
...127💚...
Davin memeluk tubuh Aelin erat, rasa nya ia tidak rela jika moment ini harus berhenti.
Jika bisa ia ingin waktu berhenti untuk selama nya. Hingga ia bisa memeluk Aelin selalu.
Aelin memejam kan ke dua mata nya saat kepala nya ia letak kan di dada bidang Davin.
Suara detak jantung Davin yang berdetak dengan cepat bisa Aelin dengar dengan jelas.
Detak jantung yang kini berdetak sama- sama bergemuruh juga di dada nya.
"Aku akan selalu ada untuk mu.. Jangan pernah berpikir jika diri mu hanya sendiri.. Karna masih ada aku..." Lirih Davin dengan mengecup puncak kepala Aelin dalam.
Rasa di hati nya kini semakin subur dengan tumbuh .
Tanpa Davin tahu jika ia sudah membuka gerbang luka dan melewati batas perasaan nya.
Hati Aelin terenyuh mendengar ucapan Davin.
Rasa nya ia masih memiliki segala nya meski kini tidak ada yang berada di samping nya.
Aelin semakin menenggelam kan kepala nya di dada bidang Davin.
Rasa nya benar- benar nyaman. Dan ia merasa begitu terlindungi.
Davin mengusap lembut surai indah Aelin. Di mana rasa sedih benar- benar menelusup ke dalam jantung hati nya.
Kesal.
Menyesal.
Itu lah yang kini Davin rasa kan. Di mana semua rasa itu membelengu diri nya dan membuat diri nya merasa sakit.
Apa ini karma untuk semua kejahatan yang ia lakukan pada Aelin?
Di mana kini ia terjebak dengan permainan nya sendiri.
Di saat ia berada di titik terbawah. Bahkan ia tidak bisa berjalan Aelin dengan tulus merawat nya.
Padahal ia sudah merenggut semua kebahagian Aelin. Tapi lihat kini di saat ia tidak berdaya yang tetap berada di samping nya adalah orang yang sudah ia hancur kan hidup nya sampai berkeping- keping.
Davin menghirup oksigen sebanyak- sebanyak nya.
Mengontrol emosi nya yang rasa nya membuat hati nya menjerit pilu.
Aelin mengurai pelukan Davin. Lalu menatap lekat wajah Davin yang terlihat sedih.
__ADS_1
"Kenapa jadi sedih- sedihan seperti ini.? Ayo lah lupa kan saja apa yang terjadi... Sekarang semua nya sudah membaik.. Dan kau tidak perlu khawatir... Kau tidak lupa kan jika kau akan mengajak ku liburan setelah kau sembuh.?" Ujar Aelin mencair kan suasana yang terasa sangat tidak enak.
Ia sama sekali tidak suka suasana sedih ini.
"Tentu saja aku tidak lupa akan hal itu.. Tapi jika kamu ingin melihat ku segera sembuh kamu harus merawat ku dengan baik..." Balas Davin yang mengambil kesempatan dengan apa yang di kata kan Aelin.
"Baik lah... Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu.. Jika begitu sekarang minum lah susu ini..." Aelin meraih segelas susu yang memang ia bawa kan untuk Davin.
Davin mengerucut kan bibir nya ke depan. Saat Aelin memerintah kan diri nya untuk meminum susu.
Ia sama sekali tidak terlalu menyukai cairan putih itu.
Rasa nya hanya melihat nya saja membuat Davin tidak berselera untuk meminum nya.
Ia memang tidak terlalu suka dengan susu sejak kecil.
Ia lebih baik di berikan alkohol dari pada harus meminum susu itu.
"Aku tidak suka susu..." Davin menggeleng kan kepala nya, yang membuat wajah sumringah Aelin langsung menyusut seperti buah kering.
Ternyata Davin tidak suka susu, tapi susu sangat penting untuk membantu penyembuhan keretakan tulang pada kaki Davin.
Dokter Nashila menganjur kan diri nya untuk rajin memberi susu pada Davin.
Tapi tanpa ia duga Davin tidak suka susu.
"Tapi susu sangat penting untuk penyembuhan mu.. Susu bisa membantu kepadatan tulang mu semakin baik..." Bujuk Aelin.
"Aku tidak berselera minum susu... Aku mohon jangan paksa aku..." Tolak Davin berharap jika Aelin mendengar kan diri nya.
Aelin menghembus kan nafas nya kasar. Ternyata membujuk Davin tidak semudah itu. Tapi ia tidak akan menyerah secepat itu.
"Kau bilang kamu suka dengan semua masakan ku.. Dan susu ini aku membuat nya sendiri untuk mu.. Dan ternyata kamu menolak untuk meminum nya...." Aelin memaling kan wajah nya. Di mana ia membuat mimik wajah nya pura- pura kecewa.
Davin yang mendengar hal itu memberengut. Tapi ia tidak tega melihat wajah Aelin di tekuk seperti itu.
Lalu kenapa ia bisa mengata kan jika ia menyukai semua masakan Aelin. ?Iya itu memang benar tapi tidak untuk minuman yang bernama susu.
"Baik lah jika kamu tidak ingin meminum nya aku membisa memberi anjing di belakang rumah..." Ucap Aelin yang hendak beranjak namun segera di tahan oleh Davin.
"Ya kali aku membiar kan anjing laknat itu mencicipi buatan istri ku... Aelin sudah membuat nya dengan penuh perasaan... Aku tidak mungkin menolak.. Wajah nya sudah sangat kecewa... Aaakhhhh aku benar- benar sial..." Batin Davin merutuki diri nya sendiri.
"Kenapa? apa ada yang perlu ku lakukan ?" Tanya Aelin pura- pura tidak tahu.
Tapi sebenar nya di dalam hati nya. Ia bersorak gembira karna yakin Davin akan menurut pada nya dan meminum susu ini.
"Demi diri mu aku akan meminum nya..." Davin meraih segelas susu tersebut dari tangan Aelin.
__ADS_1
Menatap nya dengan tatapan tersiksa sebelum menegak minuman itu dalam sekali tegukan.
Aelin tersenyum senang, melihat Davin menghabis kan susu nya.
Untuk hari ini ia berhasil membujuk Davin. Tapi ia tidak tahu besok malam dan seterus nya.
"Cih..." Davin berdecih, saat merasa kan rasa susu yang menempel di lidah nya.
Slashhh
Dengan cepat, Davin menarik tangan Aelin hingga tubuh Aelin kembali terjatuh ke dalan pangkuan nya.
Aelin yang terkejut dengan tarikan Davin tiba- tiba langsung tersentak kembali saat bibir nya yang sempat terbuka karna kaget di serang oleh Davin.
Davin mencium bibir Aelin rakus, ia ingin menghilang kan rasa cairan putih tersebut dengan mencium bibir Aelin.
Anggap saja ini adalah bayaran karna diri nya sudah bersedia meminum cairan putih tersebut.
Aelin berusaha mendorong dada Davin. Untuk melepas kan pelukan Davin yang sangat erat.
Di mana bibir nya terus di terobos oleh Davin dengan cukup brutal sehingga Aelin merasa sesak karna kehabisan nafas.
Davin melepas kan ciuman nya saat merasa kan rasa susu itu telah pudar dari lidah nya.
"Om Davin kenapa mencium ku tanpa izin...?" Kesal Aelin dengan memundur kan tubuh nya. Meski masih dalam pelukan Davin.
Davin tersenyum devil pada Aelin.
"Itu bayaran ku karna aku sudah meminum susu... " Jawab Davin dengan polos namun mampu membuat Aelin terbelalak tidak percaya.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
__ADS_1