Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Takdir sedang mempermainkan ku !


__ADS_3

...59🌲...


"Aelin kau ada di sini?" Tanya Antonio masih dengan keterkejutan nya.


Di mana tubuh Aelin sudah meringsek masuk ke dalam pelukan nya.


Aelin memang selalu begitu dengan nya, jika gadis ini sedih pasti setiap mereka bertemu Aelin akan memeluk Antonio.


Tatapan bingung Antonio menyendu, tangan nya terangkat mengusap puncak kepala gadis kecil nya, yang sudah sejak lama sangat ia rindu kan.


Mendekap erat tubuh Aelin dalam, di mana ke dua nya saling menyalur kan kesedihan yang di tukar dengan kehangatan pelukan.


Aelin kembali menangis dalam pelukan Antonio , membuat Antonio bisa merasa kan kemeja nya basah karna air mata Aelin.


"Kak.. Papy... Hiks... Hiks..." Lirih Aelin dengan tangisan yang pecah.


Sungguh hari ini sudah berapa kali mata nya menangis tanpa aba- aba.


Hari ini sungguh menjadi hari terlemah diri nya.


Ia tidak lagi memakai topeng wanita tegar dan kuat.


Ia sungguh tidak ingin menunjuk kan nya, namun apa lah daya. Hati nya tak sekuat wonderwomen.


"Ssshhhh tenang lah Aelin... Kau jangan menangis papy pasti akan jauh lebih membaik jika bertemu dengan mu..." Hibur Antonio dengan mengelus surai panjang Aelin yang begitu lembut.


"Ekhhmmmm..." Dehem Davin yang sudah berdiri di samping Antonio dan Aelin, di mana diri nya merasa menjadi nyamuk di antara ke dua orang yang sedang menikmati pelukan.


Ke dua nya cukup tersentak dengan deheman Davin, yang membuat ke dua nya langsung mengurai pelukan mereka.


Antonio membuang tatapan nya saat tatapan nya bertemu dengan mata tajam Davin.


Yang seolah mengata kan lepas kan Aelin.


Aelin mengusap sisa- sisa air mata nya, bertemu dengan pria yang sudah di anggap seperti kakak sendiri membuat air mata nakal Aelin ingin terus mengalir.


Aelin menatap ke arah Davin yang hanya memasang wajah datar, namun ia tidak peduli saat ini ia ingin segera bertemu dengan ayah nya.


"Kak Antonio apa aku boleh masuk untuk melihat papy..?" Tanya Aelin yang langsung di jawab dengan anggukan singkat dari Antonio.


Aelin langsung melenggos masuk ke dalam kamar inap Mr. Arkelin, meninggal kan Davin dan Antonio di luar.


Setelah Aelin masuk ke dalam kamar, kemarahan dalam diri Antonio benar- benar sudah sampai di level tertinggi.


Saat melihat gadis kecil nya datang dengan Davin, membuka ke dua mata nya untuk melihat kenyataan jika ia tidak akan bisa memiliki Aelin karna Davin sudah menikahi paksa gadis kecil nya.


Ia sangat sakit hati.


Ia tidak terima hal itu.


Gemeretak gigi Antonio yang saking bergesekan satu sama lain terdengar, dengan rahang nya yang mengeras sempurna.

__ADS_1


Wajah yang humoris yang selalu menebar senyum itu kini berubah menjadi wajah monster yang terluka.


Dengan cepat Antonio meraih kerah baju Davin yang hanya tersenyum mengejek.


"Brengsek kau kak...! Bajingan kau....!"


Bugh...


Satu pukulan bogem mentah langsung melayang ke wajah Davin, hingga tubuh Davin terjengkang ke belakang.


"Dia gadis ku... Dia gadis berhati malaikat.. Tidak mungkin dia pelaku nya... Dia gadis yang lugu dan manis.. Dia tidak mungkin menjadi penyebab kecelakaan kakak ku... Aku mengenal nya lebih dulu, kau tidak bisa langsung memvonis dia bersalah Davin... Kau mengambil nya dari ku..." Pekik Antonio dengan leher tersendat.


Sungguh saat ini ia ingin membunuh Davin meski dia adalah kakak ipar nya.


Ia sangat marah, bahkan suara nya rasa nya sangat sulit untuk keluar.


Davin mengusap sudut bibir nya yang terasa kebas karna pukulan sepupu sekaligus adik ipar nya.


Ke dua mata Davin memerah dengan nafas yang menderu berat.


"Berani sekali kau mempertanya kan tindakan ku Antonio...!!" Bentak Davin geram, lalu menatap Antonio dengan tatapan membunuh.


Urat- urat kemarahan dalam diri Davin rasa nya meledak seketika saat mendengar ucapan Antonio yang mengata kan jika Aelin adalah gadis nya.


Aelin hanya milik nya.


Aelin adalah media balas dendam nya.


"Apa sekarang kau ingin marah? Atau kau ingin melapor kan keberadaan ku pada ayah ku..? Lapor kan aku tidak peduli, tapi aku akan menghajar mu karna telah merusak hidup Aelin...!!" Teriak Antonio tak kalah marah, bahkan tatapan nya menukik tajam ke arah Davin.


Tanpa basa- basi Antonio kembali melayang kan tinju nya ke arah Davin.


Hap.


Namun dengan sigap, Davin mencekal tangan Antonio hingga mengambang di udara.


Memelintir tangan Antonio dengan tatapan ingin menghabisi detik ini juga.


"Jangan berani melawan seorang Davin Arselion... Kau harus ingat Antoni gadis manis dan lugu yang kau cintai tak lebih dari seorang kriminal yang sudah membuat kakak mu Syaila terbaring koma..."


Srrrettt...


Buft..


Davin mendorong tubuh Antonio dengan keras ke belakang, hingga tubuh Antonio cukup terpelanting hingga mengenai tembok.


Punggung nya terasa sakit saat membentur benda keras dan kokoh yang menjulang tinggi di belakang nya.


Namun Antonio tetap menatap mata marah Davin yang sudah berubah menjadi seorang iblis tanpa gentar.


"Jangan kau menutup mata mu dan melupakan kebenaran Antonio... Darah lebih kental dari hubungan apapun... Bukan kah kau sudah bersumpah untuk mendukung ku balas dendam pada pelaku yang sudah mencelakai Syaila? Lalu apa ini?. Kenapa kamu membela gadis yang sudah membuat kakak mu sendiri di ambang kematian?." Bentak Davin menatap ke dua mata Antonio lekat.

__ADS_1


Seolah membuka tatapan pria di hadapan nya untuk melihat kenyataan jika wanita yang ia cintai adalah seorang penjahat.


Wajah tegang Antonio langsung melemas seketika, saat memori nya di bentur oleh ingatan di mana ia melihat kakak nya Syaila terbujur kaku di brangkar rumah sakit dengan tubuh penuh luka.


Bahkan kini semua dokter menyerah untuk membuat kakak nya sadar kembali.


"Takdir sedang mempermain kan ku...!" Ringgis Antonio dengan senyum pahit yang terlukis di bibir nya.


Keputusan mana yang akan di pilih nya?


Membalas kan dendam atau cinta yang tengah ada di dalam hati nya.


Tapi Davin mengingat kan diri nya dengan tegas tentang sumpah yang sudah ia ikrar kan.


Kenangan masa kecil bersama Syaila mulai berputar dengan cepat di kepala Antonio.


Di mana kakak nya selalu ada dan selalu membela diri nya.


Syaila begitu menyanyangi nya, mendukung setiap keputusan nya yang selalu di bantah oleh sang ayah.


Syaila selalu menjadi tameng terdepan untuk nya, saat sang ayah memarahi nya bahkan tega memukul nya.


Namun tangan hangat Syaila selalu bisa mengembali kan senyum nya, menyingkir kan sedih nya karna tuntutan sang ayah.


Tapi di sisi lain, sanggup kah ia melihat hidup gadis yang di cintai nya hancur.?


...----------------...


...****************...


hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...


Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...


yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚


Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2