
...144💚...
"Aku akan pergi ke amrik..." Ucap Lia lesu bahkan ucapan nya hampir tidak terdengar.
Wajah Boy dan Aelin yang tadi nya tertawa langsung berubah menjadi serius saat mendengar ucapan Lia.
"Hua... Ha... Ha.. Lucu sekali.. Apa maksud mu Amrik tempat pemotongan ayam yang ada di pinggir kota..." Tawa Boy langsung pecah.
"Aku ingin mengejar mimpi ku menjadi pemain Biola..." Ucap Lia di mana ia tidak memperduli kan ucapan kekasih nya yang sudah sangat menyebal kan.
"Aduh Li.. Udah lah aku pengen ketawa..." Sahut Boy yang masih terus tertawa.
"Boy diam...!" Bentak Aelin dengan menggebrak meja.
Kali ini Lia tidak sedang bercanda. Aelin bisa membeda kan mana wajah serius Lia dan mana wajah saat gadis itu sedang bercanda. Karna diri nya dan Lia tumbuh bersama.
Boy langsung menutup mulut nya dengan tangan, karna melihat kemarahan Aelin yang on.
Suasana di antara ketiga nya terasa menegang dan mencekam.
Di mana Aelin dan Boy menatap Lia lekat dan tidak percaya.
Terutama Boy yang menjadi kekasih Lia.
Ia tidak menyangka jika Lia akan mengata kan hal itu.
Kenapa kekasih nya itu tidak membicara kan hal ini kepada nya.?
Lia mengangkat wajah nya, di mana ke dua mata nya berkaca - kaca.
Ia menatap pada Aelin di mana sahabat nya itu mengingin kan jawaban atas apa yang ia kata kan.
Lalu ia juga melirik ke arah kekasih nya Boy yang menatap diri nya tajam.
"Apa yang aku kata kan memang benar.. Papy ku sudah mengizin kan aku untuk pergi ke amrik dan sekolah musik di sana.."
"Berapa tahun?" Sosor Boy dengan cepat, di mana hati nya terasa di remas dengan sangat kuat.
"Enam tahun..." Lia menunduk kan kepala nya dalam. Ia tahu pasti Boy akan sangat marah kepada nya. Karna sebelum nya ia tidak mengata kan apa pun pada kekasih nya itu.
__ADS_1
"Kau yakin ?" Tatapan Aelin menyendu, di mana tangan nya menarik tangan Lia dan menggenggam nya dengan hangat.
Lia mengangguk kan kepala nya pelan.
"Kamu memang harus pergi ke amrik.. Untuk mengejar mimpi mu Li.. Aku yakin kamu sudah memutus kan apa yang terbaik untuk mu.. Kamu juga sangat mencintai dunia musik.. Aku yakin kamu akan menjadi seorang pemain biola yang sangat handal..." Aelin memberi kan dukungan pada sahabat nya itu.
Karna ia tahu, bagaimana obsesi Lia dengan dunia musik selama ini.
Sahabat nya itu rela menghabis kan satu hari untul bermain musik.
Meski jujur, ia sedih karna ia harus kehilangan sahabat nya.
Berada jauh dari sahabat nya, di mana jarak membentang luas di antara mereka.
"Lalu bagaimana dengan ku Li.? Kamu bilang kamu akan masuk dalam universitas yang sama dengan ku..." Celetuk Boy dengan kecewa.
Ia benar- benar sangat kecewa, karna kekasih nya yang sangat ia cintai akan pergi ke luar negri, padahal Lia sudah berjanji pada nya kalau mereka akan masuk ke dalam universitas yang sama. Sehingga mereka bisa selalu bersama.
Boy memaling kan wajah nya, di mana rasa sesak benar- benar memenuhi rongga dada nya.
"Maaf... Aku memang ingin masuk dalam satu universitas yang sama dengan mu.. Tapi itu karna papy tidak setuju jika aku sekolah musik... Kemarin tanpa sengaja papy melihat ku bermain Biola dan setelah itu dia mengizin kan aku pergi..." Jelas Lia dengan air mata nya yang sudah tumpah.
Lia menarik bahu Boy dan memeluk kekasih nya manja.
"Kamu tahu kan jika ini mimpi ku... Aku ingin menjadi seorang pemain Biola yang hebat... "
"Tapi aku kecewa karna diri mu tidak mengata kan nya pada ku... Jika awal nya kamu mengata kan semua nya, dengan keinginan mu yang ingin pergi ke amrik untuk sekolah musik. Aku tidak akan kecewa seperti ini. Kamu tahu aku sudah mendaftar kan nama kita di universitas elit di kota ini... Kenapa kamu memberi ku harapan jika pada akhir nya kamu akan pergi..." Boy menghela nafas nya.
Air mata Lia semakin mengalir dengan deras, saat mendengar ucapan Boy yang bahkan sudah mendaftar kan nama nya.
Tapi sungguh ini sangat mendadak. Ia pun awal nya tidak menyangka jika papy nya akhir nya mengizin kan diri nya dan mendukung nya.
Ini adalah kesempatan bagi nya, kesempatan yang tidak bisa ia lepas kan begitu saja
Aelin yang sejak tadi terdiam melihat ke dua sepasang kekasih itu sama- sama bersedih di hadapan nya mulai mengeluar kan suara.
Ke dua nya sama- sama tidak bersalah, Lia tidak bersalah karna dia ingin mengejar mimpi nya. Lalu Boy jika tidak salah, karna kecewa mendengar kekasih nya yang akan pergi.
"Boy, Lia.. Ayo lah kalian jangan bersikap seperti ini.. Seharus nya kalian saling mendukung satu sama lain nya... Usia kalian masih muda kalian juga tidak terikat hubungan apa pun seperti diri ku... Kalian harus mengejar mimpi kalian.. Kalian berdua harus saling mendukung, jangan menjadi kan hal ini sebagai kelemahan kalian.. Tapi jadi kan hal ini sebagai kekuatan kalian... Kalian tidak melihat diri ku, Aku ingin sekali seperti kalian. Terbang bebas dan meraih mimpi ku yang selama ini aku impikan... Tapi aku sama sekali tidak bisa karna aku sudah menikah dan kini prioritas ku adalah suami ku..." Aelin menjelas kan semua nya dengan sedih, bahkan hampir ia menangis.
__ADS_1
Lia langsung berlari memeluk Aelin. Sementara Boy menatap Lia yang masih menangis sambil memeluk Aelin.
Apa yang di kata kan Aelin memang benar, ia tidak bisa menjadi batu penghalang untuk impian gadis yang sangat ia cintai.
"Sudah jangan menangis...!" Aelin mengusap punggung sahabat nya, berusaha menenang kan Lia.
"Hiks.. Hiks... Aku tidak mau jadi pergi... " Isak Lia yang membuat Aelin terkekeh mendengat ucapan konyol sahabat nya.
"Baik lah jika begitu jangan pergi.. Maka kesempatan untuk menjadi seorang pemain Biola hebat akan lepas dari tangan mu.. Dan di sini kamu akan menjadi gembel karna nilai akedemi mu yang sangat jelek..."
Lia menarik tubuh nya, di mana wajah nya cemberut mendengar ucapan Aelin yang seperti menyumpahi nya.
"Lin... Tega sekali kamu bilang begitu..."
"Tapi memang benar bukan?"
Boy langsung menarik tubuh Lia dalam dekapan nya. Memeluk hangat tubuh kekasih nya.
Mengecap rasa pelukan hangat ini, karna sebentar lagi ia akan berpisah dari Lia.
"Maaf.. Aku tidak bermaksud untuk mematah kan impian mu sayang... Aku hanya kaget..." Lirih Boy.
Di mana Lia semakin mengeluar kan tangis nya, dengan memeluk tubuh Boy dengan erat.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙
.