
...19 😇...
Seperti biasa, Mr. Arkelin sudah siap dengan setelan jas rapi dengan rambut yang sisir ke samping.
Ia mematut diri nya di depan cermin, sebelum melenggang keluar dari kamar.
Mr. Arkelin menatap nanar meja makan yang sepi.
Biasa nya setiap pagi, ia akan melihat senyum Aelin dengan mulut penuh dengan roti sebelum berangkat sekolah.
Pagi ini ia mencoba menelpon putri nya, namun tidak ada jawaban dari Aelin sedikit membuat nya kecewa.
Mr. Arkelin menarik kursi lalu duduk dengan wajah tersenyum di paksa kan.
Ia harus membiasa kan diri nya untuk sarapan sendiri, karna kini sisa - sisa hidup nya harus ia jalani sendiri.
"Selamat pagi Tuan, saya akan menyiap kan sarapan anda..." Seru Bi Lusi wanita berumur dengan tubuh gempal yang sehat yang selama ini melayani keluarga Dirwantar.
Namun ia adalah pelayan dingin, yang hanya melakukan pekerjaan nya tanpa ingin ikut campur dengan urusan kehidupan pribadi majikan nya.
Karna hal itu pula, yang membuat Bi Lusi tidak terlalu dekat dengan anggota keluarga Dirwantar.
Mr. Arkelin mengangguk singkat. Bi Lusi membawa nampan dengan sepotong roti salad dan juga jus buah, lalu meletak kan nya di hadapan sang majikan.
Mr. Arkelin mulai memasukkan roti tersebut ke dalam mulut nya, mengunyah nya perlahan sampai sebuah deringan ponsel memutus aktivitas sarapan nya.
Dring....
Drrrriiinggg...
Dringggg...
Mr. Arkelin menjawab panggilan tersebut yang berasal dari asisten di kantor nya Antonio.
"Ada apa Antoni..." Ujar Mr. Arkelin dengan membersih kan sisa makanan di bibir nya.
Kening Mr. Arkelin yang sedikit keriput mengerut dalam sebelum ke dua mata nya melebar dengan sempurna.
"Tapi bagaimana bisa...!!" Geram nya dengan wajah yang berubah panik.
Mr. Arkelin segera bangkit dari duduk nya, meninggal kan sarapan nya yang masih tersisa. Lalu pergi dengan terburu- buru. Entah apa yang membuat Mr. Arkelin begitu khawatir.
...----------------...
Mr. Arkelin melesat turun dari mobil nya, saat mobil hitam nya sampai di kantor cabang dari GC Group yang selama ini di kelola nya.
Sebuah perusahaan besar dan sangat tersohor di negeri ini.
__ADS_1
Perusahaan yang menekuni berbagai macam bidang, mulai dari fashion , bangunan, Bahan bakar, tekstil, bahkan hingga makanan.
Mr. Arkelin segera masuk ke dalam ruangan nya di mana Antonio juga memasang wajah yang sama.
"Selamat pagi Tuan..." Hormat Antonio dengan menundukkan tubuh nya hormat pada Mr. Arkelin.
"Jangan basa- basi Antony ceritakan apa yang terjadi..." Seru Mr. Arkelin mutlak, lalu merebah kan bokong nya di kursi berwarna silver yang terlihat megah, yang tak bukan adalah singgasana kebanggan Mr. Arkelin.
"Pabrik di kota B yang di pegang oleh kendali perusahaan yang Tuan pimpin, saat ini mengalami kebakaran.. Tuan dapat melihat nya dalam vidio ini..." Antonio menyerah kan sebuah tabloid kepada Mr. Arkelin.
Mr. Arkelin menonton vidio itu dengan raut wajah tidak percaya dan khawatir.
Bagaimana bisa pabrik utama yang di tangani nya mengalami kebakaran tiba- tiba.
Dalam bekerja diri nya selalu teliti dengan apapun. Tapi kenapa bisa pabrik bidang bahan bakar yang di handel nya tiba- tiba terbakar seperti ini.
"Tuhan musibah apa lagi ini, kenapa ujian terus berdatangan. Belum selesai rasa pedih karna masalah putri ku... Dan sekarang perusahaan ku mengalami musibah..." Batin Mr. Arkelin sambil memijat pelipis nya.
"Antoni kenapa bisa pabrik bahan bakar itu bisa terbakar?. Selama ini tidak pernah terjadi hal seperti ini sebelum nya.." Tanya Mr. Arkelin menenang kan diri nya , dengan menerima kejadian yang terjadi.
Sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengeluh, ia harus memperbaiki semua nya jika tidak perusahaan yang di pimpin nya bisa bangkrut, lalu apa yang akan diri nya katakan pada Davin bos nya yang kini sudah resmi menjadi menantu nya.
"Saya juga tidak tahu Tuan, tapi seperti laporan informasi yang di kirim oleh pihak berwajib, jika kecelakaan ini terjadi karna konsleting listrik yang memicu kebakaran. Sedang kan sumur minyak hingga kini belum bisa di padam kan...." Jelas Antonio serius, memberi tahu kan semua informasi yang ia dapat kan.
Mr. Arkelin memejam kan mata nya dalam , informasi yang di sampai kan Antonio benar- benar membuat kepala nya pusing dan frustasi.
"Berapa kira- kira kerugian semua nya...?"
Wajah Mr. Arkelin semakin tertekuk ke dalam , saat mendengar nominal yang begitu besar yang di sebut kan Antonio.
Kerugian yang tidak main- main dan sangat besar.
"Kita akan ke sana sekarang..." Tukas Mr. Arkelin dengan mutlak. Yang langsung di mengerti oleh Antonio.
Antonio beranjak dari tempat nya, lalu berjalan keluar dari ruangan Mr. Arkelin.
Menutup pintu ruangan itu dengan perlahan sebelum ia menghembus kan nafas nya kasar.
Antonio seorang pria berumur dua puluh enam tahun, yang bekerja sebagai asisten Mr. Arkelin selama dua tahun ini.
Pria dengan kharisma tegas, wajah tampan dengan perpaduan gen bule, di mana yang paling menarik adalah ke dua mata hijau nya yang begitu menenang kan.
Warna mata yang begitu langka dan sangat sulit untuk di temukan di kota ini. Namun ke dua mata indah itu di miliki oleh Antonio.
Warna mata yang begitu kontras dengan ketampanan wajah nya.
Tapi biar pun diri nya bekerja untuk Mr. Arkelin , namun majikan yang sebenar nya adalah Davin sang pemilik sebenar nya perusahaan ini, sekaligus presdir terkaya seasia.
__ADS_1
Antonio berjalan dengan cepat menuju ruangan nya , memain kan tabloid yang biasa kenakan untuk bekerja untuk memesan penerbangan tercepat ke kota B, di mana pabrik kilang minyak saat ini tengah terbakar.
Antonio meletak kan tabloid tersebut di atas meja nya.
Pikiran nya melayang mengingat ucapan Davin yang meminta diri nya untuk membuat kebakaran tersebut.
Sebenar nya apa yang di rencanakan Davin, kenapa dia meminta hal yang sangat merugikan perusahaan nya.
Kenapa dia ingin membuat Mr. Arkelin kesusahan.?
Namun lagi- lagi Antonio tidak ingin ikut campur dengan apa yang di rencakan Davin.
Sebenar nya diri nya bukan lah orang biasa. Ia sangat mengenal Davin karna diri nya adalah sepupu pria itu.
Kenapa diri nya yang juga dari keluarga kaya yang setara dengan Davin malah memilih menjadi bawahan pria itu?.
Alasan sangat tidak menarik, ia bersedia menjadi bawahan Davin dan bekerja kasar, karna diri nya sudah bosan untuk bersantai dan menghambur kan uang.
Di mana setiap malam ia akan membuang uang nya untuk menyewa gadis penghibur.
Kehidupan yang begitu monoton , membuat diri nya yang menyukai tantangan memutus kan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan, yaitu bekerja di bawah pimpinan Davin di mana ia di tugas kan menjadi assisten Mr. Arkelin yang sudah cukup tua.
Tentu saja dengan identitas yang ia sembunyi kan dari semua orang.
Awal nya diri nya ingin menghentikan kegilaan nya dan kembali pada kehidupan nya yang monoton.
Namun ada seseorang yang membuat nya mengurung kan niat nya, dan membuat nya bertahan pada penyamaran diri nya saat ini.
...----------------...
...****************...
Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙