Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Aku akan pergi ke amrik


__ADS_3

...143💚...


Lia menyerah kan paper bag yang ia bawa dari rumah Boy.


"Apa ini?" Tanya Aelin dengan menaut kan ke dua alis nya.


"Ini kisi- kisi buat ujian kita besok Lin.. Aku benar- benar tidak percaya jika sekarang kita udah mau lulus aja..." Suara Lia tiba- tiba menyendu.


Rasa nya waktu terlalu singkat, baru kemarin diri nya dan Aelin menjaja kan kaki di sekolah favorit kota ini.


Namun kini mereka akan lulus dan keluar dengan sebutan alumni yang akan tersemat pada nama mereka.


"Ternyata kamu juga bisa punya kisi- kisi..? Rasa nya aku tidak percaya.." Tawa ringan Aelin yang melihat isi paper bag yang di beri kan Lia.


Rasa nya begitu mustahil melihat Lia punya kisi- kisi pelajaran.


" Kamu tidak perlu heran Lin.. Itu dia dapat kan dari rumah ku..." Seru Boy dengan meminum jus melon nya.


Aelin mencebik kan bibir nya, saat melihat Lia yang menyengir sambil menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal.


Seperti nya diri nya sudah salah alamat. Ternyata sahabat nya itu masih tetap sama. Tidak menyukai pelajaran- pelajaran yang kata nya selalu membuat kepala nya pusing.


"Terimakasih Boy.. Kamu memang harus ekstra bersabar untuk menghadapi Lia... Kamu juga Lia kamu harus belajar juga ... Bagaimana bisa kamu lulus jika tidak belajar... Jika kamu hanya menjawab lima soal dari empat puluh soal mana mungkin kamu akan lulus..." Nasihat Aelin pada sahabat nya itu yang hanya diam mendengar kan.


"Kamu jangan khawatir Li.. Aku sudah menyewa guru les privat untuk pacar ku yang nakal ini..." Boy langsung merangkul Lia dan mengacak rambut gadis nya gemas.


Mendengar apa yang di kata kan Boy membuat Aelin lega.


Ternyata Boy adalah tipe pria yang begitu perhatian pada kekasih nya. Bahkan Lia sampai di sewa kan guru les privat.


Ahhh, sungguh romantis. Pekik Aelin dalam hati.


"Aku harus apa Lin.. Jika aku membantah Boy akan mencerai kan ku... Rasa nya aku ingin membontaki kepala nya itu..." Sungut Lia dengan menatap Boy kesal.


"Ha.. Ha.. Bercerai? bahkan kalian belum menikah mana mungkin bisa bercerai.." Tawa Aelin langsung pecah mendengar ucapan absurd Lia.


Sahabat nya itu selalu saja bisa membuat bibir nya tertawa ringan.


"Kamu kan sudah tahu kebodohan Lia.. Ha.. Ha..." Tambah Boy yang juga ikut mengejek Lia sambil tertawa.


"Terserah kalian.. Silah kan tertawa sepuas nya.. Tapi aku ingin mengata kan sesuatu kepada mu Lin..." Lia menarik tubuh nya dari rangkulan Boy lalu wajah nya berubah menjadi sangat serius.


Boy dan Aelin langsung terdiam, menunggu apa yang ingin di kata kan Lia.


Lia merogoh tas kecil nya, lalu mengeluar kan dua buah vocher hotel.

__ADS_1


"Kemarin aku dapet diskon di hotel Skylight Lin.. Vocher Diskon buat pasangan honeymoon... Aku kan belum menikah jadi tidak bisa memakai vocher ini. Tidak mungkin aku menculik Boy dan memperkosa nya.. Jadi dengan sangat ihklas aku memberi kan vocher ini pada mu... Kamu harus memakai nya menginap di hotel itu dengan om Davin.. Biar kalian tambah rapet dan nempel terus..."


Lia menyodor kan dua vocher hotel tersebut pada Aelin.


Sementara Aelin dan Boy saling melempar pandangan nya.


"Ha... Hua... Ha... Ha. !!" Ke dua nya langsung tertawa dengan keras.


Demi apa pun mereka sempat tegang, mereka pikir Lia akan mengata kan sesuatu yang penting.


Tapi ternyata Lia hanya ingin memberi kan vocher hotel yang lebih lucu nya lagi pake diskon lagi.


Perut Aelin dan Boy terasa di kocok dengan tawa yang benar- benar menggeli kan.


Sementara Lia mendengus kesal melihat sahabat dan juga kekasih nya yang satu frekuensi menertawa kan diri nya.


Apa yang lucu cobak?


Diri nya dengan susah payah mendapat kan vocher hotel ini.


"Ku pikir Lia akan mengata kan sesuatu yang mengaget kan... Ternyata cuma pengen kasi vocher hotel pake diskon lagi.. Ha.. Ha..." Seru Boy yang masih tertawa terbahak- bahak.


Kekasih nya memang berbeda dan sangat lucu.


Lia memutar ke dua bola mata nya malas, mendengar ke dua orang di hadapan nya yang masih menertawa kan kelakuan nya.


"Aku juga ingin bilang--"


"Jangan bilang kamu juga ingin kasi aku vocher Wc gratis..?" Sosor Boy dengan cepat memotong perkataan Lia.


Plak...


Tangan Lia langsung memukul bahu Boy dengan keras. Hingga membuat Boy meringgis kesakitan.


"Auuu... sumpah ni bocah..." Umpat Boy sambil mengelus bahu nya yang terkena pukulan maut Lia.


Ia yakin jika kulit nya pasti memerah.


"Ya lagian kamu mulut nya ngak bisa di jaga.. Untung ngak ku buat leher mu putus..." Ucap Lia horor.


Sementara Aelin langsung mingkem menahan tawa nya, melihat adegan abstrak di depan nya.


Lia kembali menunduk kan wajah nya dalam. Rasa nya sangat berat untuk mengata kan hal yang sedang terpendam di dalam dada nya.


Untuk sekilas ia melirik kepada Aelin yang masih menahan tawa nya, seperti orang yang sedang menahan kentut.

__ADS_1


Lalu ia melirik ke arah Boy yang masih meringgis mengusap bahu nya karna menerima pukulan nya.


Untuk sejenak Lia memandang lekat- lekat ke dua orang yang sangat dekat dengan hati nya.


Merekam setiap inci bagian wajah ke dua nya yang entah kapan bisa ia lihat lagi.


Moment- moment kebersamaan mereka tiba- tiba berputar dengan otomatis di kepala nya.


Rasa nya sangat berat untuk mengata kan hal yang ingin diri nya kata kan.


Meski ia bodoh, dan di cap sebagai orang terbodoh di satu sekolah. Tapi tetap saja ia mempunyai impian tersendiri.


"Aku akan pergi ke amrik..." Ucap Lia lesu bahkan ucapan nya hampir tidak terdengar.


Wajah Boy dan Aelin yang tadi nya tertawa langsung berubah menjadi serius saat mendengar ucapan Lia.


"Hua... Ha... Ha.. Lucu sekali.. Apa maksud mu Amrik tempat pemotongan ayam yang ada di pinggir kota..." Tawa Boy langsung pecah.


"Aku ingin mengejar mimpi ku menjadi pemain Biola..." Ucap Lia di mana ia tidak memperduli kan ucapan kekasih nya yang sudah sangat menyebal kan.


"Aduh Li.. Udah lah aku pengen ketawa..." Sahut Boy yang masih terus tertawa.


"Boy diam...!" Bentak Aelin dengan menggebrak meja.


Kali ini Lia tidak sedang bercanda. Aelin bisa membeda kan mana wajah serius Lia dan mana wajah saat gadis itu sedang bercanda. Karna diri nya dan Lia tumbuh bersama.


Boy langsung menutup mulut nya dengan tangan, karna melihat kemarahan Aelin yang on.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2