi itu.


Syaila mengeluarkan segepok uang dari saku tas Branded miliknya. Lalu menyodorkannya pada Arjun. Arjun tersenyum lebar melihat uang sebanyak itu ada di depan matanya.


"Apa uang ini cukup untuk membeli satu malam bersamamu?" tanya Syaila dengan menggigit bibir bawahnya menggoda.


Tanpa malu, Arjun langsung menyambar segepok uang itu dengan ke dua mata berbinar. Dalam waktu yang sangat singkat, ia bisa mendapatkan uang sebanyak ini hanya dengan menemani wanita bermalam.


"Aku akan menambahkan uangnya. Jika kamu berhasil memuaskanku di atas ranjang." Syaila mengelus punggung tangan Arjun dengan lembut.


"Tentu saja Nona, aku akan membuatmu menjerit sepanjang malam," balas Arjun dengan menampilkan senyum seksinya, yang semakin membuat gairah Syaila terbakar.


Lia yang melihat dan mendengar pembicaraan Arjun, membuka mulutnya tidak percaya. Ia semakin memfokuskan kamera ponselnya.


Sementara Aelin yang kini berada di toilet. Memukul dada sebelah kirinya dengan tangis sesenggukan. Ia sangat sakit hati melihat Arjun dengan wanita lain. Ia sangat cemburu. Apalagi wanita itu adalah kekasih Arjun yang bernotabene adalah tunangannya.


"Hiks ... hiks ..., kenapa Arjun tega mengkhianatiku," tangis Aelin dengan menutup wajahnya. Rasanya saat ini hatinya hancur berkeping-keping seperti terkena bom yang langsung meluluh-lantakan semuanya.


Ia sudah berjuang sangat gigih, tapi kenapa harus wanita lain. Kenapa Arjun tidak pernah melihat ke arahnya?


Aelin menatap pantulan dirinya pada cermin. Wajahnya terlihat sembab, dengan mata bengkak serta ujung hidungnya yang memerah. Sungguh ia terlihat sangat jelek.


"Tidak, aku sangat mencintai Arjun. Dia itu tunanganku, aku tidak akan membiarkan wanita lain mengambil Arjun. Lihat saja, aku akan memberikan wanita tua itu pelajaran sehingga dia berhenti untuk menggoda tunanganku," gumam Aelin dengan tekad yang sudah bulat. Perjuangan dirinya untuk mendapatkan Arjun tidak boleh sia-sia.


Aelin segera keluar dari toilet dengan wajah marah. Ia berlari dengan cepat untuk segera mencapai wanita itu.


Aelin berhenti di samping Lia, ternyata sahabatnya itu masih setia merekam dua orang yang sedang berselingkuh.


"Li, sekarang kamu kirim rekaman itu ke ponselku," bisik Aelin dengan nada memerintah.


"Ih, apaan sih Ae. Ini lagi seru, nanti aja deh aku kirimnya ya," timpal Lia setengah berbisik dengan tatapan fokus pada Arjun dan juga wanita itu.


Aelin mendengus semakin kesal. Tanpa basa-basi, Aelin merampas ponsel Lia begitu saja. Lalu mengirim video tersebut ke ponselnya. Ia akan melabrak wanita tua itu serta Arjun, ia akan menggunakan video ini sebagai alat bukti jika mereka menyangkal.


Lia yang masih belum mencerna apa yang terjadi, semakin terkejut bukan main saat melihat Aelin yang pergi ke arah Arjun.


"Astaga," lirih Lia yang langsung mengejar Aelin. Ia tidak menduga jika Aelin senekat ini. Namun, ia juga merasa senang melihat keberanian sahabatnya itu.

__ADS_1


Aelin melangkah dengan mantap mendekat ke arah Arjun yang masih bermesraan dengan wanita itu. Aelin sangat marah dan juga tidak terima dengan perselingkuhan Arjun.


Brak!


Aelin memggebrak meja Arjun dengan begitu keras. Hingga ke dua pasangan yang ketahuan selingkuh itu terlonjak kaget.


"Aelin," lirih Arjun menatap Aelin dengan tatapan terkejut.


Plak!


Tanpa menunggu terlalu lama, Aelin melayangkan tamparan keras pada wajah wanita itu. Rasanya saat ini ia ingin sekali menjambak rambut wanita genit itu, sampai botak.


Lia menutup mulutnya melihat Aelin yang berani menampar orang lain. Sungguh kemajuan yang luar biasa.


"Berani sekali kamu menggoda tunanganku!" hardik Aelin dengan kemarahan menggebu-gebu. Bahkan wajah cantiknya terlihat sangat mengerikan.


Syaila mengusap pipinya yang terasa panas dan juga kebas, lalu menatap Aelin dengan tatapan penuh amarah. Ke dua tangan Syaila terkepal dengan erat. Ia tidak terima di permalukan seperti ini di depan umum.


"Siapa dia?" tanya Syaila melempar pertanyaan pada Arjun yang terlihat bingung.


"Aku adalah tunangannya!" teriak Aelin dengan cepat.


"Arjun, kamu membela wanita murahan itu? Arjun kita ini sudah bertunangan. Kenapa kamu malah menjalin hubungan dengan wanita tua seperti dia?" cecar Aelin dengan wajah tidak percaya Arjun malah membela wanita itu.


Di sebut wanita tua, darah Syaila terasa mendidih.


"Hei kau gadis tengil, berani sekali kamu mengataiku seperti itu. Kamu jangan mengaku-ngaku sebagai tunangannya karna dia milikku," sarkas Syaila dengan menunjuk wajah Aelin dengan jarinya.


"Diam kau, seharusnya di usiamu sekarang kamu fokus melayani suamimu. Bukan malah menggoda tunanganku," balas Aelin dengan perkataan yang tak kalah pedas.


"Cukup Aelin!" bentak Arjun dengan menatap Aelin dengan mata melotot.


"Jangan menuduhku dengan tuduhan menjijikkanmu itu," imbuh Arjun yang sedikit takut. Jika sampai Aelin tahu ia menjual diri pada wanita yang haus akan belaian maka reputasinya menjadi siswa terbaik akan hancur.


Aelin memperlihatkan layar ponselnya pada Arjun dan juga Syaila. Ia sudah menduga jika ke dua orang ini akan menyanggah. Namun, ia sudah memiliki bukti untuk membuktikan pengkhianatan Arjun.


Deg


Syaila dan Arjun membulatkan ke dua mata mereka, ketika melihat video dirinya dan juga Syaila. Ke dua wajah mereka terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Lihat ini, aku punya bukti perselingkuhan kalian. Dan kau wanita penggoda tunangan orang. Aku akan memberikan video ini kepada suamimu, agar dia tahu kelakuan rendah dan hina istrinya," ujar Aelin yang langsung melenggang pergi.


Syaila yang gelagapan serta takut dengan ucapan Aelin segera menyusul Aelin. Ia tidak mau jika suaminya melihat video itu, maka sudah di pastikan hidupnya akan tamat.


Aelin yang menyadari Syaila mengejarnya. Ia semakin mempercepat langkahnya. Ia akan memberikan pelajaran pada wanita itu. Aelin segera menyebrang ke arah sisi jalan di depannya. Begitu pula dengan Syaila yang masih mengejar Aelin.


Namun, saat Syaila menyebrang jalan ia tidak melihat sebuah truk besar melaju dengan sangat cepat dari arah kirinya. Syaila yang begitu diselimuti rasa takut, tidak menyadari truk besar itu.


Brak!


"Aaaaaaa!"


Bruk!


Tubuh Syaila tertabrak oleh truk besar itu. Tubuh Syaila terpelanting tiga meter dari tempat kejadian dan berguling-guling ke tengah jalanan.


Suara teriakan histeris seketika terdengar. Aelin langsung membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya ia saat melihat wanita itu sudah bersimbah dengan darah.


Waktu seakan berhenti berputar di dunia Aelin. Tatapannya terpaku pada darah yang bersimbah di jalanan. Detak jantungnya untuk sesaat terasa berhenti bekerja.


"Ae, ayo kita pulang!" seru Lia yang langsung menggiring pergi tubuh Aelin yang terlihat pucat pasi melihat tabrakan yang begitu mengerikan.


Banyak orang mulai berdatangan untuk membantu Syaila. Suara jeritan orang-orang dan sirena mobil ambulans melenggking begitu nyaring.


Flasback Off


...----------------...


...****************...


Ternyata itu masalah si Syaila.. Gila si Arjun menjual dirinya sendiri.


Othor udah crazy UP nih. Vote and tipsnya mana? Kalau ngak ada othor ngambek nih ngak mau UP lagi😡


Jangan lupa


like


koment

__ADS_1


gift


__ADS_2