
...97💚...
"Aku sudah menyiap kan acara pesta penobatan mu.. Aku sudah menyiap kan semua nya dengan meriah, dan untuk syarat yang kamu ajukan aku juga sudah melakukan nya.."
Antonio menghela nafas pasrah, sebentar lagi ia akan resmi menjadi ketua bandar narkoba.
Entah keburukan apa yang membuntuti nya. Ia sudah berusaha dengan bersusah payah untuk menghindari semua hal ini.
Malah sekarang ia melakukan nya atas kemauan sendiri.
Tuan Alexxander kembali memain kan tablet nya , di mana wajah nya terlihat sumringah.
Antonio yang melihat ekspresi wajah sang ayah hanya acuh, namun sedikit membuat nya penasaran.
Karna ia belum pernah melihat wajah berseri itu.
"Papa sedang melihat apa?" Tanya Antonio dengan melirik tablet yang ada di tangan Tuan Alexxander.
Tuan Alexxander mengarah kan layar benda pipih itu pada Antonio, memperlihat kan seorang pria tua sedang bermain bersama dua orang anak kecil berlainan jenis.
"Aku sedang melihat seorang kakek sedang bermain bersama cucu nya... Oh ya aku juga ingin meminta ini pada mu Antonio... Sekalian ya jadi bonus permintaan ku..."
"Maksud nya?" Tanya Antonio memasti kan, berharap pria tua di hadapan nya tidak akan meminta hal- hal yang aneh, seperti yang ada dalam kepala nya.
"Bawa kan aku seorang menantu, dan buat lah anak yang banyak.. Supaya aku bisa bermain bersama cucu ku..." Wajah Tuan Alexxander semakin sumringah, di mana ke dua manik mata nya menatap Antonio penuh harap.
Antonio bungkam seketika, mendengar permintaan ajaib sang ayah.
Suatu hal yang mungkin sangat sulit untuk diri nya wujud kan.
Menikah, dan mempunyai anak. Bahkan ia sendiri pun belum memikir kan hal sejauh itu.
Tapi pria tua di hadapan nya malah meminta sesuatu yang benar- benar membuat kepala Antonio semakin frustasi.
"Tidak mungkin...!" Tegas Antonio dengan bangkit dari duduk nya, lalu memasuk kan sebelah tangan nya ke dalam saku celana nya.
Permintaan ayah nya sudah terlalu banyak, bahkan ia belum resmi di nobat kan menjadi ketua laknat , dan sekarang ayah nya meminta permintaan bonus.
Apa- apan itu.
Pikir Antonio.
Ekpresi tuan Alexxander terlihat kaget, namun langsung cemberut mendengar jawaban penolakan tegas dari sang putra.
Hati nya sangat kecewa mendengar hal itu, namun yang sedikit mengkhawatir kan adalah alasan mengapa putra nya menolak untuk menikah, padahal umur nya sudah sangat matang untuk membangun rumah tangga.
__ADS_1
Tuan Alexxander menatap punggung sang putra dengan tajam, menelisik dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Apa kamu memiliki penyakit serong? atau kamu impoten.?"
Blar...
Tubuh Antonio rasa nya langsung di lempari bom hingga meledak, mendengar ucapan tanpa dosa dari ayah nya.
Serong?
Impoten?
Astaga, diri nya masih sehat oke. Pekik Antonio yang langsung memutar tubuh nya dan menatap sang ayah dengan garang.
Tentu saja harga diri nya menjadi seorang pria sejati terluka.
"Dengar ya pa... Aku sama sekali tidak memiliki penyakit menjijik kan seperti itu.. Aku masih sehat dan lagi pula aku bisa membuat anak yang banyak..." Timpal Antonio tidak terima.
"Lalu kenapa kamu tidak mau menikah? Papa bisa menjodoh kan mu dengan anak gadis dari rekan kerja papa..." Seringgai licik muncul di bibir Tuan Alexxander.
Antonio menyugar rambut nya, rasa nya kepala nya akan pecah sekarang.
"Ini bukan zaman siti nurbaya pa.. Aku tidak mau di jodoh kan .. Lagi pula aku sudah punya calon..." Sanggah Antonio asal, yang membuat Tuan Alexxander berbinar.
"Benar kah siapa? cepat nikahi dia.. Kalau bisa proses penobatan mu akan di langsung kan bersamaan dengan pesta pernikahan..." Tuan Alexxander sangat senang mendengar jika putra nya sudah memiliki calon istri.
Antonio menggigit bibir bawah nya dengah memejam kan mata nya dalam.
Diri nya memang bodoh, kenapa ia bisa mengata kan hal itu. Jangan kan calon istri , pacar saja diri nya tidak punya. Lalu bagaimana bisa menikah.
Antonio kembali merebah kan bokong nya di samping Tuan Alexxander yang sudah sangat senang.
"Tapi sayang nya dia sudah menjadi istri orang...!" Lirih Antonio menyendu, di mana pikiran nya kini melayang membayang kan wajah Aelin.
Sungguh tragis, gadis yang di incar nya sejak dulu, di dapat kan oleh kakak ipar nya sendiri.
Sedang diri nya hanya mendapat kan tangan kosong.
Raut senang Tuan Alexxander langsung surut seketika mendengar ucapan Antonio.
Setelah di terbang kan dengan begitu tinggi, putra kurang ajar nya ini malah menjatuh kan nya dengan sangat keras.
"Maka nya kamu gerak cepet.. Aku rasa kamu bukan putra ku.. Dasar bodoh.." Umpat Tuan Alexxander kesal. Pupus sudah impian indah nya.
"Ck.. Mau bagaimana lagi, aku tidak tahu dia menikah karna dia menikah secara mendadak... Seandai nya aku tahu mungkin aku sudah membatal kan pernikahan nya..." Hela Antonio dengan nafas putus asa.
__ADS_1
"Ya sudah kamu rampas saja gadis itu, bukan nya kamu menyukai nya..."
Ke dua mata Antonio terbelalak mendengar ajaran sang ayah, bahkan ke dua mata nya ingin melompat keluar karna saking kaget nya.
"Papa aku bukan pebinor..." Sarkas Antonio.
"Kamu mencintai nya kan, sebelum janur kuning melengkung kamu bisa menikung..." Seru Tuan Alexxander dengan mantap.
"Tapi janur kuning nya sudah melengkung pa.. Tidak ada jalan untuk menikung..." Kepala Antonio rasa nya ingin terbakar.
"Belum.. Kan dia belum hamil jadi sah- sah saja jika di rampas... Sesekali kamu harus jadi perampok.. Perampok istri orang..." cengir Tuan Alexxander yang masih kekeh dengan pendapat nya.
Entah apa yang di pikir kan Tuan Alexxander sehingga mengajari hal itu pada putra nya.
Mungkin karna keinginan nya untuk memiliki cucu yang sangat besar, membuat pikiran nya menjadi sedikit terganggu.
Sementara Antonio hanya menggeleng- geleng kan kepala nya mendengar ide gila dari sang ayah, namun sedikit di benar kan oleh hati nya.
"Dari pada papa menuntut ku untuk menikah dan memberi cucu.. Papa lebih baik meminta itu pada Kak Syaila dan Davin..."
Raut wajah Tuan Alexxander berubah sedih, saat mendengar nama putri nya.
Namun wajah nya segera berubah drastis, tersirat amarah di ke dua bola mata nya.
"Aku ingin anak sah, bukan anak haram..." Sinis nya lalu beranjak pergi meninggal kan Antonio yang menatap nya heran.
"Maksud papa apa?" Gumam Antonio bertanya pada diri nya sendiri. Ia tidak mengerti dengan maksud yang di kata kan oleh ayah nya.
Bukan nya Syaila adalah saudari nya, jadi sama saja jika Syaila yang memberi cucu, apa lagi Syaila sudah punya suami.
Jadi hal itu lebih memiliki peluang yang lebih besar, dari pada diri nya yang masih seorang bujangan.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙