Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Istri ku


__ADS_3

...13😇...


Plak...


Tangan Davin terhempas dengan keras, saat Aelin memukul dan menghempas kan tangan Davin.


Ke dua mata Davin langsung melotot marah menerima perilaku kurang ajar dari Aelin.


"Kurang ajar.... !!!" Pekik Davin saat emosi nya lepas kendali.


"Ha.. ha.. Ha..." Aelin tertawa kecut melihat reaksi Davin yang kini sudah menunjukkan taring nya.


"Aku tahu kamu tak sebaik yang papy ku pikir kan.. Kau mungkin bisa memanipulasi otak papy ku... Dan membuat nya buta untuk melihat wajah asli yang berkedok topeng... Tapi aku tidak akan pernah tertipu..." Lanjut Aelin dengan tajam.


Davin mengeram dengan kepala yang sudah terbakar.


Ternyata gadis kecil, bukan ralat wanita kecil yang sudah di nikahi nya seperti nya tidak selemah yang diri nya pikir kan.


Baik lah, mari lakukan rencana lain nya. Batin Davin dengan menyungging kan senyum di bibir nya.


Sungguh peran yang begitu lihai yang di lakoni Davin, meski hati nya saat ini sangat marah bahkan ingin menghabisi wanita kecil di depan nya. Tapi wajah nya menunjukkan ekspresi lain.


Ekspresi ramah, dengan senyum memikat, ia sangat lihai menyembunyi kan apa yang ia rasa kan. Menyembunyi kan amarah yang hampir ingin meledak.


Wajah Aelin berubah pias, melihat senyum ramah yang di tawar kan Davin.


Bukan kah tadi pria brengsek itu marah?


Lalu apa ini?


Pikir Aelin yang sulit untuk menebak ekspresi Davin yang terlalu cepat berubah, seperti hembusan angin.


"Aku tahu saat ini kamu sangat kecewa. Dan marah pada ku istri ku.. Tapi benar aku tidak ingin melihat istri cantik ku menangis..." Seru Davin dengan lembut , sembari tangan nya terulur hendak menyentuh pipi putih Aelin yang terlihat sembab.


Namun, sebelum tangan kekar itu berhasil menyentuh area wajah nya, Aelin menoleh ke samping, membuang pandangan nya kembali ke luar jendela.


"Stop memanggil ku istri mu...!! Kamu tidak lebih dari pria munafik dengan banyak topeng...!" Sinis Aelin dengan rasa benci dan kesal yang saat ini semakin membuncah dan membesar.


Davin tersenyum miring, melihat sikap sombong Aelin yang bahkan tidak mengingin kan sentuhan nya.


Cih, apa dia lupa jika diri nya bahkan menghapal setiap inci tubuh wanita di samping nya. Yang tak lebih indah dari tubuh sang pujaan hati.


"Jangan berpikir untuk membanding kan apa yang ada pada diri ku dengan orang lain..." Cicit Aelin seolah bisa membaca pikiran Davin.


"Selain galak ternyata kamu juga bisa membaca pikiran istri ku..." Davin menekan kata istri ku. Yang membuat Aelin ingin sekali menyobek bibir Davin.

__ADS_1


"Stop memanggil ku dengan sebutan menjijik kan itu... Aku menjadi istri mu karna terpaksa... Jika di dunia ini hanya kamu pria terakhir sekali pun. Aku tidak akan sudi memilih mu..."


Sudut bibir Davin semakin berkedut melihat ekspresi kesal Aelin.


Entah mengapa ia sangat bahagia melihat ekspresi kesal dengan wajah masam di iringi tatapan benci itu.


"Darren berhenti...!!" Titah Davin yang langsung membuat mobil yang di sedang berjalan tersebut langsung mengerem mendadak.


Membuat tubuh ringkih Aelin sedikit terhempas karna kurang seimbang dan jatuh tepat di atas paha Davin.


"Jika kamu ingin memeluk suami mu. Kenapa kamu tidak mengatakan nya.. Atau kamu sudah tidak sabar untuk mengulang malam indah kita di malam pertama nanti..." Ujar Davin dengan smirk devil nya.


Aelin dengan cepat menjauh kan diri nya dari Davin.


Melihat ekspresi mesum pria di hadapan nya, membuat diri nya sedikit bergidik ngeri.


Apa lagi dengan ucapan Davin tanpa sensor yang membuat tubuh nya menegang dengan rasa takut yang tiba- tiba menjalar di seluruh inci tubuh nya.


Kenapa, dari sekian banyak nya tempat dalam mobil ini. Ia harus jatuh di paha pria brengsek ini?. Rutuk Aelin dalam hati.


"Darren seperti nya kau harus memutar arah menuju kantor.. Karna ada meeting penting yang harus aku hadiri.."


Davin mengalih kan pandangan nya pada Aelin yang masih menatap keluar jendela.


Tanpa mengatakan apa pun Aelin langsung membuka pintu mobil dan turun dari mobil mewah yang sudah seperti neraka bagi nya.


Tampak di kursi kemudi, Darren mengerjit kan dahi nya bingung, dengan tingkah manis majikan nya.


Sangat berbeda dari rencana awal Davin, yang ingin menyiksa wanita malang itu.


"Jalan...!" Seru Davin dingin.


Darren melaju kan mobil sesuai dengan perintah pemilik nya, begitu pula dengan dua iring- iringan di belakang mobil nya, yang mengikuti kemana arah jalan nya mobil silver di depan mereka.


"Maaf tuan.. Bukan kah hari ini jadwal meeting tuan kosong..." Celetuk Darren dengan tatapan fokus pada jalanan.


"Iyah memang benar, hanya saja aku ingin memberi kan sedikit derita kecil untuk Aelin... Lagi pula berada di dekat nya membuat emosi dan mental ku terganggu.. Rasa nya tadi aku ingin sekali mencekik leher nya itu lalu melempar jenazah nya ke tepi jalan..." Jawab Davin dengan benci kesumat.


"Maaf lancang tuan.. Tapi saya tidak cukup pintar menebak sikap tuan yang begitu manis pada nona Aelin.?" Tanya Darren menyuarakan kebingungan nya.


"Ha.. Ha.. " Davin terkekeh kecil sebelum menjawab pertanyaan Darren.


"Pertanyaan yang benar- benar sangat bagus Darren. Tapi sayang otak cerdas mu tidak bisa melampaui rencana ku.. Sebelum nya aku berpikir wanita bocah itu lemah, tidak bisa apa- apa. Tapi seperti nya aku salah, lihat lah sikap nya tadi, Ha.. dia mengaum bagai singa betina di hadapan seorang pemburu. Dia cukup berani dan tidak selemah yang aku pikir kan. Jadi aku berpikir bagaimana jika memainkan sebuah permainan hati.."


"Permainan hati?"

__ADS_1


"Ambil hati nya, lalu patah kan..."


...----------------...


Di sisi jalan, Aelin masih memandangi tiga mobil yang terus berjalan menjauh dan mengecil dari indra penglihatan nya.


Kejam, sungguh kejam. Ia di tinggal kan sendiri di pinggir jalan dengan masih memakai gaun pengantin yang cukup membuat nya kesusahan untuk berjalan.


Aelin memijat pelipis nya, lihat lah sifat iblis pria brengsek itu.


Dengan alasan pekerjaan dia meninggal kan diri nya seperti ini.


Tapi apa pun itu, ia sedikit bersyukur karna terbebas dari dalam mobil yang rasa nya sudah seperti neraka.


Hanya beberapa menit bersama Davin, Tubuh nya seakan menggigil karna takut, kala bayangan malam kelam itu kembali membentur ingatan.


Tapi, diri nya berusaha menyembunyi kan hal itu. Agar Davin tidak melihat sisi lemah nya.


Aelin bertekad akan menahan semua nya, tentu diri nya tahu Davin sengaja melakukan semua ini.


Tapi ia akan menahan semua nya , ia akan menunjukkan pada semua orang jika diri nya adalah wanita yang kuat dan tegar. Bukan wanita lemah yang dengan sesuka hati bisa mereka injak- injak.


...----------------...


...****************...


Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2