Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Jadi kamu menikah dengan om om


__ADS_3

...113💛...


Kini Lia dan Aelin duduk berdua di bangku taman, sementara Boy entah kemana. Pria itu hanya pamit sebentar lantas pergi begitu saja.


Meninggal kan Aelin dan Lia yang sedang duduk dalam diam.


Ke dua nya masih larut dengan pikiran masing- masing.


"Li maaf kan aku.. Aku sama sekali tidak bermaksud memyembunyi kan semua itu dari mu..." Cetus Aelin yang langsung menghancur kan keheningan.


Setelah Lia mengata kan semua yang ia ketahui dari asisten rumah tangga Aelin , dan juga hal yang membuat diri nya kecewa dan marah.


Aelin tidak pernah tahu jika Lia akan pergi ke rumah nya.


Lagi pula bagaimana diri nya akan tahu jika ia saja tidak tinggal di rumah itu lagi.


Hanya maaf yang bisa Aelin ucap kan pada Lia.


Ia akui diri nya memang salah, salah karna tidak mencerita kan semua nya pada Lia yang kini kecewa kepada nya.


Namun ia juga takut menyampai kan semua hal buruk yang terjadi pada nya.


Ia hanya malu.


Lia mengangkat wajah nya. Wajah cantik Lia terlihat sembab karna ia menangis. Ke dua mata nya terlihat bengkak dengan hidung yang memerah.


Lia terlihat begitu sedih.


"Tapi kenapa Lin... Jika aku tidak pergi ke rumah mu waktu itu bersama Boy.. Mungkin aku tidak akan tahu jika kamu ternyata sudah...Ck..." Lia menghenti kan ucapan nya. Mulut nya benar- benar tidak sanggup menyebut kata pernikahan.


Rasa nya lidah dan rongga mulut nya terasa kelu dengan rasa sesak di dada nya yang menghimpit deru nafas nya.


Aelin sahabat kecil nya, sekarang sudah menikah. Bahkan sekali pun Aelin tidak pernah membicara kan pernikahan karna bagi sahabat nya itu mereka terlalu belia untuk membicara kan hal itu.


Namun siapa sangka sekarang, jika sahabat kecil nya itu sudah berstatus sebagai istri orang.


"Semua nya terjadi begitu cepat Li.. Bahkan aku masih tidak menyangka jika sekarang aku sudah berstatus sebagai istri... Semua kejadian yang terjadi di hidup ku benar- benar rumit dan sangat menyakit kan..." Satu buliran bening berhasil lolos dari sudut mata Aelin.

__ADS_1


Jika ia kembali menelisik ke belakang , mengingat semua kejadian yang memhuat diri nya berada di posisi ini.


Ia benar- benar kembali hancur. Rasa nya semua kejadian itu baru terjadi. Bahkan luka di hati nya pun masih membekas hingga detik ini.


Dada Lia semakin sesak mendengar suara gemetar Aelin.


Entah apa yang sudah di lewati oleh Aelin belakangan ini. Hingga kehidupan sahabat nya itu berubah total menjadi seratus delapan puluh derajat.


Lia mendekat pada Aelin. Tangan panjang nya memeluk erat tubuh Aelin.


Menyalur kan semua kekuatan yang ia punya untuk membuat Aelin merasa jika dia tidak sendiri.


"Malam itu benar- benar mengubah segala nya.. Hidup ku dan juga jalan takdir ku... Rasa nya sangat hancur ketika harta yang paling kamu jaga kesucian nya di rampas oleh seorang pria yanga bahkan tidak kamu kenal..." Aelin menjeda kalimat nya, sembari tangan nya menyapu habis air mata yang mengalir di pipi nya.


Sementara Lia semakin menggigit bibir bawah nya. Dengan deraian air mata yang membasahi pipi nya.


Ia benar- benar terluka dan sedih mendengar kisah Aelin yang begitu tragis.


"Setelah malam itu... Masalah itu tidak berakhir sampai di situ... Pagi hari nya pria itu meminta untuk menikahi ku... Aku sudah jelas kan kepada papy jika pria itu memperkosa ku ... Tapi aku hanya sendiri bahkan dinding di rumah ku pun tak percaya pada ku... Dan terjadi lah pernikahan ku dengan pria yang bernama Davin. Davin Arselion pria kaya raya... Apa menurut mu saat itu aku masih punya pikiran untuk menelpon seseorang dan bercerita?. Jangan kan hal itu bahkan aku merasa tidak mengenali diri ku sendiri saat itu. Semua nya terjadi begitu cepat."


Lia menggeleng kan kepala nya pelan, saat satu pertanyaan Aelin terlontar pada nya.


Sungguh pria yang melakukan hal itu sangat jahat. Ia pasti kan jika ia bertemu dengan pria yang bernama Davin.


Ia akan menghajar wajah nya hingga menjadi bubur.


"Takdir tidak menyerah untuk menguji ku.. Lagi- lagi takdir menambah luka ku dengan mengambil papy dari hidup ku... Rasa nya dunia ku hancur Li.. Kamu tahu aku hanya hidup dengan papy dan sekarang papy juga pergi meninggal kan ku... Tapi dia hadir merentang kan sayap nya dan memeluk ku dengan hangat...." Wajah sendu Aelin tersenyum kecut, saat mengingat Davin yang menerobos hujan untuk membawa nya pulang.


Di mana saat itu ia merasa kan kematian ada di depan mata nya.


Lia mengerjit bingung, ia lalu mengurai pelukan nya dan menatap pada wajah Aelin yang tersenyum tipis.


Dia?


Siapa maksud Aelin.?


"Dia?" Celetuk Lia setelah terdiam cukup panjang, di mana sejak awal dia hanya mendengar penjelasan Aelin yang ternyata menghancur kan diri nya juga.

__ADS_1


"Iya... Dia..." Aelin mengangguk menyakin kan Lia.


"Suami ku Davin Arselion... Dia mengulur kan tangan nya dan membatu ku keluar dari derita dan kesedihan ku... Dia mengata kan jika aku tidak perlu takut karna aku masih memiliki dia sebagai sandaran..."


"Dan kamu percaya pada kata - kata nya.? Dia pria yang sama yang menghancur kan hidup mu Aelin.. Mana bisa kamu percaya pada nya?" Sahut Lia yang tak habis pikir dengan sahabat nya.


Sahabat nya malah mempercayai pria yang jelas- jelas sudah menghancur kan hidup nya. Pria yang sudah membuat Aelin berada di situasi menyakit kan seperti ini.


"Karna aku sudah menerima om Davin sebagai suami ku Li.. Aku sudah lelah meratapi nasib ku.. Mencoba melawan takdir dengan bersikap kasar kepada nya.. Namun sedikit pun Om Davin tidak menyakiti ku setelah kami menikah... Tapi dia malah memperlakukan ku layak nya ratu... Dia mengata kan jika semua yang dia lakukan karna dia mencintai ku..." Jelas Aelin yang semakin membuat Lia semakin frustasi dengan penjelasan Aelin yang bagi nya benar - benar tidak masuk akal.


Bahkan Lia memegangi kepala nya yang terasa pusing dan pening.


"Kamu belum mengenal nya Li... Kamu bahkan belum bertemu dengan nya... Dia pria yang baik..." Aelin masih membela Davin yang bagi nya sudah seperti malaikat penyelamat di dalam hidup nya.


"Tunggu kamu memanggil nya Om? Maksud panggilan mu itu apa Lin?"


"Iya umur nya berpaut sepuluh tahun dari ku.. "


"Jadi kamu menikah dengan om om..." Selosor Lia dengan kaget. Belum selesai rasa terkejut diri nya.


Sebuah fakta baru mencuat, jika suami sahabat yang sangat cantik adalah seorang om- om tua.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.

__ADS_1


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2