
...138💛...
"Ckk.. Sudah - sudah Darren hanya tidak sengaja.. Lagi pula ini salah mu yang selalu nyosor- nyosor pada ku tidak tahu tempat.." Sela Aelin untuk menenang kan Davin yang sudah naik pitam.
"Kau juga sayang? Dia saja yang sembarang masuk ke kamar ku..." Davin menatap Aelin tidak percaya saat istri kecil nya itu malah membela Darren dan bukan diri nya.
"Darren masuk karna melihat pintu kamar terbuka... Iya kan Darren?" Aelin melempar pertanyaan nya pada Darren yang langsung mengangguk dengan cepat.
Untung nona nya itu sangat pengertian dan selalu membela diri nya di depan Davin. Sehingga Davin tidak bisa melakukan apapun atau pun menghukum nya.
"Kau lihat sekarang sudah jelas.. Jangan mengomeli Darren lagi.. Karna jelas ini salah mu..." Aelin mengedip kan sebelah mata nya jahil lalu bangkit dari pangkuan Davin.
"Sebenar nya di sini siapa suami mu Aelin? Darren atau aku?" Ketus Davin yang kini benar- benar kesal karna Aelin terus saja membela Darren.
"Jika bisa aku ingin menjadi kan Darren suami ku karna dia jauh lebih manis dari diri mu... Ha.. Ha... Ayo Darren aku sudah menyiap kan sarapan untuk mu.." Aelin langsung menyambar tangan Darren dan menarik tubuh asisten suami nya itu untuk keluar kamar.
Sementara Davin menaut kan ke dua alis nya tidak percaya dengan apa yang Aelin ucap kan.
"Cih.. Manis dari mana nya? Manisan juga diri ku.. Bahkan lebah betina pun klepek- klepek pada ku.. Akkhhh.. Kenapa si jomblo karatan itu harus datang.. Lihat saja aku akan mengirim mu ke antartika sekarang juga..." Dengus Davin lalu berdiri dan mulai memasang arloji mewah di tangan nya.
.
"Ayo makan...!" Titah Aelin yang kini duduk berhadapan dengan Darren yang menunduk dalam di mana wajah nya terlihat ketakutan.
Tentu saja ia ketakutan, entah apa yang akan di lakukan Davin pada nya.
Karna Aelin yang berani mengata kan jika wanita itu lebih memilih diri nya dari pada majikan nya.
Rasa nya urat nadi di leher nya terasa di potong.
Sungguh sial nasib nya, melihat adegan romantis yang menodai ke dua mata jomblo nya. Dan sekarang ia harus terlibat dalam drama rumah tangga Aelin dan Davin.
"Darren...!" Sentak Aelin dengan meninggi kan nada bicara nya.
"Ehh Iya nona.." Jawab Darren dengan terkejut.
"Ayo makan sarapan mu...!"
Darren mengangguk dan mulai menyuap kan makanan yang ada di hadapan nya.
Untuk sejenak ketakutan nya sedikit berkurang saat makanan yang di masak oleh Aelin masuk ke dalam mulut nya.
__ADS_1
Ia tidak memungkiri jika masakan Aelin selalu bisa membuat lidah nya menari- nari dengan lincah.
"Darren.. Bisa tidak jika kamu masuk ke dalam kamar Davin kamu ketuk pintu dulu..." Ucap Aelin memandang Darren serius.
Ia sudah lelah tertangkap basah sedang bermesraan dengan suami nya oleh Darren.
Bukan nya apa- apa. Tapi ia malu karna Darren yang sering muncul dengan tiba- tiba seperti hantu.
Darren menghenti kan tangan nya. Lalu menatap ke arah Aelin yang menatap nya serius.
"Maaf nona, yang nama nya kebiasaan sangat sulit untuk di rubah. Karna dari sejak kecil jika saya masuk ke dalam kamar Tuan Davin saya tidak pernah mengetuk pintu terlebih dulu.. Tapi saya mengerti saya sudah lancang.. Tapi sekarang saya takut Nona..." Wajah Darren memberengut.
"Takut kenapa?" Aelin bingung.
"Jelas saya takut, kenapa nona mengata kan kata- kata yang bisa membuat kepala saya terpisah dari tubuh saya nona..." Darren memangku kepala nya yang langsung terasa pusing.
Berniat ingin menyampai kan laporan pada Davin. Tapi ujung nya nyawa nya yang terancam.
"Tentu saja kepala mu akan ku potong karna kamu sudah berani menatap istri ku dan karna ada diri mu membuat istri ku berpaling dari ku..." Sarkas Davin yang berjalan ke arah Aelin dan Darren dengan mengancing kan jas nya.
Nafas Darren langsung terhenti seketika, mendengar ucapan maut yang di tujukan kepada nya.
Aelin tersenyum miring melihat ketakutan Darren yang sudah ingin melipat tubuh nya.
Suami nya memang sangat kejam dengan asisten nya yang malang itu.
Davin melewati Aelin, dia sengaja bersikap cuek agar Aelin mengerti jika diri nya sedang marah.
Aelin mulai menyiap kan sarapan Davin, meletak kan beberapa potong makanan di atas piring suami nya.
Sebuah aktivitas yang wajib bagi nya untuk memastikan gizi suami nya itu terpenuhi.
"Selamat makan..." Ucap Aelin dengan meletak kan garpu dan sendok di atas piring Davin.
"Emmm..." Jawab Davin singkat tanpa melirik Aelin.
"Mulai sudah drama nya..." Batin Aelin dengan menghembus kan nafas nya kasar.
"Tuan maaf kan saya... Saya janji tidak akan mengulangi lagi..." Mohon Darren yang merasa jika hidup nya berada dalam bahaya.
"Kerja kan proyek yang ada di singapure.. Pembangunan mall yang baru saja di mulai.. Aku memberi kan tanggung jawab ini pada mu.. Kamu akan berada di sana selama dua bulan.. Jadi bekerja lah dengan baik..." Seru Davin dengan wajah nya yang datar.
__ADS_1
Tubuh Darren langsung melemas seketika. Lihat bukan, apa yang sudah di prediksi oleh diri nya benar- benar terjadi.
Dengan tega nya Davin mengirim diri nya untuk pergi ke singapure.
Betapa jahat nya sahabat nya itu.
"Tidak ada bantahan atau pun penolakan..." Lanjut Davin lagi saat melihat bibir Darren yang akan bergerak.
Sementara di dalam hati nya. Ia sudah bersorak senang karna bisa menghukum Darren dan mengirim pria penggangu itu pergi jauh.
Setidak nya dalam dua bulan tidak akan ada yang menganggu diri nya dan Aelin.
"Lalu jika kamu mengirim Darren pergi.. Siapa yang akan mengganti kan tugas nya sebagai asisten mu..?" Sela Aelin yang ikut nimbrung dengan obrolan dua pria di depan nya.
Darren menatap Aelin dengan ke dua mata berkaca- kaca milik nya. Berharap kali ini Aelin mampu membantu diri nya.
Ia tidak ingin pergi ke singapure bahkan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Sementara Davin langsung menatap Aelin dengan tajam.
"Ada banyak orang kepercayaan ku yang bisa mengganti kan posisi Darren.. Darren lebih di butuh kan di singapure dari pada di sini..." Timpal Davin yang mulai merasa kesal karna lagi- lagi istri nya itu membela Darren.
"Tapi tetap tidak bisa seperti itu sayang... Selama kamu sakit Darren yang selalu menghandle semua pekerjaan mu.. Jadi dia lebih di perlukan berada di samping mu... Jadi jangan kirim dia pergi kemana pun..."
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
__ADS_1