Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Bertemu setelah sekian lama


__ADS_3

...150πŸ’š...


Seorang perempuan tengah berdiri di ruang tamu dengan ruangan bergaya klasik itu.


Wajah nya terlihat tersenyum sumringah, dengan binar kerinduan yang sudah lama di pendam.


Bahkan ke dua mata nya mulai berkaca- kaca saat melihat sosok yang paling berharga dalam hidup nya.


Sosok pria yang selalu menjadi kan nya ratu dalam kehidupan ini. Dan sosok pria yang rela melakukan apa pun untuk diri nya.


Sementara di ambang pintu, Davin tertegun bukan main.


Seluruh aktivitas organ dalam tubuh nya seakan berhenti bekerja. Saat melihat seorang wanita dengan wajah yang begitu familiar dan sangat di kenal nya kini berdiri tak jauh dari nya, dengan semburat senyum melengkung indah.


Senyum yang selalu mampu membuat diri nya tenang, dan senyum yang selalu ia rindu kan.


Ia masih tidak percaya, jika kini wanita yang berstatus sebagai istri sah nya itu kini telah sembuh bahkan kini berada di hadapan nya.


"Davin....!!!" Seru Syaila yang langsung berlari dan menghambur memeluk tubuh Davin dengan erat.


Meski langkah nya masih terjengkang, namun tak menghenti kan dia meraih pria yang sangat sudah lama ia rindu kan.


"Akhir nya kamu datang honey... Kenapa kamu begitu lama untuk datang menemui ku?.. Aku sangat merindu kan mu honey..." Ucap Syaila dengan penuh kerinduan di mana ia semakin memeluk tubuh kekar Davin semakin erat.


Bahkan ia tidak ingin melepas kan pemilik raga ini.


Syaila mengecup rakus ceruk leher suami nya, ia benar- benar sangat bahagia karna bisa lepas dari maut, dan kembali dalam pelukan laki- laki yang mencintai nya tanpa alasan.


Merasa kan pelukan hangat yang sudah sangat lama ia rindu kan.


Rasa haru dan tangis Davin pecah seketika. Ia membalas pelukan Syaila tak kalah erat, menumpah kan semua kerinduan yang selama ini ia pendam.


Ia benar- benar bersyukur, akhir nya wanita yang sudah lama ia tunggu bangkit dari kematian kini berdiri dalam pelukan nya.


Dokter Nashila dan juga Frans yang melihat adegan haru biru di depan mereka hanya bisa menyungging kan senyum tipis.


Akhir nya setelah selama beberapa bulan ini mereka berjuang membuat Syaila bangkit, akhir nya usaha mereka membuah kan hasil.


Terutama Dokter Nashila yang menepati janji nya untuk mengembali kan seorang istri pada suami nya.


Rasa lelah dan penat yang di rasa kan beberapa bulan terkahir ini. Kini terbalas kan dengan sesuatu keberhasilan yang begitu manis.


"Misi kita kali ini sukses Frans..." Lirih Dokter Nashila dengan menghembus kan nafas nya lega. Rasa nya beban yang selama ini di pikul nya kini di angkat dari pundak nya.


"Luar biasa dok.. Anda yang terbaik..." Balas Frans dengan pujian.

__ADS_1


"Kau juga sangat luar biasa Frans..." Dokter Nashila merangkul pria di samping nya, yang sudah mengorban kan masa muda nya dan memilih untuk menjadi asisten nya.


Ia juga tidak memungkiri jika kinerja Frans sangat berjasa pada proses penyembuhan Syaila.


"Tapi tetap saja, dokter Nashila yang terbaik.. Bekerja bersama dokter benar- benar adalah satu keberuntungan untuk ku..." Frans tersipu malu mendapat kan pujian dari atasan nya.


"Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku saat ini..." Lanjut Frans dengan wajah menyendu.


Dokter Nashila mengerjit kan alis nya dan menatap Frans.


Mengerti dengan ekspresi atasan nya, Frans menghembus kan nafas nya panjang.


"Nona Aelin, aku rasa posisi nya kini terancam..."


Dokter Nashila terlihat berpikir, ia tidak memikir kan hal itu.


Melihat adegan haru di depan nya, membuat ia melupakan kehadiran istri kecil Davin.


Sungguh sangat kasihan nasib wanita malang itu, pikir Dokter Nashila.


"Aku tidak mengerti permainan orang kaya Frans.. Aku hanya mengusai tehnik kedokteran bukan masalah rumah tangga klien ku..." Sahut Dokter Nashila tidak peduli.


"Tapi dokter tidak bisa menutup mata, melihat kenyataan jika sebenar nya Tuan Davin sangat mencintai Nona Aelin..."


Dokter Nashila menepuk bahu Frans, lalu menyungging kan senyum nya tipis sebelum melenggang pergi meninggal kan Frans yang masih betah menonton adegan haru antara Syaila dan Davin.


Davin mengurai pelukan nya pada Syaila, menatap dan melisik setiap inci wajah wanita yang sudah sangat lama ia tunggu.


Wajah yang terlihat lebih kurus , dengan ke dua mata yang cekung ke dalam.


Namun sungguh hati nya berbinar , melihat Syaila kini berdiri di depan nya.


"Ini kau...?" Ucap Davin masih tidak percaya.


"Aku Syaila mu Davin... Syaila mu..." Balas Syaila dengan mengecup rakus tangan Davin.


"Kemari lah duduk lah Davin... Kau tahu aku sudah lelah menunggu mu..." Syaila menarik tangan Davin dan menuntun nya duduk di sofa.


"Maaf ada beberapa hal yang harus ku urus..." Kilah Davin dengan membuang wajah nya.


"Apa sekarang urusan pekerjaan mu lebih penting dari ku...?" Renggek Syaila dengan mengamit manja lengan Davin.


"Tentu saja tidak... Kamu tetap prioritas ku..."


"Aku masih tidak percaya Davin, aku bisa bangun dan melawan maut.. Aku yakin kamu melakukan yang terbaik untuk ku... Dan sekarang kita bersama lagi, aku janji aku akan menjadi istri yang lebih baik dari sebelum nya..." Syaila mengecup pipi Davin gemas.

__ADS_1


Demi apa pun dia sangat merindu kan suami nya.


Davin merasa canggung saat Syaila mencium pipi nya.


Rasa nya ia tidak suka di cium oleh Syaila, meski pun Syaila adalah istri nya.


Namun entah mengapa rasa bersalah dan takut kebohongan nya terbongkar membuat Davin sedikit gugup.


Ia tidak ingin menyakiti siapa pun, melihat wajah bahagia Syaila membuat rasa bersalah Davin semakin membesar, karna selama Syaila koma diri nya malah bermain api dengan wanita lain.


"Syaila... Aku ingin tahu bagaimana kau mengalami kecelakaan...?"


Deg...


Wajah sumringah Syaila berubah pias, saat mendengar pertanyaan Davin.


Raut wajah nya terlihat tegang, di mana bayangan kecelakaan beberapa bulan yang lalu kembali terbayang di kepala nya.


"Aaa... --- Aaa-- aku..--" Buliran keringat dingin mulai terbentuk di pelipis Syaila di mana suara nya terbata- bata.


"Tidak usah di paksa kan... Jika kamu belum ingin bercerita tidak papa... Aku tahu kamu pasti trauma dengan kecelakaan itu.." Sergap Davin yang melihat wajah Syaila yang menegang.


Syaila langsung memeluk Davin, menyembunyi kan wajah nya di dada bidang Davin.


Syaila menghembus kan nafas nya lega, ia tidak perlu menjawab pertanyaan Davin.


"Syukur lah , Sampai detik ini Davin belum tahu sebab kenapa aku sampai kecelakaan... Davin tidak boleh tahu akan hal itu.. Aku tidak ingin Davin meninggal kan aku..." Batin Syaila mengusap wajah nya pelan.


...----------------...


...****************...


Hallo semua... Author balik ini.. melanjut kan karya ini..


Maaf ya Author libur dua minggu full...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Tapi tenang yang sudah lama menunggu kelanjutan karya ini... karya ini akan up tiap hari oke😚😚


jadi biar Othor makin semangat dan kepala author ngak blank..


Yok kasi semangat dengan vote, like, dan komen sebanyak- banyak nya😚


Othor berharap ini.. Jangan di php in ya😭😭😭


Jangan jadi Davin yang mainin hati wanita... Biar ganteng and kaya tapi maaf othor ngak mau sama diaπŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2