Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Hotel 2


__ADS_3

...66🌱...


Aelin mendengus kasar, seperti banteng yang siap menyeruduk kain merah.


Nafas nya benar- benar memburu mendengar perkataan absurd Davin.


Aku sudah melihat semua nya...


Aku sudah melihat semua nya...


Aku sudah melihat semua nya...


Aelin menggeleng- geleng kan kepala nya dengan cepat, saat kata- kata Davin terus terngiang- ngiang di kepala nya.


Astaga pria itu sangat mesum. Batin Aelin dengan memeras wajah nya dalam.


Ingin rasa nya saat ini ia menendang Davin hingga keluar dari bumi.


Bahkan kini bisa terlihat, asap yang keluar dari ke dua telinga Aelin.


Aelin memejam kan ke dua mata nya, menetralisir emosi yang sedang meledak- ledak dalam diri nya.


"Sabar Aelin...." Batin Aelin menghembus kan nafas nya perlahan.


Sementara di dalam Toilet, Davin terkekeh geli.


Bahkan bibir nya masih belum bisa berhenti untuk tertawa.


"Astaga dia ternyata lucu sekali..." Gumam Davin yang tanpa sadar memuji Aelin.


Entah kemana pergi nya rasa benci dalam diri Davin, bahkan ia pun tak sadar jika sekarang ia tertawa karna melihat wajah mungil Aelin yang memerah karna kesal.


Seperti nya menggoda dan menjahili Aelin akan menjadi mainan baru nya.


Davin menyugar rambut nya pelan, lalu menurun naik kan ke dua alis nya dengan bibir yang masih tertawa.


...----------------...


"Sayang.... Bisa kah kau ambil kan baju ku...!!!" Teriak Davin dari dalam kamar mandi yang langsung membuat Aelin terkejut setengah mati.


Tubuh Aelin langsung berdesir hebat mendengar permintaan Davin yang tidak mungkin ia lakukan.


"Aelin apa kau mendengar ku...!" Teriak Davin lagi kini dengan menyembul kan kepala nya keluar dari pintu, dan mendapati Aelin yang mematung berdiri seperti patung.


"Om ambil saja sendiri, aku tidak mau..." Tolak Aelin dengan tersendat.


Demi apa pun ia tidak mau menuruti permintaan Davin.


Bagaimana jika ia memberi kan baju pada Davin, tanpa sengaja ia melihat sesuatu yang aneh.


Memikir kan nya saja membuat bulu roma Aelin berdiri.


Aelin menghempas kan diri nya ke atas kasur, tidak memperdulikan Davin yang terlihat mulai kesal.


" Kau berani mengabai kan ku Aelin.. Baik lah kita lihat siapa yang akan mengalah..." Batin Davin dengan seringgai nya.

__ADS_1


"Baik lah jika kau tidak mau mengambil kan ku baju... Aku akan keluar tanpa busana.." Ujar Davin mengancam, lalu mulai mendorong pintu dengan perlahan.


"Baik lah... Diam lah di situ... Aku akan mengambil kan baju mu...!" Teriak Aelin dengan kencang, saat mendengar perkataan Davin yang mampu membuat jantung nya merosot jatuh ke dasar perut.


Aelin tidak bisa membayang kan jika Davin keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan apa pun.


Bisa- bisa otak nya terkontaminasi menjadi mesum karna ulah Davin.


Dengan secepat kilat, Aelin berlari menuju koper di samping lemari, membuka lemari Davin dengan cepat dan mengambil sebuah kaos dan juga celana jeans.


Davin lagi- lagi terkekeh melihat tingkah Aelin yang langsung lari tunggang langgang karna ancaman nya.


Bahkan Aelin hampir terjengkang karna saking terburu- buru mengambil baju nya.


Davin seperti melihat adegan komedi yang benar- benar mampu mengocok perut nya.


"Dasar pria mesum.. Berani sekali dia mengancam ku.. Lihat saja aku akan membalas diri mu..." Batin Aelin dengan mengerucut kan bibir nya ke depan.


Aelin menyodor kan pakaian ke pada Davin, sementara Davin tersenyum senang karna sudah berhasil mengerjai istri kecil nya.


"Ini om..." Seru Aelin memaling kan wajah nya, ia tidak mau melihat sesuatu yang aneh.


Davin mengambil pakaian nya dari tangan Aelin.


"Kenapa memaling kan wajah mu sayang?" Tanya Davin dengan nada meledek.


"Jangan banyak tanya.. Mending om pake baju aja..."


"Ayo lah jangan malu- malu Aelin, lagi pula kamu sudah melihat seluruh tubuh ku yang seksi bukan..."


Bersamaan dengan ke dua pipi Aelin yang lagi- lagi memerah karna ucapan absurd Davin.


Astaga kenapa bisa ada pria dengan spesies seperti ini. Rutuk Aelin membatin dengan mengontrol rasa malu nya karna mendengar ucapan Davin.


Bibir Davin lagi- lagi melebar melihat ekspresi wajah Aelin yang sudah seperti balon yang akan meletus.


"Om bisa tidak om jangan mengata kan sesuatu... Aaaa...!!!" Teriak Aelin dengan histeris saat melihat handuk yang melilit di pinggang Davin terjatuh ke lantai.


Dengan gerakan kilat Aelin menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.


Rasa nya jantung nya benar- benar ingin melompat sekarang.


Davin menahan tawa nya saat melihat respon Aelin.


Ayolah handuk nya jatuh dan ia sudah memakai celana, tapi Aelin langsung berteriak histeris sebelum melihat.


"Gadis bodoh...!" Batin Davin yang langsung menutup pintu toilet.


Sudah cukup untuk menjahili Aelin, atau gadis itu akan terkena serangan jantung.


Aelin langsung memutar tubuh nya cepat, menurun kan tangan nya dari wajah nya.


Jantung nya masih bertabuh dengan keras, mengalah genderang perang yang di tabuh.


Sungguh rasa nya saat ini kaki nya melemas, di mana tulang- tulang nya mencair karna saking kaget nya melihat handuk Davin terlepas begitu saja.

__ADS_1


Untung ia sigap menutup wajah nya, jika tidak pasti ia sudah bisa melihat sesuatu yang tidak boleh di lihat oleh seorang remaja seperti nya.


Aelin mengelus dada nya yang masih bergemuruh, lalu beranjak untuk duduk di tepi ranjang.


Bersama Davin hanya beberapa jam saja, sudah berapa kali membuat diri nya hampir mati terkejut karna ulah gila suami nya itu.


Dan sekarang ia harus melewati banyak jam bersama pria mesum itu dalam satu kamar.


"Jika begini terus bisa- bisa aku mati muda karna saking sering nya kaget..." Batin Aelin sambil memijat tengkuk nya.


Tok..


Tok..


Tok..


Suara ketukan pintu membuyar kan pikiran Aelin yang sedang melayang menembus area terbatas karna ulah jahil Davin.


Aelin menyelip kan rambut nya ke belakang telinga, lalu beranjak mendekat ke arah pintu.


Aelin memutar knok pintu, dan menarik daun pintu hingga menampil kan seorang pelayang hotel dengan kereta makanan di tangan nya.


"Nona.. Ini pesanan Tuan Davin..." Seru sang pelayan dengan wajah ramah.


"Baik lah berikan.. Biar aku yang membawa nya masuk... Kau boleh pergi sekarang..." Balas Aelin dengan senyum tak kalah ramah.


Lalu menarik kereta makanan yang sudah di penuhi dengan berbagai macam makanan, bahkan Aelin bisa mencium aroma wangi dari makanan di hadapan nya.


"Astaga mentang- mentang kaya, dia bahkan memesan semua menu yang ada di hotel ini..." Gumam Aelin dengan mencebik kan bibir nya.


"Akhir nya makanan nya sampai...!" Suara bariton Davin yang baru keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang berbeda.


...----------------...


...****************...


hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...


Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2