
...116💚...
Aelin, Lia dan Boy akhir nya sampai di rumah sakit.
Lia dan Boy terdiam di tempat saat Aelin meminta untuk berhenti di depan sebuah rumah sakit terbesar di kota ini.
Lia dan Boy berpikir Aelin tidak salah datang ke tempat ini?
Bukan kah Aelin mengajak mereka untuk bertemu dengan suami nya?
Lalu mengapa mereka pergi ke rumah sakit.?
Tanya Boy dan Lia tak habis pikir.
"Ae kok kita ke rumah sakit?.. Salah alamat kali ya..." Celetuk Lia yang di angguki oleh Boy.
Aelin hanya tersenyum sambil menggeleng - geleng kan kepala nya mendengar pertanyaan tidak berbobot yang di lontar kan Lia.
Ya kali diri nya salah alamat, karna memang Davin sedang sakit dan di rawat di sini.
"Atau suami lo di rawat di sini ya Lin?" Tanya Boy yang lebih masuk akal.
"Iya suami gue di rawat di sini... Kemarin dia terlibat tabrakan..." Jawab Aelin menjelas kan yang membuat Boy dan Lia membentuk bibir nya bulat seperti O.
"Terus mobil nya ngak papa kan?" Tanya Lia tanpa bersalah.
Yang membuat Aelin dan Boy memutar bola mata mereka malas.
Ya kali Lia menanya kan keadaan mobil, seharus nya Lia menanya kan keaadan Davin.
Sangat tidak berperasaan.
"Heh katak cantik.. Di mana- mana orang nanyain keadaan orang nya bukan mobil nya..." Kesal Boy yang benar- benar tidak habis pikir dengan cara berpikir Lia.
"Lo sih bloon.. Kalau mobil nya ngak papa ya kan bagus setidak nya bisa di pakai lagi.. Mubazir mobil kalau rusak ngak bisa ke pake lagi..." Sanggah Lia yang memang merasa pendapat nya benar- benar saja.
"Udah ya kalian berdua.. Kalau kalian bertengkar terus mending gue tinggalin di mari.. Pecah gendang telinga gue denger kalian ribut terus..." Sela Aelin yang langsung melangkah pergi.
Sebentar saja Lia dan Boy tidak bertengkar. Mungkin dunia mereka akan berantakan.
"Lo liat kan Aelin jadi kesel.. Gara- gara lo sih..." Kata Lia menyalah kan Boy.
"Ahhh dari pada ngeladenin lo mending gue susul Aelin..." Boy segera melenggang pergi, menyusul Aelin meninggal kan Lia yang menatap kesal pada Boy. Lalu melangkah kan kaki nya menyusul dua orang yang sudah lebih dulu meninggal kan diri nya.
__ADS_1
.
Langkah Aelin berhenti saat jarak antara diri nya dan ruangan Davin hanya tinggal beberapa meter lagi.
Aelin langsung memutar tubuh nya, di mana Boy dan Lia tepat berdiri di belakang nya.
Lia mengerjit pada Aelin, mengata kan jika kenapa mereka berhenti.
"Dengar kalian tidak boleh membuat keributan saat di dalam kamar suami ku.. Dia sedang sakit jadi aku mohon jaga kelakuan kalian di dalam. Jangan bertengkar atau pun berdebat... Jika tidak aku akan sangat marah pada kalian berdua mengerti...!" Pesan Aelin sebelum melanjut kan perjalan untuk masuk ke dalam ruangan Davin.
Ia memperingat kan Lia dan Boy karna diri nya tahu ke dua anak manusia yang berbeda jenis itu terus.saja bertengkar. Tidak pernah akur barang sedetik pun.
Aelin tidak ingin Davin merasa terganggu nanti akan pertengkaran mereka.
"Ternyata Aelin sangat mencintai suami nya..." Batin Boy patah hati. Melihat kenyataan Aelin berpesan pada diri nya dan Lia agar tidak bertengkar. Hal itu sudah membuktikan jika Aelin tidak ingin kehadiran mereka nanti mengganggu suami nya.
"Aku tidak menyangka sepeduli itu Aelin pada pria yang sudah menghancur kan hidup nya.. Tapi aku tidak bisa janji Ae jika aku tidak akan marah dan menghajar pria yang bernama Davin itu karna sudah menyakiti dan menghancur kan hidup mu..." Batin Lia tidak suka dengan perhatian yang di tunjuk kan Aelin pada Davin. Di mana ke dua tangan nya mengepal dengan sangat kuat karna sedang menahan amarah di dada nya.
Ketiga nya berjalan mendekat pada ruangan di depan mereka.
Di mana Aelin berjalan di depan Boy dan Lia.
Aelin melirik sekali lagi pada Boy dan Lia sebelum tangan nya membuka pintu.
Lia langsung mencengkram lengan Boy dengan sangat kuat, saat melihat pria yang begitu tampan sedang tersenyum ke arah mereka. Meski wajah pria itu ada beberapa perban yang menghiasi namun tetap saja aura ketampanan nya yang hakiki tetap bisa meluluh kan Lia.
Rasa nya Lia meleleh menjadi air di tempat, melihat karya ciptaan tuhan yang begitu indah sangat tampan dan memesona.
Bahkan Lia tidak melihat faktor umur om- om di wajah yang begitu seksi dan maskulin.
Jika begini, ia mau menikah sekarang juga dengan om- om.
Sementara Boy juga tak kalah syok nya. Bahkan bibir nya sampai terbuka dengan lebar seperti gerbang taman.
Ternyata Suami Aelin sangat tampan dan dewasa. Ia merasa pesimis jika bersanding di samping suami Aelin.
Rasa nya ketampanan yang selama ini selalu ia banggakan , tidak ada apa- apa nya dengan ketampanan wajah suami Aelin.
Aelin segera mendekat pada Davin, ia meraih tangan Davin dan menyalimi tangan suami nya itu.
Davin tersenyum melihat Aelin yang begitu menghormati nya.
Bahkan dulu Syaila tidak pernah melakukan ini pada nya.
__ADS_1
Ia merasa menjadi suami yang begitu di hormati dan di junjung tinggi.
Davin memberi kan isyarat pada Aelin untuk mendekat, lalu dengan perlahan Davin mendarat kan kecupan di kening Aelin.
Cup..
Aelin tersenyum malu, di mana ke dua pipi nya sudah bersemu merah.
Boy dan Lia yang menyaksi kan adegan super romantis hanya bisa gigit jari.
"Kamu menepati janji mu sayang...!" Beo Davin menggengam tangan Aelin.
Pembicaraan nya dengan Darren beberapa saat yang lalu seakan ia lupa kan saat bertemu dengan Aelin.
Ingatan nya rasa nya di hapus dengan begitu mudah.
Lagi pula, Davin tidak bisa melawan kata hati dan perasaan nya.
"Tentu saja aku menepati nya Om... Selama ini Om selalu menepati janji mu pada ku..." Balas Aelin dengan senyum yang mengembang indah.
Bicara tentang janji, Davin sedikit terusik karna ia berjanji untuk menghancur kan hidup Aelin. Namun kini diri nya terjebak dengan permainan nya sendiri.
"Siapa mereka ?" Tanya Davin mengalih kan pembicaraan lalu menatap pada dua remaja yang memakai seragam yang sama seperti Aelin.
"Mereka adalah--"
"Hai om aku Lia.. Sahabat nya Aelin..." Sosor Lia memotong ucapan Aelin yang hendak memperkenal kan diri nya. Lia langsung melangkah mendekat pada Aelin. Ia ingin melihat ketampanan Davin lebih dekat lagi.
...----------------...
...****************...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
__ADS_1
Supaya othor makin semangat😙