Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Kebenaran 2


__ADS_3

...63🌱...


"Maksud anda tuan?" Tanya Mr. Arkelin dengan nafas yang di paksa kan.


"Untuk apa mencari tahu penyebab kebakaran jika aku sendiri yang menyebab kan hal itu..."


Duar...


Blar...


Tubuh Mr. Arkelin rasa nya langsung di sambar petir di siang bolong, mendengar ucapan sang menantu yang langsung menarik pegas jantung nya untuk bekerja di luar batas normal.


Rasa nyeri menghantam jantung Mr. Arkelin seolah mengerayani inti kehidupan nya.


Ke dua bola mata Mr. Arkelin melebar bahkan terlihat hendak keluar dari cangkang nya.


Apa maksud perkataan Davin yang ia dengar ?


Batin Mr. Arkelin merasa kan gelenyar sakit di bagian jantung nya karna rasa terkejut mendengar ungkapan Davin yang tak mungkin diri nya bisa percaya.


Davin tertawa menang melihat kondisi Mr. Arkelin yang langsung memburuk dengan alat Elektrokardiaraf (Ekg) berbunyi dengan cepat, menanda kan detak jantung Mr. Arkelin berdetak lebih cepat.


Ini lah rencana Davin, yaitu membuat kondisi Mr. Arkelin semakin drop dengan sebisa mungkin nyawa nya melayang karna kaget mendengar kebenaran pahit ini.


Sebelum nya ia mengira jika kabar buruk tentang kebakaran kilang cukup untuk merampas nyawa Mr. Arkelin, namun sayang nya pria baruh baya itu masih menggengam kuat nyawa nya.


Namun kali ini Davin akan memberi tahu semua kebenaran dan pasti nya nyawa Mr. Arkelin akan melayang dengan mulus.


Karna Davin ingin melihat Aelin menangis tersedu- sedu dengan luka kehilangan orang yang paling di sayangi nya.


Sama seperti diri nya, yang lebih dulu merasa kan luka dalam itu yang tak mungkin akan tersembuh kan lagi.


Davin mendekat ke arah telinga Mr. Arkelin.


"Kau tahu aku melakukan ini untuk membuat mu mati papy mertua.... Seperti nya sebelum itu kau harus medengar kan sebuah dongeng pengantar tidur sebelum kau tidur untuk selama nya...." Davin menjeda kalimat nya, menatap tanpa iba nafas Mr. Arkelin yang semakin berhembus tidak beraturan di iringi suara EKG yang berbunyi nyaring.


"Aku sudah memperkosa putri mu... Sungguh tubuh nya membuat ku merasa terbang ke langit ke tujuh... Aku menghancur kan hidup nya dengan mengambil hal yang paling berharga dari nya... Tapi jangan salah kan menantu mu ini, karna aku melakukan nya karna Aelin sudah berani melukai istri ku..." Suara Davin kini berubah serius saat ia menyebut kata istri.


Segumpal kebencian mengalir begitu saja dari ucapan nya, di mana Mr. Arkelin semakin syok mendengar ucapan Davin yang rasa nya tubuh nya di hantam oleh batu besar.


"Iiii---- Is-- tri..?" Lirih Mr. Arkelin memaksa kan suara nya yang terdengar parau, hampir tak terdengar karna kerongkongan nya yang mulai merasa kering.


"Iyah... Istri papy,,, Aku Davin Arselion sudah memiliki istri yang sangat aku cintai.. Tapi karna ulah putri mu istri ku kini terbujur kaku tak berdaya... Gara- gara Aelin istri ku jatuh koma papy.. Bayang kan bagaimana perasaan ku, bagaimana hancur nya aku papy... Dan aku ingin istri siri ku alias Aelin merasa kan apa itu kehilangan, bagaimana duka kehilangan orang yang paling berharga dalam hidup nya.. Dan itu akan terjadi saat diri mu lenyap...."

__ADS_1


Mr. Arkelin mencengkram sprei kasur dengan erat, rasa nya tubuh nya ingin meledak dengan sesuatu yang terasa pecah di atas kepala nya.


"Brengsek... Bagaimana bisa aku mendorong putri ku masuk dalam jurang kehancuran... Maaf kan papy Aelin.... Jantung ku Ahhhh..." Batin Mr. Arkelin menyesal dengan jantung nya yang semakin terasa sakit.


Mulut nya tak bisa mengeluar kan kata- kata apa pun, meski rasa nya ia ingin mengumpat bos brengsek nya yang sudah menghancur kan hidup putri nya.


Tubuh nya terasa semakin kaku, dengan rasa sakit yang sanga luar biasa menyerang seluruh organ dalam diri nya. Meski ia ingin sekali menghajar dan membuat tubuh Davin hancur berkeping- keping karna sudah berani membohongi diri nya.


Itu arti nya semua yang terjadi malam itu adalah kesengajaan Davin.


Tapi diri nya malah mempercayai pria busuk seperti Davin, ia sama sekali tidak medengar kan penjelasan putri nya, bahkan ia dengan tega nya tidak mempercayai putri kecil nya.


Tit....


Tit....


Tit...


Tut...


Suara EKG pendeteksi jantung itu berbunyi nyaring, sebelum alat itu menimbul kan suara melamban dan berhenti dengan layar menunjuk kan garis lurus.


Bersamaan dengan berhenti nya bunyi alat medis tersebut, nafas Mr. Arkelin tercekat dengan tubuh melemas seketika.


Rencana nya sudah sudah ia laksana kan, dan tinggal menunggu hasil dari rencana nya.


Davin membuka pintu kamar inap, di mana di depan Antonio masih setia duduk dengan kepala frsutasi karna begitu banyak hal yang di pikir kan.


Antonio melempar pandangan nya pada Davin, saat melihat kakak ipar nya itu keluar dengan wajah datar.


"Aku sudah selesai... Tubuh ku rasa nya sangat letih, aku akan kembali ke hotel untuk beristirahat bersama istri ku..."


"Aku tidak peduli..." Sosor Antonio yang sudah muak melihat wajah busuk Davin.


Ia sangat malas untuk berhadapan dengan Davin.


Davin mencebik kan bibir nya, lalu berjalan mendekati Antonio, menepuk bahu Antonio sebanyak tiga kali.


"Aku sudah melakukan tugas ku... Ayo lah sekarang giliran mu adik ipar..." Ujar Davin dengan nada memperingat kan.


"Kau tidak lupa kan, bagaimana wajah Syaila yang kesakitan..." Lanjut Davin dengan penekanan pada kalimat nya.


Tentu saja apa yang di kata kan Davin bereaksi pada Antonio.

__ADS_1


Di mana ke dua tangan Antonio mengepal dengan erat, menahan rasa sakit yang mendalam.


Davin tersenyum miring, lalu berjalan meninggal kan Antonio.


Aelin menatap ke arah rumah sakit, entah mengapa hati nya tiba- tiba menjadi gelisah.


Wajah ayah nya di iringi tawa bahagia tiba- tiba menyeruak ke dalam pikiran nya.


Bukan kah ia baru bertemu dengan papy nya?. Bahkan ia melihat kondisi papy nya semakin membaik saat ia meninggal kan kamar rawat sang papy.


Aelin memijit pelipis nya yang terasa sedikit pusing, dengan rasa gelisah yang sedang menyelimuti perasaan nya.


Aelin menatap sekali lagi ke arah rumah sakit, di mana kini netra nya melihat sosok Davin yang berjalan keluar dari rumah sakit, dengan wajah tersenyum lebar ke arah nya.


Melihat senyum Davin, mengingat kan Aelin dengan permintaan Ayah nya.


Untuk menerima Davin sebagai suami nya dan mencoba membuka hati untuk Davin.


Tanpa Aelin sadari senyum Davin mampu membuat hati nya tenang saat melihat wajah tampan itu tersenyum ke arah nya.


...----------------...


...****************...


hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...


Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2