Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Sandiwara apa lagi?


__ADS_3

...88๐Ÿ...


"Pemirsa telah terjadi sebuah kecelakaan tragis, antara dua buah mobil mewah yang saling menubruk, hingga mobil hitam menabrak tiang listrik dan terbalik.. Di ketahui jika kini hanya ada satu korban yang di nyata kan tewas...."


Jantung Aelin rasa nya langsung berhenti berdetak saat netra nya, melihat mobil yang begitu familiar bagi nya.


"Itu mobil om Davin..."


Prang...


Srang....


Setumpuk piring yang baru saja selesai di cuci, jatuh ke lantai dari tangan Aelin.


Menyisakan serpihan- serpihan kecil yang sudah hancur di lantai.


Dengan tangan nya yang gemetar, Aelin menutup mulut nya.


Di mana netra nya terus menatap layar televisi di depan nya.


"Tidak... Tidak... Tidak mungkin..." Pekik Aelin dalam hati, tidak percaya dengan apa yang sedang di lihat nya.


Tubuh Aelin langsung melemas, di mana ke dua tungkai kaki nya terasa lemas. Tubuh Aelin linglung dan terjungkal ke belakang. Namun dengan sigap Maya menangkap tubuh Aelin yang hampir ambruk ke lantai.


Sementara tatapan Maya pun tertuju pada layar televisi di hadapan nya.


Ia pun sama kaget nya dengan Aelin. Melihat mobil Davin yang benar- benar terbalik dan penyok.

__ADS_1


Tidak hanya ke dua nya, bahkan seluruh pelayan juga memfokus kan pandangan nya pada berita yang tengah di putar.


"Tidak... Pasti om Davin baik- baik saja... Hikss... Hiks..." Tangis Aelin seketika pecah, di mana rasa takut kembali menghampiri diri nya.


Baru tadi pagi diri nya pulang dari pemakaman sang ayah, dan kini ia melihat mobil Davin mengalami kecelakaan.


Namun Aelin menggeleng kan kepala nya, tidak mungkin jika yang mengendarai mobil itu adalah Davin.


Namun lagi- lagi ia mengingat jika Davin memang memakai mobil mewah itu, bahkan mobil tersebut di guna kan Davin untuk mengantar nya ke pemakaman.


"Hiks... Hiks... Hiks... Maya...!!!" Tangis Aelin semakin keras saat sesak di dada nya semakin terasa.


Ia tidak ingin terjadi apa pun pada Davin, meski awal nya hubungan nya dengan Davin tidak baik.


Namun kini, ia sungguh sangat sakit melihat pemandangan pada layar di televisi yang benar- benar sangat menyeram kan.


"Nona.. Tenang lah...!" Ucap Maya dengan wajah tak kalah khawatir.


"Bagaimana aku bisa tenang? Om Davin..--" Suara Aelin semakin tercekat, di mana kerongkongan nya terasa kering seketika.


Ia tidak mampu untuk mengata kan apa pun, rasa nya nyawa nya di rampas dengan paksa.


Masalah selalu datang bertubi- tubi, bahkan kini pria yang notabene nya adalah suami nya, mengalami sebuah kecelakaan.


Apa takdir mengingin kan nya menjadi janda di usia dini?


"Nona... Tenang lah percaya lah.. Jika Tuan pasti baik- baik saja..." Seru Maya mencoba menenang kan, yang sudah terlihat begitu menderita dengan lelehan bening dan suara isakan tangis.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Sentak suara Nyonya Tissa yang menatap tajam pada Aelin yang bersimpuh di lantai, dengan pecahan piring yang berserakan.


Nyonya Tissa berjalan dengan hati- hati mendekati Aelin yang kini menatap nya dengan mata bercucuran air mata.


Sebenar nya ia tidak mau untuk masuk ke dapur, namun terpaksa ia lakukan karna penasaran dengan keributan dan suara piring pecah yang berasal dari ruangan ini.


Dan ternyata benar dugaan nya, jika semua keributan ini di sebab kan oleh Aelin.


Nyonya Tissa semakin menatap Aelin dengan bringgas, siap menumpah kan unek- unek kemarahan dan juga kekesalan yang sudah membumbung di atas kepala nya.


"Aelin sandiwara apa lagi yang kamu buat.?!" Teriak Nyonya Tissa dengan wajah garang nya.


...----------------...


...****************...


Jika ada yang mau karya ini tetap lanjut... Jangan lupa koment, like, gift, dan vote , dan juga kalau bisa promosiin ya๐Ÿ˜Š


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat๐Ÿ˜™


__ADS_2