Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Rencana ke rumah Aelin


__ADS_3

...93🍁...


"Persetan dengan semua nya gue ngak peduli sama sekali..!" Teriak Arjun marah ke arah Lia yang terus melenggang pergi.


Melihat Lia semakin jauh, Boy segera mengejar sahabat sang pujaan hati.


Lia sangat marah dan kesal dengan sikap Arjun yang benar- benar membuat nya sangat muak.


Ingin sekali diri nya mencakar habis wajah Arjun hingga membuat wajah pria itu hancur dan jelek, sehingga yang di dapat kan hanya lah penghinaan. Sehingga mulut nya yang pedas itu bisa berhenti untuk menghina sahabat nya.


Sreet...


Langkah Lia berhenti seketika, saat merasa kan tangan nya di tarik oleh seseorang. Dengan cepat Lia memutar tubuh nya dan mendapati Boy si siswa dengan julukan nakal yang selalu tersemat pada nama nya.


Lia menatap tajam pada lengan tangan nya yang di genggam oleh Boy.


Dengan sekali hentakan keras, tangan Boy langsung terhempas.


"Jangan berani menyentuh ku..!" Teriak Lia dengan wajah garang nya yang siap untuk menerkam Boy.


Glek..


Boy menelan saliva nya paksa, melihat wajah garang menyeram kan Lia yang sudah seperti kucing melahir kan yang di ganggu anak nya.


Gadis di depan nya benar- benar sangat menyeram kan bahkan lebih menyeram kan dari sepuluh preman berambut gondrong.


Boy bergidik ngeri melihat tatapan Lia di mana rahang gadis itu terlihat mengeras dengan sempurna, dengan ke dua bola mata memerah karna amarah.


"Tunggu.. Tunggu.. Aku sungguh tidak bermaksud untuk menyentuh mu..!" Cicit Boy dengan cengiran kuda kaku nya.


Ia harus segera menenang kan banteng betina yang sedang marah ini.


Jika tidak ia pasti akan di seruduk.


"Dengar aku sungguh tidak memiliki niat jahat.." Cicit Boy lagi saat melihat tatapan Lia semakin menajam ke arah nya.


"Dengar aku tidak mau berurusan dengan siswa nakal seperti mu.. Jika tidak aku akan melempar kan mu ke dalam sumur buaya..." Ke dua mata Lia melotot dengan tekanan ancaman di setiap kalimat nya.


Boy menggigit bibir bawah nya, sungguh ia benar- benar takut melihat kegalakan Lia.


Wajah gadis di hadapan nya memang cukup cantik , tapi percaya lah kegalakan nya lebih galak dari seekor harimau yang sedang terluka.


Boy menggeleng kan kepala nya, sebagai isyarat jika ia tidak mau di lempar ke sumur buaya.

__ADS_1


"Dengar gadis galak.. Eh maksud ku Lia yang cantik.. Aku ini hanya ingin bertanya pada mu kenapa Aelin tidak bersama mu?" Tanya Boy mengata kan pertanyaan nya yang sebenar nya menjadi niat diri nya untuk mengejar Lia.


Ia berharap jika gadis di depan nya tidak akan marah saat ia menanyakan hal ini.


Wajah Garang Lia berubah menjadi heran.


Untuk apa Boy mencari sahabat nya?


Ia penasaran akan hal itu.


Lia melipat ke dua tangan nya di depan dada, menatap Boy dengan lekat. Melisik pria di depan nya dengan tatapan menyelidik.


"Untuk apa kau mencari Aelin.. Aku rasa Aelin tidak pernah bersinggungan dengan murid brandal seperti mu.. Ohh aku tahu kamu menanya kan ini karna perintah si kutu busuk itu kan.?" Ucap Lia dengan nada memvonis.


Boy dengan cepat menggeleng kan kepala nya cepat.


Tentu saja apa yang di tuduh kan Lia adalah salah.


Ia tidak menanya kan hal itu karna perintah Arjun, tapi memang keinginan nya sendiri.


Sungguh mulut gadis di hadapan nya sangat beracun dan pedas.


Bahkan ego dan harga diri seorang Boy berhasil di cubit oleh gadis yang sedang menatap nya tidak bersahabat.


Tapi tidak, jika ia melakukan hal itu pasti gadis di depan nya akan menutup mulut rapat- rapat dan tidak akan memberi tahu informasi tentang Aelin.


Seperti nya ia harus bersabar lebih banyak lagi, untuk bisa mendekati gadis pujaan nya.


Lia menatap Boy dengan tatapan semakin memyelidik, mencari kebohongan dalam diri Boy, karna tadi ia melihat pria dengan telinga bertindik itu bersama dengan Arjun. Si kutu busuk yang sangat di benci.


"Kau masih tidak percaya ?" Tanya Boy dengan menampil kan Puppy eyes nya.


Lia menghembus kan nafas nya, seperti nya benar jika Boy sama sekali tidak ada kaitan nya dengan Arjun.


"Aku ingin tahu kenapa kamu ingin mengetahui di mana Aelin?" Kini nada bicara Lia sedikit melunak, meski mimik wajah nya tetap jutek.


Ke dua pipi Boy langsung tersipu malu, ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Sebenar nya aku menyukai teman mu Aelin.. " Jawab Boy jujur di mana kepala nya kini menunduk.


Sementara Lia semakin memelotot kan ke dua mata nya, mendengar pernyataan perasaan Boy pada sahabat nya itu.


"Kamu pikir Aelin akan menyukai pria seperti mu?" Sarkas Lia pahit, yang langsung menghancur kan harapan Boy.

__ADS_1


Kepercayaan diri Boy yang hanya seujung kuku kini lenyap seketika , mendengar ucapan pahit Lia.


Ia sadar diri jika Aelin adalah murid pandai dan teladan sedang kan diri nya adalah murid yang di cap nakal oleh semua orang.


"Apa aku seburuk itu.?" Desah Boy dengan suara sedih.


Wajah garang Lia langsung tertarik, mendengar ucapan Boy yang terdengar begitu sedih. Bahkan hati nya sedikit tercubit atas hal itu.


"Maksud ku bukan seperti itu..!" Sergap Lia dengan nada bicara bersalah. Ia tidak enak setelah mengata kan hal yang seperti nya menyakiti hati Boy.


Boy mengangkat wajah nya, melihat wajah Lia yang sudah tidak segarang tadi.


"Yah, kamu memang benar Lia.. Aku memang buruk mana bisa aku berani mendekati seorang murid cerdas seperti Aelin. Seperti nya aku memang harus tahu diri.." Boy memutar tubuh nya dan bersiap melangkah pergi namun ke dua kaki nya segera terhenti saat suara Lia kembali terdengar.


"Berhenti..! Aku sama sekali juga tidak tahu kenapa Aelin belakangan ini sering tidak masuk sekolah.. Jadi sepulang sekolah nanti aku berniat untuk mengunjungi rumah nya.." Ujar Lia dengan ragu- ragu, namun sungguh ia merasa bersalah dengan apa yang tadi di ucap kan pada Boy.


Sudut bibir Boy terangkat mendengar suara Lia yang melembut pada nya.


Boy lalu memutar tubuh nya dan menatap pada Lia.


"Kalau begitu biar kan aku mengantar mu.. Kita akan pergi untuk menemui Aelin bersama.. Ingat tunggu aku sepulang sekolah..." Selosor Boy langsung tanpa jeda sedikit pun. Di mana wajah nya tersenyum dengan deretan gigi nya yang terlihat.


Lia melongo di tempat di mana kini tangan nya di genggam oleh Boy.


Selama ini tidak ada yang berani menyentuh tangan nya, khusus nya seorang pria.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2