Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Sambutan kepulangan


__ADS_3

...121💚...


Mobil mewah yang di bawa oleh Darren akhir nya memasuki pelataran rumah besar Arselion.


Terlihat dua orang penjaga di depan pintu yang selalu berdiri dengan tegap.


Darren menghenti kan mobil nya. Lalu turun dan berjalan memutar ke arah kursi penumpang.


Aelin pun juga turun dari mobil, di mana sebelum nya ia menatap sekilas ke arah Davin yang hanya memandang keluar jendela.


Aelin berjalan memutar, tentu saja ia akan membantu suami nya untuk turun dari mobil.


Sekarang itu adalah salah satu kewajiban bagi diri nya sebagai seorang istri yang akan melayani Davin dengan setulus dan sepenuh hati nya.


Darren mengeluar kan kursi roda yang di simpan di dalam bagasi mobil, lalu membuka pintu mobil.


Davin langsung menatap ke arah bangunan besar yang ada di hadapan nya.


Di mana sekelebat bayangan Syaila tiba- tiba muncul di hadapan nya. Membuat rasa bersalah yang tengah di pendam nya pada sang istri kembali membesar.


Darren dan Aelin secara bersama- sama memapah tubuh Davin untuk di pindah kan ke kursi roda.


"Pelan- pelan Darren...!" Aelin mengingat kan Darren agar berhati- hati. Karna ia tidak ingin Davin merasa kesakitan.


Davin yang mendengar ucapan Aelin yang begitu menjaga diri nya tersenyum tipis, di mana tidak satu pun dari Aelin dan Darren yang melihat senyum nya.


Aelin segera meraih gagang kursi roda, membuat Darren tersingkir.


Ia sama sekali tidak memiliki ruang di sisi Davin saat Aelin ada di antara mereka.


Aelin selalu membuat diri nya berguna untuk Davin.


Membuat Darren hanya terkekeh kecil melihat tingkah mengintimidasi Aelin.


"Sayang sekali nona Aelin... Kamu tidak tahu sudah berapa kebohongan yang pasti akan menghancur kan mu.." Batin Darren sambil memandangi punggung Aelin yang berjalan sambil mendorong kursi roda Davin.


Rasa nya melihat perhatian dan cinta yang di tunjuk kan Aelin , membuat Darren sedikit kasihan dengan apa yang akan terjadi di masa depan.


Namun kali ini ia tidak ingin ikut campur, Davin sudah mengambil keputusan nya.


Darren kembali masuk ke dalam mobil, dan menggiring mobil mewah itu masuk ke parkiran.


Aelin dan Davin tiba di depan pintu besar yang menjulang di depan nya.


Aelin tersenyum senang, di mana pintu di depan mereka terbuka dengan otomatis.


"Selamat datang tuan....!!"


Prettttt..


Duar....


"Welcome back in home Tuan Davin.."

__ADS_1


Prok...


Prok...


Prok...


Davin tersentak dengan apa yang ada di hadapan mata nya, bahkan bibir nya sampai terbuka lebar tidak percaya.


Di depan nya berdiri seluruh pelayan yang ada di rumah ini sedang menyambut nya dengan begitu hangat.


Taburan bunga dan juga suara letusan balon mengisi ruangan yang biasa nya sangat sepi ini.


Bahkan terlihat beberapa pelayan bertepuk tangan gembira karna akhir nya pemilik rumah pulang.


Melihat ekspresi wajah Davin yang terkejut, membuat Aelin merasa berhasil.


Ia menunduk kan wajah nya tepat di telinga Davin.


"Selamat pulang kembali....!" Bisik Aelin di mana nafas nya berhembus tepat di daun telinga Davin yang berhasil membuat tubuh Davin menegang.


"Apa ini ide mu?" Tanya Davin dengan tawa ringan nya.


Ia di sambut seperti anak kecil yang sedang ulang tahun.


Tapi sungguh ia merasa lucu dengan semua hal ini.


"Ehmmmm apa kamu suka?" Jawab Aelin dengan deheman. Di mana ia kembali melempar kan pertanyaan pada Davin.


"Aku pasti senang jika ini adalah ide mu..." Goda Davin dengan menaik turun kan alis nya.


"Selamat pulang kembali tuan...!" Seru Maya dengan wajah nya yang tersenyum lebar. Lalu mengalung kan karangan bunga tersebut.


Davin hanya tersenyum manis, di mana hari ini ia benar- benar sangat bahagia.


Dua orang pelayan lain nya juga melakukan hal yang sama, mengalung kan karangan bunga yang berbeda untuk Davin.


Setelah itu baru lah seluruh pelayan tersebut berderet dengan rapi.


Di mana para pelayan membuka jalan di tengah- tengah untuk di lewati oleh Davin.


Davin semakin terkekeh ringan, melihat rencana Aelin untuk nya.


Rasa kesal yang sempat ia rasa kan pada Aelin kini benar- benar berhasil di redup kan oleh kejutan yang Aelin buat untuk diri nya.


Sungguh ia merasa bahwa kepulangan nya kali ini benar- benar di nanti kan oleh semua orang.


Biasa nya jika ia pulang setelah sekian lama, ia hanya akan membuka pintu dan menemukan kekosongan.


Tapi hari ini, meski hanya di sambut para pelayan tapi ia merasa bahagia.


Sementara para pelayan yang melihat ekspresi baru majikan nya terlihat tidak percaya.


Karna setelah sekian tahun mereka bekerja di sini, mereka sama sekali tidak pernah melihat wajah tersenyum Davin.

__ADS_1


Namun hari ini jangan kan tersenyum bahkan majikan nya itu tertawa di hadapan mereka.


Dan mereka bisa melihat tawa Davin Arselion yang begitu mahal berkat rencana Aelin.


Sebelum nya, para pelayan menolak untuk melakukan ide Aelin yang bagi mereka adalah ide yang sangat gila.


Namun dengan kerja keras, Aelin mampu menyakin kan mereka bahwa tidak akan terjadi apa- apa.


Aelin mendorong kursi roda Davin melewati karpet merah yang di gelar sepanjang jalan yang di lewati Davin dan Aelin.


Di mana para pelayan yang berdiri dengan berbaris di ke dua sisi mereka menabur kan bunga mawar sepanjang jalan ke dua nya.


Demi apa pun Davin merasa di sambut seperti pengantin saat ini.


Di mana taburan bunga terus menghujani diri nya , sesekali Davin mencuri- curi pandang pada Aelin yang tengah mendorong nya. Di mana Aelin tersenyum lebar.


Kursi roda Davin berhenti di depan sebuah pintu kamar yang terletak di lantai bawah.


Aelin sudah menyiap kan kamar yang akan di tempati Davin.


Yang Aelin tahu, kamar Davin berada di lantai atas. Kamar yang paling besar dan mewah.


Tapi Aelin berpikir dengan situasi Davin yang tidak sehat. Membuat Aelin berinisiatif memindah kan kamar Davin ke bawah.


Namun saat Aelin hendak mengambil barang- barang Davin.


Maya dan beberapa pengawal dengan tegas menghalangi diri nya untuk masuk ke kamar Davin.


Aelin memang penasaran kenapa diri nya di larang untuk masuk ke dalam kamar Davin.


Namun Maya mengancam nya tidak akan mau ikut andil dalam rencana penyambutan Davin jika diri nya masih bersikekeh untuk tetap masuk ke dalam kamar Davin.


Dan tentu saja diri nya tidak punya alasan lagi untuk menerobos ke dalam.


Ia tidak mau penyambutan kepulangan Davin gagal.


Jadi Aelin memilih untuk menurut, di mana Maya meminta dua orang pengawal untuk mengambil pakaian Davin dan membawa nya ke kamar lantai bawah yang akan di jadi kan kamar Davin sesuai dengan permintaan Aelin.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2