
...142๐...
"Baik lah aku akan menunggu mu di sebuah kafe.. Aku akan kirim alamat nya sekarang..."
Aelin menutup panggilan di ponsel nya, di mana panggilan itu dari sahabat nya Lia yang meminta untuk bertemu.
Tentu saja Aelin tidak bisa menolak atau pun lolos dari cengkraman Lia.
Karna jika ia menolak pasti Lia akan memaksa dan terus merenggek lalu mulai mengeluar kan kata- kata pedas nya yang selalu berhasil membuat telinga Aelin panas.
"Pak... Kita berhenti sebentar di kafe depan..." Titah Aelin.
"Baik nona" Yang di sanggupi oleh supir yang tengah mengantar nya.
.
"Ayo sekarang kita bertemu Aelin saja.. Berdua an dengan mu membuat ku cepat bosan..." Sinis Lia dengan mengambil tas nya lalu menyampir kan di bahu nya.
"Ck... Kamu ini bertingkah tidak romantis di depan pacar mu.. Rasa nya kamu memperlakukan ku lebih buruk dari teman mu..." Decak Boy kesal, karna Lia yang langsung bangkit dari duduk nya. Padahal mereka baru saja bermesraan.
Tapi dengan jahat nya Lia bangkit dari duduk nya, sehingga bibir Boy mendarat di punggung tangan nya.
Yah, mereka kini adalah sepasang kekasih. Selalu bersama dan selalu bertemu membuat rasa di hati mereka tumbuh begitu saja.
Meski kelakuan mereka yang sering bertengkar masih saja terjadi.
Namun bagi mereka hal itu yang menjadi pemanis dalam hubungan mereka.
Setelah mengalami patah hati karna mengetahui Aelin sang pujaan hati yang sudah menikah.
Membuat Boy memilih untuk merelakan dan membuka hati untuk gadis lain.
Tapi tak ia sangka, hati nya malah memilih Lia gadis bar- bar yang selalu saja membuat diri nya kesal.
Tapi yang nama nya cinta, tidak ada yang bisa tahu kepada siapa ia akan memilih.
"Ayo Boy.. Aku sudah kebelet mau ketemu Aelin..." Sentak Lia dengan menghentak- hentak kan kaki nya di lantai.
Sekarang mereka tengah berada di rumah Boy.
"Kamu kalau kebelet ya pergi ke toilet.. Kamu kira wajah Aelin toilet apa." Timpal Boy yang masih kesal karna ia tidak jadi mendarat kan bibir mulus nya pasa pipi sang kekasih.
"Ya sudah.. Kalau kamu ngak mau anter.. Ya sudah aku pergi sendiri.. Kalau ada cowok yang godain aku.. Jangan menyesal ya..." Ancam Lia lalu beranjak pergi meninggal kan Boy yang langsung khawatir.
Dengan cepat Boy meraih kunci motor nya dan mengejar kekasih nya yang sangat keras kepala itu.
"Untung aku mencintai mu.. Jika tidak sudah ku buang kamu ke laut.." Dumel Boy di belakang Lia.
"Kamu bilang apa tadi?" Pekik Lia yang sempat mendengar gumaman Boy meski tidak jelas.
Tapi ia yakin jika pacar laknat nya itu sedang mengumpati diri nya. Bukti nya ujung mata kiri nya berkedut tiga kali.
__ADS_1
Boy langsung mengerem mendadak, hampir saja ia menabrak tubuh Lia yang tiba- tiba berhenti dan melotot marah kepada nya.
"Telinga nya benar- benar tajam.." Batin Boy menalan saliva nya paksa melihat ke dua mata kekasih nya yang hampir keluar dari cangkang nya.
"Tidak.. Aku tidak bilang apa- apa sayang... Ayo kan kita harus segera bertemu dengan Aelin.. Seperti yang kamu ingin kan..." Kilah Boy yang mengalih kan pembicaraan.
Ia tidak mau cakar- cakar tajam Lia mendarat di kulit mulus milik nya. Karna ia ketahuan mengumpat Lia yang benar- benar galak.
Bahkam diri nya memilih untuk menghadapi seekor singa dari pada gadis di hadapan nya.
Lia menatap tajam Boy, menelisik aroma kebohongan di mana Boy terlihat sesikit gelagapan.
Tapi ya sudah lah, ia harus segera bertemu dengan sahabat nya.
"Awas saja jika aku mendengar kamu mengumpati ku.. Aku akan pasti kan punggung mu di hiasi oleh bekas kuku- kuku ku..." Lia menatap Boy dengan horor, sambil mengangkat tangan nya dan memperlihat kan kuku- kuku nya yang tumbuh panjang.
Glek...
Boy menelan saliva nya dengan susah payah, ia benar- benar ngeri melihat tatapan Lia serta ancaman nya.
Rasa nya punggung nya langsung nyeri.
Lia lalu melangkah lebih dulu meninggal kan Boy, di mana di belakang nya Boy mengekor seperti anak ayam yang mengikuti induk nya.
.
Aelin meminum minuman yang sempat ia pesan.
Terlihat dari ukiran- ukiran yang terpahat di dinding tembok Kafe yang menggambar kan keromantisan dua sepasang kekasih.
Aelin melihat ke arah pintu kafe, namun tidak terlihat bayangan Lia sahabat nya yang meminta untuk bertemu.
Seketika wajah Aelin berubah sendu dan sedih, saat ingatan nya mengingat wajah seseorang yang sudah sangat lama ia rindu kan.
Aelin merogoh ponsel nya dari dalam tas nya, lalu memencet satu nomer yang selalu berusaha ia hubungi.
"Maaf nomer yang anda tuju sedang tidak aktif... Cobalah beberapa saat lagi.."
Tut..
Aelin memati kan panggilan telpon nya, saat lagi- lagi yang hanya terdengar hanya lah suara operator.
Selama beberapa bulan terakhir ini, Aelin terus menghubungi nomer yang sama.
Setelah pertemuan terakhir dengan sosok itu, sosok itu langsung menghilang seperti di telan bumi.
"Kak Antonio di mana kamu sekarang.. Aku benar- benar merindu kan mu..." Lirih Aelin dengan tatapan yang semakin sedih.
Pria yang di anggap nya sebagai kakak itu entah pergi menghilang kemana.
Ia sudah berusaha menghubungi Antonio tapi lagi- lagi ia tidak mendapat kan apa pun.
__ADS_1
Ia sangat merindu kan pria itu.
"Doorrr...." Sergap Lia jahil dengan menganget kan Aelin yang tengah melamun.
Dan tentu saja Aelin terkejut bukan main, rasa nya jantung nya terlepas dari gantungan nya karna ulah Lia.
"Kamu menganget kan ku Li... Untung jantung ku kuat..." Sebal Aelin yang langsung mengomeli sahabat nya itu.
"Hehe... Ini rencana nya Boy.. Aku cuma menjalan kan saja Lin..." Sahut Lia tanpa Dosa dengan melempar kesalahan nya pada Boy yang langsung membuka mulut nya.
"Hah?" Pacar nya memang sangat kurang ajar.
Aelin menggeleng kan kepala nya.
Lia dan Boy duduk di hadapan Aelin. Di mana wajah Boy tertekuk ke dalam.
"Mbak pesen kopi satu sama jus melon ya..." Teriak Boy pada salah satu waiters yang langsung mengangguk.
"Kamu pesan jus melon untuk siapa? aku tidak suka jus melon..." Selosor Lia menatap kekasih nya kesal.
"Siapa bilang aku memesan jus melon untuk mu.. Aku memesan untuk diri ku sendiri..." Jawab Boy sambil tersenyum miring.
"Sumpah kamu jahat banget jadi pacar.."
Plak...
Plak..
"Aaauuu"
Dua tamparan beruntun mendarat di pipi Boy. Di mana ia meringgis sambil mengelus pipi mulus nya yang menjadi korban keganasan kekasih nya sendiri.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat๐
...43๐...
__ADS_1