
...137💚...
Davin tersenyum senang melihat wajah Aelin yang mengomel.
Dua pipi indah Aelin terus bergerak tanpa henti saat mengomel hal itu mampu membuat mood Davin meningkat.
Setiap pagi ia selalu membuat ulah, membuat istri kecil nya selalu kesal dan mulai mengomeli diri nya.
Tapi hal itu membuat diri nya bahagia karna ia merasa menjadi suami sungguhan.
Selalu di perhatikan dan di utama kan oleh istri nya.
"Nah kan jika begini kamu terlihat rapi... Duduk lah aku akan mengering kan rambut mu...!" Titah Aelin lalu melangkah ke arah laci meja di mana ia biasa menyimpan hair drayer.
Dengan patuh Davin duduk di bibir ranjang. Aelin langsung mengering kan rambut Davin.
"Sayang, kapan kamu akan melakukan operasi plastik di wajah mu..?" Celetuk Aelin membuka obrolan dengan Davin sementara tangan nya masih sibuk mengering kan rambut tebal suami nya.
"Aku tidak mau..!" Jawab Davin singkat.
"Kenapa? Bukan nya bagus jika kamu operasi plastik.. Aku tidak perlu capek- capek merias wajah mu yang tampan ini untuk menutupi luka ini..."
Davin menatap ke arah Aelin, yang langsung mendorong kepala nya untuk kembali menoleh ke depan.
"Jika aku operasi plastik.. Maka kamu tidak akan mau mengurus ku lagi..."
Aelin mengerut kan kening nya.
Jawaban macam apa itu?
"Maksud mu?"
"Iya jika aku operasi plastik kamu tidak lagi akan merias ku setiap hari... Aku kan suami yang baik jadi aku akan memberi kan mu pekerjaan yang bisa kamu lakukan... Aku juga tidak masalah jika wajah ku cacat selagi ada kamu yang merias nya aku merasa senang..."
Plak...
Davin langsung tersentak saat mendapat kan pukulan di bahu secara mendadak.
"Pemikiran macam apa itu..? Jangan konyol sayang.. Operasi plastik adalah jalan yang bagus untuk menghilang kan luka mu.. Ingat diri mu itu siapa.. Jika saingan bisnis mu sampai tahu tentang wajah mu itu.. Mereka bisa menyerang mu dengan hal tersebut..." Jelas Aelin lalu meletak kan hair drayer di atas kasur.
Ia mengambil sisir dan mulai menyisir rambut suami nya.
"Apa kamu begitu terganggu dengan wajah ku yang cacat..?" Nada Suara Davin berubah sedikit serius.
Membuat Aelin menghenti kan gerakan nya di atas kepala Davin.
__ADS_1
"Hati nya sangat sensitif..." Batin Aelin yang gemas dengan Davin.
Aelin melingkar kan tangan nya di leher Davin.
Cup...
Lalu mencium pipi Davin sekilas, yang mampu membuat bibir Davin yang sempat berkerut kini mengembang kembali.
"Aku tidak pernah masalah akan hal itu... Bagaimana pun wajah mu.. Aku akan selalu mencintai mu... Tapi coba pikir kan apa yang aku kata kan... Dan jangan lupa singkir kan pikiran konyol itu dari otak mu.. Karna sampai akhir hayat ku. Aku akan selalu mengurus diri mu dan melayani mu dengan sepenuh hati..."
Cup..
Aelin kembali mendarat kan kecupan singkat di pipi Davin.
Srak..
Dengan satu kali tarikan dari Davin, tubuh Aelin jatuh dalam pangkuan nya.
"Kamu ingin menggoda ku..?" Seringgai Davin dengan sorot mata memangsa.
"Siapa yang menggoda mu?.. Aku hanya mengata kan apa yang seharus nya..." Aelin mencoba bangkit dari pangkuan Davin.
Namun Davin menahan tubuh Aelin agar tetap berada di pangkuan nya.
Aelin memutar ke dua bola mata nya malas. Menghadapi Davin pasti ujung- ujung nya akan seperti ini.
"Mencium pipi bukan nama nya menggoda.. Dari mana bisa kamu menyimpul kan hal--"
Cup..
Belun sempat Aelin menyelesai kan kalimat nya. Bibir nya sudah di sumpal oleh bibir Davin.
"Astaga mata ku...!!" Pekik suara bass bariton yang langsung membuat aktivitas sepasang suami istri itu terhenti karna terkejut mendengar pekikan suara seseorang yang tiba- tiba datang.
Wajah Aelin langsung memerah dengan sempurna karna malu.
Karna lagi- lagi ia tertangkap basah sedang bermesraan dengan Davin oleh Darren.
Sementara Davin berdecak kesal melihat kehadiran Darren.
Asisten kualat nya itu selalu saja hadir di waktu yang tidak tepat.
Selalu berkeliaran di siang hari seperti seekor nyamuk.
Sedang kan Darren masih menutup ke dua mata nya yang lagi- lagi ternoda oleh adegan menggetar kan di depan nya.
__ADS_1
Nasib nya memang buruk, ia selalu saja melihat adegan romantis antara Aelin dan Davin tanpa sengaja.
Sunggub menyebal kan, jiwa jomblo dalam diri nya di buat meronta- ronta oleh kelakuan dua majikan yang tidak punya ahlak.
"Darrenn...!!" Pekik Davin dengan suara yang di tahan.
"Iya Tuan..." Jawab Darren dengan cepat di mana mata nya lagi- lagi melihat suatu keindahan hakiki yang menggetar kan jiwa nya.
Davin yang menatap ke arah Darren yang sedang melotot melihat sesuatu ke arah nya. Langsung mengikuti ke arah mana tatapan Darren.
"Darren paling kan tatapan mu.. Berani sekali kau...!!" Bentak Davin marah melihat arah tatapan Darren yang menatap ke arah istri nya.
Darren langsung tersentak kaget. Di mana rasa nya jantung nya berubah posisi menjadi di dengkul.
Siap- siap sudah ia akan menerima hukuman yang pasti nya akan menambah waktu kejombloan diri nya.
"Ehhh.. I.. Iya maaf Tuan aku tidak sengaja..." Jawab Darren terbata- bata.
Davin menatap tajam ke arah Darren di mana ia siap melahap Darren hidup- hidup.
" Tidak sengaja kamu bilang ?. Kalau tidak sengaja kenapa kamu terus memperhati kan nya..?" Sebal Davin yang masih tidak terima.
"Mubazir Tuan kalau ngak di lihat.. Kan itung- itung rizki..." Darren nyengir dengan cengiran khas kuda.
"Kau..?" Tekan Davin yang semakin marah mendengar jawaban Darren.
"Ckk.. Sudah - sudah Darren hanya tidak sengaja.. Lagi pula ini salah mu yang selalu nyosor- nyosor pada ku tidak tahu tempat.." Sela Aelin untuk menenang kan Davin yang sudah naik pitam.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
__ADS_1