
...96💛...
Antonio menatap lekat bangunan mewah dan megah di depan nya.
Bangunan bak istana dengan detail styles yang benar- benar sempurna.
Karya tangan yang begitu indah, namun tidak untuk di mata nya.
Bagi nya bangunan ini sama saja dengan penjara yang terus membelengu diri nya.
Setelah bertahun- tahun, akhir nya ia kembali memijak kan ke dua kaki nya di rumah ini.
Terasa berat dan enggan namun pada akhir nya ia harus kembali.
Pemandangan di hadapan nya tetap sama, sama seperti terakhir kali nya. Sebelum ia pergi dan menghilang di tengah- tengah campur aduk masyarakat.
Tak bisa di pungkiri jika tempat yang menjadi saksi masa kecil nya ini sedikit membuat hati nya rindu.
Namun tuntutan yang besar dan juga tidak ia sukai pun berasal dari tempat yang sama.
Antonio menghembus kan nafas nya kasar, lalu melangkah kan kaki nya dengan tangan nya menarik koper.
Antonio mendorong pintu besar yang menjulang tinggi di depan nya, di mana netra nya langsung di sapa dengan pemandangan yang begitu familiar.
Seorang pelayan yang sedang membawa nampan, melebar kan ke dua mata nya melihat kehadiran sang anak majikan yang akhir nya pulang, setelah bertahun- tahun pergi.
Bahkan ke dua mata nya hampir keluar dari cangkang nya karna tidak percaya dengan pemandangan yang ia lihat.
Antonio menarik koper nya masuk ke dalam rumah, rumah yang besar namun sepi seperti rumah hantu.
Jangan kan kebisingan derap langkah kaki pun tak terdengar sama sekali.
"Tuan Muda...!" Seru sang pelayan setelah melewati masa keterkejutan nya. Lalu segera membungkuk kan tubuh nya memberi hormat pada Antonio.
Antonio hanya melirik sang pelayan sekilas, tanpa mengubris atau pun kembali menyapa.
"Tuan saya akan membawa kan koper anda..!" Seru sang pelayan lagi, lalu mengambil alih koper Antonio.
Antonio tidak menolak sedikit pun, membiar kan sang pelayan mengambil koper nya.
Namun baru beberapa langkah, sang pelayan berhenti karna pertanyaan dari Antonio.
"Papa di mana?"
Sang pelayan memutar tubuh nya menghadap pada Antonio, dengan kepala tertunduk dalam.
__ADS_1
"Tuan ada di taman belakang Tuan..!" Jawab sang pelayan dengan nada penuh hormat.
Antonio pun melangkah kan kaki nya kembali, meninggal kan sang pelayan menuju tempat yang di kata kan.
Sudah sangat lama ia tidak melihat wajah sang ayah yang pasti nya sudah mengkeriput dengan uban yang mulai memenuhi kepala nya.
Ia sedikit rindu dengan pria tua dan cerewet itu, namun tetap saja ia merasa sedikit kesal karna sang ayah terus menekan dan membujuk diri nya untuk mengganti kan posisi nya, dan yang pada akhir nya pria tua itu berhasil dan keinginan nya terkabul.
Derap langkah kaki Antonio memelan saat netra nya menangkap sosok pria baruh baya yang sedang duduk di kursi panjang taman dengan ke dua tangan yang sedang asik memain kan tablet.
Di mana wajah tua nya berseri dengan begitu indah dengan senyum melengkung sempurna.
Tubuh gempal nya di baluti oleh sweter dengan syal yang melingkar di leher nya, lalu topi yang menutupi kepala.
Sinar matahari yang mulai meremang, menerpa bagian kaki.
Srak..
Tap..
Tap..
Tuan Alexxander mengalih kan perhatian nya, saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah nya.
Sebuah senyum lebar terbit di bibir nya, bahkan ke dua mata nya kini berkaca- kaca saat melihat di hadapan nya sudah berdiri sosok yang paling di rindukan, tak lain dan tak bukan Antonio putra nya.
Ia sangat terharu, akhir nya putra satu- satu nya dalam keluarga nya pulang. Dan setelah sekian lama akhir nya ia bisa melihat wajah putra nya.
Tanpa pikir panjang, Tuan Alexxander menghambur memeluk putra nya.
Meluap kan rasa rindu yang sudah menumpuk selama bertahun- tahun.
"Hiks..." Isakan tangis kecil yang keluar dari bibir nya, bisa di dengar oleh Antonio.
"Pa.. Papa sekarang semakin cengeng.. Ingat Usia...!" Ujar Antonio dengan kekehan nya, lalu menepuk punggung sang Ayah.
Wajah rindu Tuan Alexxander langsung sirna di ganti kan dengan wajah sembraut karna mendengar ucapan putra nya.
Ia hanya terharu tapi malah di katai cengeng.
Memang putra nya adalah putra kurang ajar.
Pekik nya dalam hati.
Tuan Alexxander pun langsung melepas pelukan nya dan kembali duduk seperti semula.
__ADS_1
Antonio yang melihat perubahan raut wajah sang ayah, hanya bisa tersenyum tipis lalu duduk di samping sang ayah. Menikmati pemandangan taman yang cukup indah di mana bunga- bunga bermekaran tanpa beban.
"Apa sekarang papa senang? "Seru Antonio membuka pembicaraan.
"Tidak.. Lebih baik kau pergi saja lagi.." Ketus Tuan Alexxander namun terkesan manja.
Bibir Antonio terkekeh mendengar ucapan sang ayah, ayah nya tidak pernah berubah selalu bersikap kekanak- kanakan di hadapan anak- anak nya.
Berbeda sekali saat menjalan kan pekerjaan nya, bahkan ayah nya lebih seram dan lebih dingin dari iblis dari neraka.
"Baik lah jika papa menyuruh ku.. Aku dengan senang hati akan pergi..." Jawab Antonio dengan menggoda sang ayah.
"Jika kau berani keluar dari rumah ini.. Jangan harap kau akan melihat ke dua kaki mu lagi.." Ancam Tuan Alexxander dengan tajam.
"Aku tidak akan pergi.. Jadi papa tidak perlu repot- repot untuk memotong kaki ku.. Aku sudah kembali dan akan menuruti keinginan papa itu..."
Ke dua sudut bibir Tuan Alexxander terangkat, akhir nya keinginan nya akan segera terwujud.
Tuan Alexxander menatap lekat Antonio, yang kini tersenyum namun di paksa kan.
Tuan Alexxander menepuk bahu sang anak, dengn sorot mata kebebasan.
"Akhir nya setelah sekian lama kau mau mengganti kan posisi papa.. Berhenti lah menjadi anak durhaka dan berbakti lah pada ku..." Ujar Tuan Alexxander dengan nada bicara sebagai pemenang.
"Sebenar nya aku tidak akan mau kembali jika bukan karna sebuah tujuan..." Antonio mengedar kan pandangan nya, lalu menyadar kan tubuh nya. Tentu saja ia sedikit sebal melihat wajah sang ayah yang menatap nya penuh kemenangan.
"Apa pun tujuan mu.. Yang penting aku bisa terbebas dari pekerjaan ini dan impian ku untuk bisa menikmati hari tua tanpa beban akhir nya terwujud.." Bibir Tuan Alexxander terkekeh riang.
"Dasar licik.. Dia melimpah kan semua nya pada ku. Dan dia malah ingin bersantai..." Dumel Antonio dalam hati.
"Aku sudah menyiap kan acara pesta penobatan mu.. Aku sudah menyiap kan semua nya dengan meriah, dan untuk syarat yang kamu ajukan aku juga sudah melakukan nya.."
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙