Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Ternyata ganteng


__ADS_3

...117💚...


"Siapa mereka ?" Tanya Davin mengalih kan pembicaraan lalu menatap pada dua remaja yang memakai seragam yang sama seperti Aelin.


"Mereka adalah--"


"Hai om aku Lia.. Sahabat nya Aelin..." Sosor Lia memotong ucapan Aelin yang hendak memperkenal kan diri nya. Lia langsung melangkah mendekat pada Aelin. Ia ingin melihat ketampanan Davin lebih dekat lagi.


"Hai Lia aku Davin..." Balas Davin tersenyum memperkenal kan diri.


Aelin hanya menghela nafas nya, ketika melihat Lia yang sangat begitu antusias berkenalan dengan suami nya.


"Ae suami mu ganteng banget.. Kalau gini aku juga mau..." Renggek Lia dengan memasang wajah anjing.


Davin yang mendengar perkataan Lia yang memuji nya terkekeh ringan.


Tentu saja seorang Davin Arselion sangat tampan, umur boleh bertambah tapi jiwa tetap muda.


"Hai om aku Boy teman nya Aelin juga..." Seru Boy dengan wajah datar nya. Ia sedikit kesal dengan sikap Lia yang begitu kagum pada Davin.


Davin menjabat uluran tangan Boy.


"Davin..." Jawab Davin sebiasa mungkin. Jujur ia tidak senang melihat Aelin berteman dengan seorang pria.


Rasa nya melihat Aelin bersama pria lain meski hanya berstatus teman sangat membuat diri nya terganggu.


"Kalian silah kan duduk di sofa dulu... Aku akan pergi ke kantin untuk membeli minuman dan cemilan..." Seru Aelin mempersilah kan Lia dan Boy untuk duduk di sofa.


Meski tempat ini bukan rumah, tapi tentu saja Aelin memiliki kewajiban untuk melayani tamu bak tuan rumah.


Aelin beranjak dari duduk nya, membuat pergelangan tangan nya langsung di cekal oleh Davin.


Aelin menoleh pada suami nya, di mana Davin menggeleng kan kepala nya pelan.


"Jangan pergi.. Tetap lah di sini.. Aku akan meminta Darren untuk membawa cemilan ke sini..." Seru Davin yang benar- benar tidak rela Aelin pergi lagi.


Seakan Aelin seperti magnet yang membuat diri nya tidak bisa jauh dari gadis belia itu.


Lia yang mendengar ucapan Davin pada Aelin menggigit bibir bawah nya meleleh. Pantas saja Aelin menerima Davin sebagai suami nya. Karna Davin memperlakukan Aelin begitu manis.


Sungguh ia sangat iri. Ternyata Davin sangat mencintai sahabat nya. Setidak nya ia bisa lega jika begini.


Boy mendelik melihat Lia yang seperti nya akan mencair karna terus menyaksi kan adegan Aelin dan Davin yang tak terpisah kan.


Boy menarik tangan Lia dan mendunduk kan gadis itu di sofa.


"Ck... Boy kenapa tarik- tarik sih.. Aku belum puas melihat adegan romantis...---"

__ADS_1


Belum selesai Lia menyelesai kan perkataan nya. Tangan Boy sudah menempel di bibir nya.


"Please jangan lebay Li.. Enek gue liat nya.." Sebal Boy menunjuk kan wajah tidak suka.


"Lah kok lo yang enek.. Mau- mau gue donk.. Kalau kek gini gue juga mau satu yang kayak om Davin.. Gila ganteng banget suami Aelin..." Puji Lia yang masih dalam mode terpesona.


Kreet...


Suara pintu mengalih kan perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan Davin.


Tampak Darren masuk dari pintu dengan membawa paper bag makanan.


Lia yang melihat kehadiran pangeran dari balik pintu rasa nya meleleh menjadi air.


Ternyata ada orang tampan lagi selain Davin , namun tidak melebihi ketampanan Davin tapi setidak nya lebih tampan dari Boy.


Lia segera merapi kan penampilan nya. Ia harus terlihat cantik di depan pria tampan yang baru saja masuk.


Ia berharap jika pria tersebut masih sigle alias jomblo.


Begini lah diri nya, mata nya tidak bisa melihat pria tampan.


Boy semakin kesal melihat tingkah Lia yang bersikap sok anggun di hadapan pria tampan yang baru saja masuk.


Jika begini cara nya, ia menyesal sudah datang. Karna ke dua gadis yang ada dalam ruangan ini malah sibuk menggaet pria tampan.


Diri nya berharap jika ada perempuan cantik yang masuk ke dalam ruangan ini. Sehingga ia bisa tebar pesona.


Sedetik pun ia tidak ingin melepas kan tangan Aelin.


Darren meletak kan cemilan serta minuman yang di bawa nya di atas meja di hadapan Boy dan Lia.


"Hai.. Om aku Lia.." Lia mengulur kan tangan nya pada Darren.


Darren yang melihat uluran tangan Lia hanya bersikap biasa saja dengan wajah datar nya.


"Darren..." Jawab Darren singkat , yang langsung membuat wajah Lia tertekuk dalam


"Ternyata dia dingin banget kek frezer kutub..." Ringgis Lia dalam hati.


"Rasain lo..." Batin Boy yang merasa senang melihat Lia yang di acuh kan oleh pria yang bernama Darren.


Boy mendekat kan wajah nya tepat di telinga Lia.


"Emang enak di cuekin.. Mending lo ama Gue aja Li.. Gue juga ganteng kali..." Ledek Boy dengen mengerjit kan sebelah mata nya genit pada Lia.


Lia mendengus kesal, ingin rasa nya ia mematah kan leher Boy sekarang juga.

__ADS_1


Tapi ia tidak bisa membuat keributan di depan Davin yang sedang sakit.


Aelin yang melihat Lia yang sedang tebar- tebar pesona pada Darren hanya menggeleng kan kepala nya ringan.


Seperti nya jiwa penggemar pria tampan Lia sudah bangkit.


"Seperti nya teman kecil mu menyukai asisten datar ku..." Cicit Davin.


"Yah.. Kamu benar, tapi seperti nya Darren sangat dingin sama seperti diri mu..." Kilah Aelin menyindir Davin.


"Hei.. Apa aku pernah bersikap dingin pada mu..? Aku selalu bersikap hangat sayang..." Davin mendekat kan wajah nya pada pipi Aelin. Menggosok kan ujung hidung mancung nya di pipi chuby Aelin.


Aelin mengatup kan ke dua mata nya, Davin selalu tahu cara menggoda diri nya.


"Aku tidak percaya hal itu... Bahkan aku rasa kamu lebih dingin dari pada Darren..." Aelin masih kekeh dengan pendapat nya.


"Aku akan buktikan pada mu jika aku tidak sedingin Darren. Setelah aku sembuh mari kita liburan...." Davin mendekap tubuh Aelin. Menghirup aroma khas yang selalu membuat Davin ingin terus bersama Aelin.


Aelin melebar kan ke dua bola mata nya, di mana kini Davin meletak kan kepala nya di bahu nya.


Posisi yang seperti nya kini menjadi posisi favorit untuk Davin.


"Cepat lah untuk sembuh... Aku sudah tidak sabar untuk berlibur bersama suami ku..." Timpal Aelin senang.


Pasti pergi berlibur bersama Davin akan sangat menyenang kan.


"Kalau begitu rawat lah aku dengan baik..." Pinta Davin dengan mengecup pipi Aelin sekilas.


"Tentu saja.. Aku janji aku akan merawat mu sampai akhir nafas ku.. Aku akan menjadi istri yang baik untuk mu..." Aelin memberi kan janji nya pada Aelin.


Di mana kini hati nya sudah sangat mantap untuk ia serah kan pada suami nya.


"Ekhemmmmm...." Dehem Boy dan Lia bersamaan sembari menatap suami istri yang tengah berpelukan di hadapan mereka.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2