
...78😻...
Davin terus menginjak pedal gas mobil dengan kuat, sehingga mobil mewah berwarna hitam itu melesat, mendahului puluhan mobil dan kendaraan lain nya.
Saat ini tujuan Davin hanya satu, yaitu segera tiba di villa nya. Berharap jika kondisi Syaila baik- baik saja.
Jika tidak ia akan hancur untuk kesekian kali nya.
Namun tanpa di sadari, sebuah mobil lain nya dari arah yang berlawanan juga melesat tak kalah kencang ke arah Davin.
Brak...
Bruk...
Trang...
Tringg..
Darkkk...
Davin terhenyak dan kaget, namun belum sempat tangan Davin membanting stir mobil. Mobil di depan nya langsung menabrak mobil nya, dan menyeret mobil Davin ke belakang hingga beberapa meter.
Mobil Davin berguling terbalik, di mana dahi Davin terbentur dengan atap mobil.
Sementara mobil yang berada di belakang segera mengerem mendadak dan membanting stir mobil mereka, agar mobil yang sedang saling menubruk tidak mengenai mobil mereka.
Mobil Davin berhenti terseret saat mengenai sebuah tiang listrik yang langsung penyok seketika karna menerima benturan keras dari mobil Davin.
Semua orang yang ada di jalan tersebut menganga menyaksikan kecelakaan yang begitu tragis.
Bahkan ada di antara mereka yang langsung jatuh merosot di tanah. Ketika melihat genangan darah yang mengalir dari mobil silver yang menabrak mobil hitam yang kini dalam posisi terbalik.
Davin mengerjap kan ke dua mata nya, di mana ia berada dalam posisi terbalik. Di mana kepala nya menjadi bawah dengan kaki yang menjadi atas.
Penglihatan Davin semakin buram, di mana kening nya berdarah.
Telinga nya berdenging dengan kuat, namun bisa mendengar sayup- sayup suara teriakan semua orang.
Tangan Davin yang sedikit gemetar, meraih ponsel nya yang juga terjatuh tidak jauh dari nya.
"Syaila... Aku akan datang..." Lirih Davin yang berusaha menjaga kesadaran nya. Meski kepala nya sudah terasa sangat sakit karna sempat terbentur.
Davin mencoba meraih ponsel nya, namun tangan nya tidak mencapai benda pipih itu. Sementara bibir nya terus mengulangi kalimat yang sama dan menyebut nama Syaila.
"Ahhhh..." Ringgis Davin saat merasa kan kaki nya yang sakit. Di mana seperti nya kaki nya terjepit.
Akhir nya dengan bersusah payah, Davin berhasil meraih ponsel nya.
Dengan secepat kilat Davin menekan nomer kontak Darren.
Untuk mengabari asisten nya agar segera menjemput diri nya.
" Darren...!!!" Panggil Davin dengan suara serak, menahan rasa sakit yang tengah mendera di bagian kaki nya.
" Tuan.. Apa kau baik- baik saja? " Tanya Darren dengan nada panik. Karna mendengar suara sang majikan yang tak seperti biasa nya.
__ADS_1
" Aku mengalami kecelakaan, cepat jemput aku..." Ujar Davin dengan suara yang semakin melemah. Di mana kesadaran nya rasa nya di ambil paksa.
" Baik Tuan..." Jawab Darren dengan mantap. Di mana ia langsung bergegas menuju mobil dan menggiring mobil nya berbaur bersama para pengendara.
Darren benar- benar panik mendengar kabar jika majikan nya mengalami kecelakaan.
Ini pasti terjadi karna Davin sangat syok mendengar kabar jika kondisi Syaila memburuk.
Namun itu lah yang terjadi. Setelah di suntik oleh obat, tubuh Syaila tiba- tiba mengejang dengan jantung yang berdetak melewati kapasitas.
Bahkan dokter Nashila sempat khawatir dengan respon tubuh Syaila.
Dokter Nashila dan juga asisten nya sedang sibuk menangani kondisi Syaila yang langsung menurun dan drop.
Sehingga Darren mengabari Davin lewat telpon, karna majikan nya perlu tahu kondisi istri nya.
Darren sempat merasa kesal karna Davin terus mematikan panggilan nya.
Tapi setelah ia menyampai kan keaadan Syaila, ia juga mendapat kabar kecelakaan sang tuan.
Darren semakin menambah kecepatan mobil nya. Menyalip setiap mobil yang menghalangi nya.
Hingga akhir nya ia berhasil sampai di tempat kecelakaan Davin kurang dari sepuluh menit.
Darren semakin syok melihat posisi mobil sang majikan yang terlihat begitu mengenas kan dengan posisi terbalik.
Darren segera berlari menerobos kerumunan, di mana semua orang tengah menunggu ambulans dan polisi untuk menangani kecelakaan naas tersebut.
Darren berjongkok untuk melihat isi mobil Davin, dan melihat sang majikan yang berada dalam posisi terbalik.
Di mana di pelipis Davin berdarah, dan luka sobek di bagian wajah Davin yang terlihat dalam.
Di tengah rasa linglung, di mana Davin berusaha menahan kesadaran nya agar tetap sadar.
Kepala Davin menoleh saat mendengar suara Darren sang asisten.
Tanpa ingin membuang waktu, Darren segera membuka pintu mobil.
Namun seperti nya, pintu mobil tidak bisa terbuka lebar karna terbentur oleh aspal jalan.
Dengan sekuat tenaga, Darren menarik pintu mobil tersebut hingga terlepas dari engsel nya.
Membuat semua orang yang menonton berteriak, saat melihat korban yang ada di dalam mobil berlumuran dengan darah.
" Aaaa... itu korban nya..."
"Dia seperti nya terluka parah. Lihat wajah nya penuh darah..."
"Dia masih hidup,,, ke dua mata nya masih terbuka..."
Suara histeris semua orang yang hanya bisa menonton aksi Darren.
"Tenang lah tuan.. Aku ada di sini.. Jangan pejam kan mata mu..." Lirih Darren yang benar- benar panik dan cemas melihat kondisi majikan nya yang terlihat cukup parah.
"Darren.. Syaila... Syaila..." Hanya nama Syaila yang terus keluar dari bibir Davin. Di mana penglihatan nya semakin buram dan kepala nya terasa semakin berat.
__ADS_1
Darren segera menarik tubuh Davin untuk keluar dari mobil.
"Aaauuuuuu... Sakit...!!!" Teriak Davin saat Darren mulai menarik tubuh nya.
Kaki nya terasa hancur saat Darren menarik nya.
Darren segera menoleh ke arah atas, dan benar dugaan nya ketika melihat kaki Davin terjepit.
" Tahan sebentar Tuan.. Aku akan menarik kaki mu..." Ujar Darren yang terus mengajak Davin berbicara. Agar majikan nya tetap terjaga.
Davin masih meringgis kesakitan dengan bibir nya yang terus menyebut nama Syaila.
"Aaaakhhhh..!!!." Teriak Davin saat Darren menarik paksa kaki nya hingga terlepas.
Darren merasa lega, saat ia berhasil membebas kan kaki Davin.
Dengan cepat, Dareen menarik tubuh Davin keluar dari mobil.
Lalu menggendong tubuh Davin di punggung nya.
Meski bobot tubuh Davin sangat berat. Darren tetap memaksa kan diri nya.
Di mana ia harus segera membawa Davin ke rumah sakit.
Jika hanya menunggu petugas penyelamat sampai, bisa- bisa nyawa majikan nya menghilang.
Semua orang yang menyaksikan aksi penyelamatan Darren benar- benar terharu. Bahkan banyak dari mereka yang menangis karna saking terharu melihat aksi superhero Darren.
Kemeja putih yang di pakai Darren berubah warna menjadi merah, karna terkena darah Davin yang terus mengalir dari wajah dan pelipis nya yang terluka.
"Darren bawa aku menemui Syaila..." Lirih Davin dengan nada rendah, namun masih bisa di dengar oleh Darren.
..._________...
...*********...
hai hai... semua... karya othor masih sepi ini😭 kalau sepi terus othor sedih😭...
Ayo donk biar makin terkenal bagi vote dan hadiah... Biar otor tambah semangat untuk up...
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙