Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Terkesan Egois


__ADS_3

...218💚...


"Ekhemmmmm...." Dehem Boy dan Lia bersamaan sembari menatap suami istri yang tengah berpelukan di hadapan mereka.


Sementara Darren hanya mampu memaling kan wajah nya asal.


Ia sudah biasa melihat adegan yang membuat jiwa jomblo nya meronta- ronta.


Davin dan Aelin langsung melepas kan pelukan mereka.


Mereka terlihat canggung saat di tatapan tajam oleh Boy dan Lia.


"Kalian jangan uwu- uwuan di depan bocil donk..." Ledek Boy dengan memasang wajah sembraut nya.


"Iya.. Kalau kayak gini.. Gue ke belet nikah kan sama om Darren.." Lanjut Lia dengan menatap Darren penuh damba.


Darren yang mendengar ucapan Lia terlihat syok bukan main.


Sungguh perkataan yang tidak pantas untuk seorang remaja seperti Lia.


Bahkan Darren bergidik ngeri, membayang kan diri nya yang di paksa menikah dengan gadis absurd seperti Lia.


Davin Dan Aelin terkekeh geli mendengar ucapan Lia.


Seperti nya Lia menyukai Darren.


"Darren come on.. Udah ada yang nyatain perasaan nya ke kamu itu... Udah lah terima aja dari pada jomblo..." Ucap Davin menyindir asisten nya itu.


Wajah Darren semakin mendengus kesal karna Davin yang membocor kan aib nya.


Sementara Lia semakin bersemangat mendengar jika pria pujaan nya ternyata masih jomblo.


"Wah.. Bagus donk.. Ternyata om Darren masih Jomblo.. Om Darren aku juga jomlo lo.. Apa itu arti nya kita jodoh..." Lia menyatu kan tangan nya sambil tersenyum manis pada Darren.


"Aelin udah ketemu jodoh nya. Terus Lia udah ketemu sama gebetan nya.. Lah aku kok jadi nyamuk.. " Sebal Boy yang menyuara kan isi hati nya.


Ia benar - benar sebal.


Mendengar dumelan kesal Boy, membuat semua orang tertawa lucu.


...----------------...


Setelah cukup berbincang- bincang. Boy dan Lia memutus kan untuk pulang. Karna hari sudah semakin gelap.


"Lin kami pamit pulang ya udah mau malem juga..." Seru Boy sambil menyampir kan ransel nya di bahu.


"Ae aku juga pulang ya, oh ya om Davin ingat jangan macem- macem sama Aelin.. Kalau om berani nyakitin Aelin.. Aku sendiri yang akan mematah kan kepala om itu..." Seru Lia dengan nada mengancam. Meski Davin adalah pria yang tampan. Tapi tetap saja wajah tampan tidak selalu bisa di percaya.

__ADS_1


Diri nya hanya ingin kehidupan sahabat nya baik- baik saja. Sudah cukup derita yang di hadapi Aelin.


Davin hanya mengangguk pelan. Ia salut dengan keberanian gadis kecil yang di bawa istri nya.


Bahkan gadis yang bernama Lia itu mengancam nya tanpa rasa takut.


Sementara Aelin hanya terkekeh. Lia memang seperti itu. Sahabat sejak kecil nya selalu berusaha menjaga diri nya dengan baik.


"Baik lah.. Om aku akan mengantar mereka sampai depan..." Beo Aelin.


"Baik lah tapi jangan lama- lama... Lagian mereka berdua sudah besar untuk apa di antar..." Timpal Davin yang tidak terima Aelin pergi.


"Meski kita berada di rumah sakit.. Tapi mereka adalah tamu di sini.. Jadi sebagai tuan rumah kita harus melayani mereka dengan baik..." Jelas Aelin untuk membuat Davin mengerti.


"Baik lah..." Davin mengizin kan Aelin.


Davin sangat salut dan semakin kagum dengan sifat yang Aelin miliki.


Tidak hanya cantik, Aelin juga tahu tata krama.


Semakin ke sini ia mengenal Aelin. Semakin ia menemukan sifat- sifat terpuji pada diri Aelin.


Jauh di lubuk hati Davin, ada rasa ragu dan bersalah.


Apa diri nya sudah salah membalas dendam pada gadis yang bahkan sangat baik.?


"Berhenti lah menatap nya seperti itu. Dia tidak akan hilang..." sindir Darren memasang wajah datar nya.


"Apa kamu bisa tidak berbicara ketus pada ku...?" Sarkas Davin yang sedikit tidak nyaman dengan sikap Darren.


Setelah pembicaraan mereka tadi pagi. Darren terlihat marah pada diri nya.


"Henti kan perasaan mu ini Davin.. Lepas kan saja Aelin... Jika kamu mencintai nya biar kan dia pergi.. Biar kan dia memperbaiki hidup nga sendiri.. Karna jika dia terus bersama mu.. Aku pasti kan dia akan hancur untuk kesekian kali nya..." Ujar Darren memperingat kan Davin.


Jujur Darren juga sedikit kasihan dengan Aelin.


Meski kini Davin mencintai Aelin. Tapi tetap saja gadis malang itu akan sangat hancur ketika suami yang begitu di kagumi ternyata memiliki istri lain.


"Aku tidak bisa melepas nya Darren... Aku tidak akan bisa... Aku tidak bisa jauh dari Aelin.. Jangan kan kamu, aku pun sangat kecewa pada diri ku sendiri karna sudah menyimpan perasaan pada Aelin.. Namun aku mohon Darren biar kan aku mencintai Aelin hingga saat ini.. Biar kan aku menikmati kebersamaan dengan nya. Ketika dia tahu semua nya aku yakin dia pasti akan membenci diri ku dan bahkan tidak ingin melihat wajah ku.. Sampai waktu itu akan datang aku akan menyembunyi kan semua nya dari Aelin... " Jawab Davin dengan terisak. Bahkan buliran bening kini menetes di wajah nya.


Dada nya terasa sesak dan bersalah. Karna ia sudah mempermain kan Aelin. Awal nya ia hanya ingin balas dendam.


Tapi kini permainan yang ia buat sendiri, malah menjebak nya pada rasa yang begitu indah dan nyaman.


Ia hanya ingin menikmati kebersamaan dengan Aelin. Setidak nya sampai Syaila terbangun dari koma nya.


Terdengar sangat egois memang, tapi saat ini ia tidak bisa berjauhan dengan Aelin.

__ADS_1


Ia belum sanggup.


"Aku harap keputusan yang kamu ambil tidak salah Davin..."


Klek..


"Keputusan apa?" Seru Aelin yang tiba- tiba masuk ke dalam ruangan Davin.


Davin dan Darren langsung tegang.


"Apa Aelin mendengar semua pembicaraan nya?" Pikir Davin dan Darren.


"Saya permisi dulu...." Seru Darren yang memilih pergi dari pada terlibat dengan hubungan yang begitu rumit ini.


Rencana yang gagal dan berbalik menjadi bumerang tersendiri.


Setelah Darren keluar dari ruangan, Aelin melangkah mendekat ke arah Davin dengan ekspresi yang tidak bisa di arti kan oleh Davin.


"Se... Sejak kapan kamu di sini ?" Tanya Davin menyelidik. Berharap jika Aelin tidak mendengar percakapan nya dengan Darren barusan.


"Aku baru saja masuk.. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan om dengan Darren.. Keputusan apa memang?" Tanya Aelin mendesak.


"Ohhh aku meminta untuk pulang hari ini.. Jadi Darren mengata kan jika keputusan yang ku ambil sudah tepat.." Kilah Davin berbohong.


Aelin mengangguk mengerti, ternyata alasan yang di beri kan Davin. Membuat Aelin percaya dan tidak curiga sama sekali.


Davin menghembus kan nafas lega, melihat Aelin yang sama sekali tidak curiga.


Ia benar- benar tidak ingin Aelin tahu dan pergi dari nya.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2