
...128💚...
Malam yang hitam penuh dengan kegelapan, di mana taburan bintang menghias dengan cahaya kemilau nya yang terlihat sangat indah di malam hari.
Langit malam berangsur terang, di mana sang surya kembali menyapa pagi di bumi.
Aelin mengerjap kan ke dua kelopak mata nya , saat merasa kan cahaya matahari yang sedang menggelitik ke dua kelopak mata nya yang indah.
Aelin menggerak kan tubuh nya, namun ia merasa kan ada sesuatu yang cukup berat di atas perut nya. Bahkan tubuh Aelin sedikit merasa kaku karna pergerakan nya terbatas.
Aelin menyingkap selimut yang membalut tubuh nya, di mana bibir nya tersenyum melihat tangan Davin yang melingkar dengan sempurna di perut nya.
Diri nya memang bodoh, ia lupa jika sekarang ia berada di dalam kamar Davin bukan di kamar nya.
Saat ia akan pergi Davin menahan diri nya dan memaksa ia untuk tidur di kamar ini.
Tentu saja ia menolak , di mana pikiran negatif nya mulai traveling namun dengan cepat hal itu di bantah oleh Davin yang berjanji tidak akan melakukan apa pun tanpa izin dari Aelin.
Dan pria itu menepati janji nya, Davin tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menyentuh diri nya.
Davin hanya memeluk nya erat, hingga ia tanpa sadar tertidur lelap.
Hembusan nafas Davin di atas kepala Aelin, membuat Aelin mendongak kan kepala nya.
Hari nya hari ini memang sangat cerah, saat bangun tidur langsung di sambut dengan wajah tampan Davin.
Aelin menatap wajah bak pahatan patung dewa yunani itu dengan tatapan mendamba.
Bibir tebal hitam dan seksi, lalu rahang yang tegas dan mata yang tajam. Benar- benar membuat kaum hawa berteriak histeris karna terpesona.
Bahkan Lia, teman nya itu malah menjadi fans berat Davin.
Aelin tersenyum tipis. Wajah Davin yang terlelap terlihat begitu damai.
Bahkan rasa nya Aelin ingin mendarat kan satu kecupan di pipi Davin.
Namun tidak, ia tidak mungkin melakukan hal itu. Jika Davin sampai tahu ia mencium Davin secara diam- diam pasti Davin akan meledek dan menggoda nya habis- habisan.
Saat itu terjadi pasti ia akan meledak karna malu, seperti balon yang di tusuk paku.
Tangan Aelin terangkat untuk memegang wajah Davin yang masih setia terlelap.
Rasa nya Aelin benar- benar sedang melalui mimpi yang sangat panjang.
__ADS_1
Bisa- bisa nya arus takdir membawa nya ke titik ini.
Tapi semua nya sudah terjadi. Ia harus menjalani nya. Apa lagi ia sudah di berikan suami yang begitu tampan dan nyaris sempurna.
Tangan Aelin mengusap luka yang ada di pipi kanan Davin.
Sayang sekali, luka itu benar- benar membuat wajah Davin yang sempurna terlihat ternoda.
Perlahan tapi pasti ke dua mata Davin terbuka di mana netra nya langsung menangkap pemandangan indah wajah Aelin yang sedang melamun sambil mengelus luka di pipi nya.
Aelin yang menyadari Davin terbangun segera menarik tangan nya.
"Apa kamu sudah puas memandangi dan mengelus wajah tampan ku... Sayang...!" Ucap Davin dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku hanya refleks..." Jawab Aelin yang langsung bangun menduduk kan diri nya.
Sekarang ia benar- benar tertangkap basah memain kan jemari tangan nya di wajah Davin.
Melihat Aelin yang gelagapan, Davin segera bangun dan memeluk tubuh Aelin dari belakang.
Meletak kan dagu nya di bahu Aelin.
"Apa kau takut dengan wajah ku yang cacat...? Wajah tampan ku tidak setampan dulu lagi.. Ada luka yang tidak bisa sembuh dan akan terus membekas seumur hidup di wajah ku..." Davin mengecup singkat bahu Aelin.
Rasa nya ia begitu nyaman berada di posisi seintim ini.
"Lalu mengapa saat perban di wajah ku di buka kau menutup mata mu.?" Sosor Davin cepat dengan pertanyaan yang memang sudah mengganggu mood nya sejak pulang dari rumah sakit.
Aelin tersenyum geli. Ternyata Davin memikir kan seuatu yang bahkan sama sekali tidak ada di kepala nya.
"Aku menutup mata karna aku nyilu dan merasa sakit saat perban itu di buka... Rasa nya rasa sakit mu menular pada ku..."
Aelin mengelus tangan Davin yang melingkar dengan sempurna di pinggang nya.
Ia tidak lagi merasa canggung saat mendapat kan pelukan mendadak dari Davin.
Bahkan kemarin mereka tidur dengan posisi berpelukan.
Davin tersenyum mendengar jawaban Aelin yang benar- benar polos.
"Jika seperti itu arti nya hati mu sudah menyatu dengan ku.. Hingga kamu bisa merasa kan luka yang aku rasa kan... Tapi apa kamu tidak keberatan hidup dengan wajah ku yang cacat...?"
"Jika kamu ingin hidup dengan wajah seperti itu aku tidak masalah... Tapi yang bermasalah adalah reputasi mu sebagai seorang Davin Arselion raja bisnis di asia.. Tidak enak sekali jika nama mu di ganti menjadi Davin Arselion memiliki wajah buruk rupa..."
__ADS_1
Davin terkekeh mendengar jawaban Aelin. Apa yang di katakan istri nya memang benar.
Ia tidak mungkin tampil dengan wajah cacat seperti ini di hadapan publik.
"Aku tidak peduli dengan apa yang di kata kan semua orang.. Asal kamu tetap berada di samping ku aku tidak masalah..." Goda Davin dengan mengecup pipi Aelin sekilas dan mengerat kan pelukan nya.
Wajah Aelin langsung merona. Davin selalu bisa menggoda diri nya hingga ia tersipu malu.
"Seperti nya kita masuk di waktu yang salah Stef..." Tukas Darren pada Stefan di mana mereka sudah berdiri di dalam kamar Davin sambil mencengkram tangan masing- masing karna melihat adegan romatis di pagi buta seperti ini.
"Ekhmmm" Dehem Stefan dengan kikuk di mana Aelin dan Davin langsung melempar pandangan nya pada sumber suara.
Aelin terlihat kaget bukan main, ia langsung melepas pelukan Davin dari pinggang nya dan melompat turun dari kasur dan segera berlari melewati Darren dan Stefan tanpa mengata kan apa pun.
Ia benar- benar sangat malu, rasa nya ia ingin melepas kepala nya dan menyembunyi kan di dalam brangkas.
Ia masih bisa membayang kan wajah Darren dan Stefan yang kikuk karna melihat diri nya di peluk oleh Davin.
Sementara Davin hanya mengusap wajah nya, dan merentang kan tangan nya. Meregang kan otot- otot di tubuh nya.
Sedang kan Stefan menatap tajam pada Davin.
"Kamu ingin menghancur kan wanita malang itu lagi?" Sarkas Stefan menyindir Davin.
Terakhir kali ia pergi dari rumah ini dengan keaadan diri nya yang bertengkar dengan Davin, karna masalah Aelin di mana Davin mengata kan jika wanita malang itu hanya sebagai mainan balas dendam nya.
Tapi saat ia datang kembali ke rumah ini, ke dua mata polos nya langsung ternoda dengan keromantisan suami istri siri itu.
Sangat menyebal kan.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙