
...114💛...
"Jadi kamu menikah dengan om om..." Selosor Lia dengan kaget. Belum selesai rasa terkejut diri nya.
Sebuah fakta baru mencuat, jika suami sahabat yang sangat cantik adalah seorang om- om tua.
"Aku rasa kamu sudah gila Aelin..." Lanjut Lia dengan memukul kepala nya sendiri yang rasa nya kini mau pecah.
"Aku masih waras Li.. Kamu percaya pada ku bukan..?" Aelin merengkuh pundak sahabat nya.
Ia tahu Lia sangat syok mendengar tentang diri nya.
"Aku percaya tapi aku mohon.. Lebih baik kamu meninggal kan pria tua itu.. Aku sangat khawatir pada mu.. Kamu bisa tinggal di rumah ku.. Dan kita akan menata hidup mu kembali.. Dan semua nya pasti akan membaik..." Wajah Lia berubah memelas.
Ia tidak ingin Aelin hidup bersama pria yang sudah menghancur kan hidup sahabat nya itu.
Ia sama sekali tidak terima. Sudah cukup Aelin menderita karna ulah pria tua itu.
Ia tidak mungkin membiar kan Aelin bersama singa berbahaya, yang kapan pun bisa menerkam sahabat cantik nya.
"Hmmm Aku benar- benar sangat terharu melihat Lia ku khawatir pada ku..." Aelin memasang wajah penuh cinta dan langsung menarik tubuh Lia dalam pelukan nya.
Memeluk tubuh Lia dengan begitu erat hingga membuat tubuh Lia terasa remuk.
"Lepas kan aku Aelin.. Kamu ingin aku mati muda..." Dumel Lia dengan kekehan kecil.
Ia paling tidak bisa melihat wajah penuh cinta Aelin yang sangat menggelikan bagi nya.
"Ha... Ha..." Aelin tertawa melihat sikap Lia yang kini sudah kembali tersenyum pada nya.
Sungguh membujuk sahabat bar- bar membutuh kan banyak waktu.
"Tapi sungguh Lin.. Kamu lebih baik tinggal bersama ku.. Aku sama sekali tidak percaya dengan pria yang bernama Davin itu..." Renggek Lia yang masih mencoba membujuk Aelin untuk mau meninggal kan Davin.
"Tidak Lia.. Jangan khawatir aku bisa menghadapi semua nya.. Apa lagi sekarang hubungan ku dengan Om Davin semakin baik... Dia juga tidak jahat seperti yang kamu pikir kan.. Meski orang telah membuat kesalahan tapi bukan berarti mereka tidak memiliki kesempatan... Jika kamu masih tidak percaya, aku akan membawa mu bertemu dengan om Davin.. Setelah kamu berkenalan dengan nya.. Baru kamu bisa menilai nya... Ingat jangan menilai seseorang hanya dari cover nya.. Tapi lihat lah orang itu dari hati nya..."
"Yah sama dengan ku.. Semua orang hanya melihat ku sebagai brandalan sekolah.. Padahal nyata nya aku orang yang asik..." Sosor Boy yang tiba- tiba datang dengan membawa dua botol minuman. Yang langsung di sodor kan pada dua gadis di hadapan nya.
"Tapi kamu memang brandalan sekolah... Kamu sering membuat rusuh..." Timpal Lia pahit membuat kepercayaan diri Boy langsung menciut seperti kerupuk yang terkena air.
"Jika dia brandalan sekolah... Kenapa kamu masih mau dekat- dekat nya?" Goda Aelin dengan mengedip kan mata nya genit pada Lia.
__ADS_1
Sementara Boy sedikit canggung.
"Ya karna dia yang selalu membuntuti ku..." Timpal Lia dengan percaya diri. Yang langsung membuat Boy membuka mulut nya lebar.
Ia sama sekali tidak terima dengan apa yang di kata kan Lia.
Harga diri nya sebagai pria ternoda seketika.
"Hei.. Gue ngak pernah membuntuti lo ya.. Ya kali gue jadi penguntit cewek bar- bar kek lo.. Ogah gue..."
"Apa lo bilang gue cewek bar- bar.. Emang ya lo emang rabun akut tau ngak.. Siapa yang ngejer- ngejer gue mau ikut ke rumah Aelin hah?" Timpal Lia tak mau kalah.
"Iya emang gue.. Tapi sekarang gue kan ngak lagi mau ngejer Aelin.. Orang dia udah nikah.. Jadi gue mau mundur alon- alon..." Dengus Boy yang merasa hati nya ngilu karna patah hati.
"Terserah lah yah.. Awas aja kalau nanti lo ikut gue... Gue ntar pulang sekolah mau ketemu sama suami Aelin.. Awas lo kalau mau ikut..." Ancam Lia yang menatap Boy bermusuhan.
Boy yang mendengar rencana Lia langsung menekuk wajah nya.
Lia selalu berhasil membuat diri nya merasa terancam.
"Yah jangan gitu donk Lia cantik.. Kita kan besti kok besti nya di tinggal sendiri sih..." Rajuk Boy membujuk Lia agar tidak marah.
Tentu saja ia tidak boleh hilang kesempatan untuk melihat secara langsung pria yang di nikahi Aelin.
Ia sih berharap lebih buruk.
"Ngak kali ini gue ngak mau ajak Lo.. Siapa suruh lo ngata- ngatain gue.. Sekarang malah baik- baikin gue .." Sinis Lia membuang wajah nya.
Boy dengan kecepatan kilat langsung menyambar tangan Lia dan menggengam nya erat.
Hal itu sontak membuat Lia membulat kan mata nya.
Di mana lagi- lagi jantung nya berdegup dengan tidak normal karna ulah Boy.
"Plese deh Lia cantik.. Sumpah tadi mulut gue ngak sengaja bilang gitu... Kan lo berangkat sama gue.. Jadi pulang nya harus sama gue donk... Kan lo ngak bawa supir jadi lo mau pulang sama siapa.. Ya kali gadis cantik seperti lo pulang sendiri... Tentu gue tidak akan membiar kan nya..." Boy masih berusaha membujuk Lia yang sedang terlihat marah.
Sementara Aelin yang dari tadi diam, hanya tersenyum lucu melihat intraksi pertengkaran antara ke dua nya.
Yang terlihat sangat menggemas kan. Jika di lihat ternyata Boy adalah pria yang baik meski dari penampilan dia terlihat seperti brandalan sekolah.
Aelin juga merasa kan jika ada yang sedikit berbeda dari sahabat nya Lia.
__ADS_1
Di mana Aelin bisa melihat wajah memerah Lia.
Apa Lia menyukai Boy?
Pikir Aelin dengan memicing kan mata nya.
"Lia cantik aku mohon ajak lah pria lucu ini..." Bujuk Boy dengan memasang wajah anjing manis.
"Lia... Dia memohon..." Sela Aelin sambil menoel dagu Lia manja.
Lia terlihat salah tingkah. Dan hal itu tertangkap oleh Aelin.
"Tapi... Tapi... Baik lah kamu akan ikut...." Jawab Lia pasrah.
Boy yang mendengar hal itu langsung berbinar, di mana tangan Lia yang ada di genggaman nya langsung di cium dengan rakus.
Yang lagi- lagi membuat Lia terperanggah dengan gelenyar aneh yang mulai berdesir dalam tubuh nya.
"Kalian memang sangat cocok... Kenapa tidak pacaran saja..." Seru Aelin yang langsung membuat Boy dan Lia menatap nya dengan tajam.
"Baik lah... Aku hanya bercanda... Ayo kita kembali ke kelas.. Boy terimakasih untuk minuman nya..." Ucap Aelin cepat yang langsung beranjak pergi.
Ia sedikit ngeri melihat tatapan horor ke dua orang itu.
"Ayo..." Timpal Lia yang langsung berlari menyusul Aelin dan meninggal kan Boy di belakang nya.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙