
...75😻...
Seorang pria remaja, tengah duduk di tengah- tengah ramai nya orang yang sedang menari, meliuk- liuk kan badan nya dengan eksotis. Mengikuti irama musik yang berdentum dengan cukup keras.
Namun tak mampu mengusik lamunan Arjun di mana tangan nya masih memegang segelas Wine yang hampir habis.
Ia sedikit tak habis pikir dengan apa yang di kata kan Aelin kemarin pagi.
Aku tidak akan menganggu mu lagi...
Aku tidak akan mengejar mu lagi...
Aku akan berhenti....
Pertunangan kita akan segera di akhiri...
Ucapan Aelin masih begitu jelas terngiang- ngiang di telinga nya.
Bahkan ucapan itu seperti sebuah mantra yang terus berdengung dan mengusik ketenangan Arjun.
Bukan kah ini yang ia ingin kan, di mana Aelin berhenti untuk mengejar nya dan menempeli nya, serta merecoki kehidupan nya.
Lalu mengapa ia merasa terganggu, di mana hati nya sedikit tercubit akan hal itu.
Pakkk...
"Woi.... Ngelamun aja lu..." Pekik suara seorang pria seumuran yang sama seperti Arjun, kini tengah menepuk keras bahu Arjun yang sedang melamun.
"Ck... Lo Boy..." Decak Arjun sedikit sebal karna kehadiran Boy yang mengaget kan diri nya.
Untung jantung nya masih kuat, sehingga tidak langsung copot karna ulah teman keparat nya.
"Lo kok bisa ada di sini?" Cecar Boy dengan memesan satu gelas Wine pada bartender di depan nya.
Karna seingat nya Arjun bukan lah tipikal pria yang sering terlihat di club malam seperti ini.
Di mana Arjun adalah siswa teladan di sekolah , namun sekarang ia melihat sang murid teladan berada di dalam club malam, yah pemandangan yang langka namun juga tidak mengejut kan.
"Ini kan tempat umum.. Terserah gue mau ada di mana..." Balas Arjun dengan ketus.
"Ya aneh aja jika murid teladan di sekolah, terlihat di tempat buruk seperti ini..."
"Udah lah Boy.. Lu ngak usah banyak omong.... Kepala gue tambah mumet denger omongan lo itu..."
"Gue tahu lo pasti lagi stress kan... Lo emang dateng ke tempat yang tepat.... Welcome Jun di dunia malam... Ha... Ha..." Teriak Boy dengan tawa yang menggelegar, namun terintimidasi oleh alunan musik yang berdentum dengan keras, membuat teriakan Boy tenggelam.
"Alay lu.... He... He..." Timpal Arjun melihat kekonyolan Boy.
__ADS_1
Ia dan Boy adalah teman satu kelas, namun mereka tidak begitu dekat.
Karna kepribadian yang sangat berbeda.
Di mana Boy di kenal sebagai siswa nakal sedang kan Arjun sebagai siswa teladan.
Tapi kini ke dua nya bertemu di dalam Club malam, yang menjadi rumah ternyaman seorang Boy.
"Tapi Bro... Lo stress kenapa ? Lo dateng sendiri ngak ngajak tunangan lo yang cantik itu..?" Tanya Boy mengedar kan pandangan nya ke sekeliling Arjun, mencari seorang sosok yang juga ia kagumi.
"Gue sama Aelin bukan tunangan....!" Sentak Arjun dengan menyesap gelas wine nya.
"Maksud lo kalian udah putus?" Boy mulai penasaran dengan kisah pertunangan Arjun dengan Aelin sang primadona sekolah, yang begitu terkenal dengan kecantikan nya.
Tapi memang benar Aelin adalah gadis yang sangat cantik, bahkan diri nya juga tenggelam dalam pesona kecantikan hakiki itu.
"Hmmm Gue ngak pernah suka sama Dia..." Sahut Arjun dengan tampang merendah kan dan anggkuh.
"Lo tahu dia mau batalin pertunangan kita..." Lanjut Arjun dengan senyum sombong , seolah ia tidak mempermasalah kan hal itu.
Arjun menatap ke arah Boy, di mana teman minum nya itu malah melamun dan asik dengan pikiran nya sendiri.
Arjun menoyor kepala Boy, sehingga lamunan pria remaja itu langsung buyar seketika.
"Lo denger ngak apa yang gue bilang...!" Pekik Arjun dengan suara berteriak.
"Sialan... Gue ngak budeg.. Tapi lu bilang apa tadi.? Ha.." Sahut Boy dengan kekehan karna memang ia tidak mendengar apa yang di katakan Arjun.
Boy mencebik kan bibir nya.
"Bukan kah itu yang lo mau... Terus kenapa sekarang lo sedih, karna Aelin mutusin pertunangan lo.?"
"Ya kali gue sedih.. Gue cuma kesel sama muka nya yang sombong itu.. padahal dia yang selalu ngejar- ngejar gue... Dan dia juga yang sok mutusin pertunangan..."
Prang...
Arjun melempar gelas wine nya ke lantai, hingga gelas itu pecah berkeping- keping.
Sementara wajah nya memerah karna marah, di mana rahang nya mengeras dengan sempurna.
"Bilang nya ngak kesel tapi kenyataan nya Lo marah di putusin Aelin... Dasar pecundang.." Umpat Boy melihat tingkah Arjun yang marah.
"Ya udah lah Bro.... Itu bukan nya bagus jika Aelin menjauh dari lo..." Seru Boy seolah menenang kan.
"Gue ngak sudi di kejer terus sama gadis murahan kek Dia.. Lo bener, untung otak nya yang tolol itu bisa sadar untuk berhenti ngejar gue... Gue juga bahagia karna ngak terikat dengan ****** itu..." Umpat Arjun yang terus mengumpat dan mengatai Aelin.
Seolah rasa gelisah yang sedang ia rasa kan karna ulah Aelin.
__ADS_1
"Mubazir banget kalau lo buang... Mending Aelin gue yang deketin... " Ucap Boy mengutarakan keinginan nya.
"Lo ambil dah tuh gadis ****** itu.. Gue ngak peduli..." Tukas Arjun.
"Oke..." Jawab Boy dengan mengendik kan bahu nya.
Di mana itu arti nya , ia memiliki kesempatan untuk memiliki primadona kecantikan sekolah.
Tanpa harus mendapat hujatan dari murid lain nya, tentang pertunagan Aelin dengan Arjun.
Hanya orang bodoh seperti Arjun yang membiar kan seorang bidadari lepas dari genggaman.
Batin Boy dengan perasaan senang dan berbunga- bunga , tanpa ia tahu jika Aelin sudah memiliki seorang suami.
Pembicaraan ke dua nya semakin berlanjut, dimana kesadaran mereka semakin menipis dengan sesapan wine yang terus membasahi kerongkongan mereka.
Tanpa Arjun sadari sebuah tangan lentik , yang sedang memegang benda persegi sedang merekam aksi minum- minum nya.
Di mana bibir tersebut tersenyum dengan seringgai nya, dengan ke dua mata yang terus menatap lekat dan penuh hasrat pada Arjun yang sedang sibuk jauh di depan nya.
"Akhir nya aku menemukan celah untuk memiliki mu Arjun... " Gumam gadis itu yang tak lain adalah Yaya yang juga ada di club tersebut , sembari tatapan nya terus menatap ke arah Arjun.
Laki- laki yang sudah lama ia incar, namun di dapat kan oleh Aelin dengan membawa berita jika dia dan Arjun adalah tunangan.
Tapi kini ia sudah menemukan cara jitu untuk membuat Arjun berlutut pada nya.
...----------------...
...****************...
hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...
Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙