
...153💚...
Namun baru beberapa langkah, kaki Aelin harus berhenti karna Suara Nyonya Tissa.
"Semoga kamu bisa lulus.." Seru Nyonya Tissa dengan dingin , namun mampu membuat hati Aelin menghangat.
Demi apa pun ia tidak menyangka jika ibu mertua yang begitu membenci nya kini mengucap kan kata- kata itu.
Apa itu arti nya ia sudah berhasil meluluh kan hati Nyonya Tissa?
"Karna sebentar lagi kamu akan di tendang oleh Davin dari rumah ini. Setidak nya ketika kamu sudah lulus kamu bisa mencari pekerjaan. Meski hanya pendidikan tingkat rendah. Mungkin seperti Office Girl atau mungkin seorang pelayan kafe atau toko. Tapi bukan kah itu adalah pekerjaan yang pantas untuk wanita rendah seperti mu." Lanjut Nyonya Tissa sinis.
Deg..
Hati Aelin terasa di remas dengan begitu kuat, di mana kata- kata beracun Nyonya Tissa berhasil membuat fungsi hati nya terhenti.
Ia sudah salah berpikir, dan diri nya sudah salah berharap.
Bagaimana mungkin Nyonya Tissa berubah sikap pada nya.?
Rasa nya hal itu adalah sebuah kemustahilan bagi Aelin sekarang. Karna bagaimana pun ia mencoba untuk meluluh kan hati Nyonya Tissa, maka saat itu pula hati nya sakit karna harus mendengar hinaan dan cacian yang sangat menyakit kan.
Sementara Nyonya Tissa, tersenyum dengan puas melihat ke dua tangan Aelin sudah terkepal dengan sempurna.
Ia tahu pasti Aelin sangat sakit hati dengan apa yang barusan ia ucap kan. Tapi hal itu memang benar akan terjadi. Karna ia tahu bahwa istri sah Davin sudah sadar dari koma nya. Ia mendengar kan hal itu tanpa sengaja dari mulut Maya saat ia melewati taman belakang.
Nasib Aelin memang sangat mengenas kan, tapi itu pantas di dapat kan oleh Aelin. Pikir Nyonya Tissa lalu melanjut kan sarapan nya.
Aelin melangkah kan ke dua kaki nya kembali, ia sengaja mempercepat langkah nya agar segera keluar dari rumah ini.
Tinggal di bawah satu atap bersama ibu mertua seperti Nyonya Tissa benar- benar menguji kesehatan mental nya.
Namun hal yang membuat nya masih bisa bertahan mendengar kan semua hinaan dan cacian Nyonya Tissa hanya karna suami nya Davin.
Terlihat Davin sedang menelepon dengan seseorang, di mana wajah nya sedikit terlihat kesal namun juga tegang.
__ADS_1
"Aku minta maaf Syaila. Tapi mengerti lah aku ada urusan di kantor. Lagi pula kamu sedang tidur, jadi mana mungkin aku membangun kan mu..." Ucap Davin menyakin kan Syaila yang sedang kesal dan marah- marah pada nya di ujung telpon.
"Sejak kapan urusan pekerjaan lebih penting dari ku Davin?. Setelah kamu menikmati tubuh ku semalaman, lalu kamu pergi begitu saja tanpa mengata kan apa pun. Setidak nya kamu bisa menunggu ku bangun bukan.? Pokok nya aku tidak mau tahu aku akan pulang sekarang. Aku tidak ingin tinggal di villa ini lagi..." Kesal Syaila dengan nafas memburu.
Davin menyugar rambut nya frustasi, menghadapi kemarahan Syaila di pagi buta begini. Apa lagi Syaila ingin segera pulang.
"Tidak.. Kamu tidak boleh pulang..." Sarkas Davin dengan menaik kan oktav suara nya. Ia tidak mungkin membiar kan Syaila pulang dan bertemu Aelin.
Bisa- bisa semua yang ia sembunyi kan bisa terbongkar. Ia belum siap melihat dua hati harus hancur terutama perasaan Aelin.
"Kenapa tidak boleh? itu rumah ku dan aku akan pulang.. Entah mengapa aku merasa kamu sama sekali tidak senang melihat aku sadar. Sejak kemarin kamu seperti terus menghindari ku." Ujar Syaila yang tidak terima Davin melarang nya pulang.
Davin menarik nafas nya dalam, sikap membangkang Syaila ini lah yang sejak dulu membuat Davin sedikit jengah.
"Syaila selalu membangkang dengan perintah ku. Sangat berbeda dengan Aelin yang patuh dan menuruti setiap ucapan ku." Batin Davin menghela nafas nya.
"Lebih baik begini saja. Aku akan mengirim Darren ke villa kamu bisa pergi berbelanja ke mall dengan nya. Bukan kah kamu baru sadar dari koma? jadi pasti kamu merindu kan hobi mu itu.."
"Hmmm... Seperti nya kamu benar Honey, kamu memang yang terbaik karna selalu mengerti diri ku.. Baik lah aku akan pergi dengan Darren dan membeli apa pun yang aku mau.." Suara Syaila berubah ceria, menyetujui saran dari Davin.
"Honey.?" Celetuk suara Aelin tiba- tiba di mana hal itu langsung membuat Davin tersentak.
Deg...
Glek..
Davin menelan saliva nya bulat- bulat di mana pikiran nya bertanya- tanya sejak kapan Aelin ada di sebelah nya.
Apakah Aelin mendengar semua obrolan nya dengan Syaila tadi?
Pikir Davin dengan buliran keringat dingin yang mulai terbentuk di kening nya.
"Sayang.. Kenapa kamu diam? Honey? Kamu menelepon dengan siapa?" Cecar Aelin dengan raut wajah yang mulai tidak enak.
Siapa yang di panggil mesra seperti itu oleh suami nya?
__ADS_1
"Emmm... A- a-- aku sedang berbicara dengan teman ku.. Nama nya Hany.." Jawab Davin dengan sedikit terbata- bata.
Aelin menerawang ke arah ke dua bola mata Davin, namun Davin malah membuang wajah nya.
"Dia seorang wanita?" Tanya Aelin menyelidik, entah hati nya tidak percaya dengan jawaban yang di berikan Davin. Meski jawaban itu masuk akal tapi tetap ada yang mengganjal.
"Tentu saja.. Sebab itu nama nya Hany.." Davin melemas kan mimik wajah nya, di mana sebenar nya ia semakin tegang melihat wajah serius Aelin.
Ia sangat berharap Aelin percaya dengan alasan receh yang ia berikan.
Namun wajah serius Aelin seketika luntur berganti kan dengan wajah hangat dan ceria.
"Kenapa kamu tegang sekali.. Seperti seorang suami yang ketahuan selingkuh... He. He." Kekeh Aelin sambil menepuk lengan Davin. Lalu masuk ke dalam mobil.
Sementara Davin menyentuh dada kiri nya, merasa kan detak jantung nya yang terpompa dengan sangat keras.
Tapi ia lega, ternyata Aelin percaya dengan alasan konyol yang ia berikan.
Untuk sejenak rasa nya ia mengalami sebuah kematian yang sangat mengeri kan.
Tapi kata- kata terakhir Aelin tentang perselingkuhan sedikit mengganggu diri nya.
Tanpa Davin sadari dari dalam mobil, Aelin masih memperhati kan gerak -gerik nya dari kaca spion.
"Aku sangat mengenal mu Davin.. Dan aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyi kan. Aku berharap apa yang aku pikir kan tidak terjadi. Aku harus yakin jika Davin adalah pria yang setia dan sangat mencintai ku..." Batin Aelin menghapus pikiran- pikiran negatif yang mulai mengganggu diri nya.
...----------------...
...****************...
Haduhh... Davin jago banget ngelles nya dah kayak pembalap yang jago di tikungan.
Terus aja tutup bangkai mu Davin... Aku mendukung mu🤪.
Wokeh jangan lupa like koment gift dan Vote. karna level karya aouthor lagi turun. jadi ikut buat othor tambah semangat lagi.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️