Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Hanya bubur


__ADS_3

...134 💚...


Kediaman Arselion.


Stefan mendorong kursi roda Davin, di mana Darren mengekor dan menutup pintu kamar Davin.


Ketiga nya berjalan menuju meja makan, karna Davin memang belum sarapan.


Setelah Stefan memeriksa Davin dan mengetahui kondisi sahabat nya itu.


Darren bergegas untuk membantu Davin membersih kan diri.


Stefan berhenti mendorong Davin saat mereka sampai di meja makan.


Ke dua mata Darren langsung berbinar saat melihat makanan yang terlihat begitu lezat di atas meja.


Di sisi meja terlihat Maya yang berdiri dengan tegap.


Ia tidak bergeming saat melihat tiga pria datang ke meja makan.


"Ck... Makanan nya keliatan enak banget... Apa lagi semur nya.." Cicit Darren dengan begitu Antusias yang langsung duduk di kursi dan mulai menyiap kan piring nya.


Sedang kan Stefan hanya menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan Darren.


Davin yang sejak tadi menatap kehadiran Maya mengerut kan kening nya.


Seinci pun pelayan pribadi Aelin itu tidak bergerak dari tempat nya.


Padahal Maya sudah melihat kehadiran nya dan ke dua teman nya namun pelayan itu masih saja diam di tempat.


"Kenapa kamu diam dia sana? pergilah...!" Titah Davin dengan dingin, di mana setiap perintah yang keluar dari bibir nya seperti pisau yang memutus nadi Maya.


"Baik Tuan saya akan pergi... Tapi setelah memasti kan Tuan sarapan..." Jawab Maya dengan kepala menunduk.


Atmosfer di sekitar nya terasa begitu berat, saat Davin mengeluar kan aura kebesaran nya.


Bahkan untuk bernafas saja rasa nya Maya tidak mampu.


"Apa sekarang kamu dan aku sudah berubah posisi..? Kamu masih ingat kan siapa bos di sini...?" Sinis Davin yang merasa Maya lancang terhadap nya.


Tubuh Maya langsung bergetar mendengar bentakan Davin pada nya.


Terdengar cukup halus namun mengandung banyak ancaman.


"Maaf Tuan.. Tapi ini perintah Nona Aelin.. Ia meminta saya untuk memastikan jika Tuan sarapan dengan baik.. Saya tidak boleh pergi karna harus melayani Tuan.. Nona sudah memasak makanan ini untuk Tuan..." Jawab Maya berharap jika ia tidak akan terkena amukan oleh Davin.


Jika begini, seharus nya ia menolak perintah Aelin untuk memasti kan Davin sarapan.


Davin yang mendengar nama Aelin di sebut Maya langsung tersenyum.


Tidak ada lagi raut wajah menyeram kan yang di tunjuk kan oleh Davin.

__ADS_1


"Wanita kecil itu benar- benar merawat ku dengan sangat baik..." Batin Davin yang langsung bersemangat untuk sarapan.


Namun tatapan nya berubah nyalang saat melihat Darren yang hendak menyuap kan makanan yang sudah di siap kan oleh Aelin untuk nya akan di makan.


"Darren berhenti...!" Teriak Davin kencang, bahkan suara Davin memantul- mantul di dalam ruangan yang besar ini.


Tangan Darren langsung berhenti di depan mulut, saat mendengar teriakan Davin yang benar- benar membuat telinga nya kebas.


Selalu saja begini, Davin selalu menganggu diri nya saat makan.


Tidak di rumah di warung bakso, ia tidak pernah menikmati makanan nya sedikit pun.


"Jangan kamu berani memasuk kan makanan itu ke dalam mulut mu.. Jika sampai sedikit saja masuk menyentuh lidah mu.. Aku pasti kan kamu akan hidup sebagai gelandangan..."


Blarr....


Dunia Darren langsung runtuh seketika, di mana tangan nya yang memegang makanan langsung di turun kan kembali ke atas piring.


Ancaman yang baru di lontar kan oleh Davin benar- benar adalah akhir dari hidup nya.


Wajah Darren langsung tertekuk dalam di mana ia menelan saliva nya paksa.


Pupus sudah harapan nya untuk memakan makanan lezat yang sudah hanya tinggal dua centi masuk ke dalam mulut nya.


Sementara Stefan hanya diam menyaksi kan tingkah ke dua sahabat nya itu.


"Vin kamu tega sekali..." Cicit Darren dengan menatap kecewa pada Davin.


Darren yang mendengar itu mendengus pasrah.


Sementara Stefan menggeleng- geleng kan kepala nya melihat betapa egois nya Davin tentang Aelin.


Bahkan tentang makanan yang di buat oleh Aelin tidak ingin berbagi sama sekali.


Apa Davin akan sanggup melanjut kan balas dendam ini sementara perasaan yang di miliki nya ternyata sedalam itu untuk Aelin.?


Pikir Stefan yang semakin pusing.


Maya yang mendengar ucapan Davin malah menggigit bibir nya.


Harus kah ia mengata kan hal ini.?


Demi apa pun ia kapok dengan perintah berbahaya yang di perintah kan Aelin.


Maya menelan saliva nya paksa, saat melihat Davin yang sudah sangat antusias menyendok makanan dan di letak kan di atas piring nya.


"Maaf Tuan sebelum nya.. Tapi Tuan tidak boleh makan makanan berminyak seperti ini.. Nona sudah menyiap kan bubur sum - sum buat Tuan..." Ujar Maya dengan nada takut- takut di mana tangan nya mengambil semangkok bubur yang sudah di siap kan oleh Aelin.


Tangan Davin mengambang di udara.


Bubur lagi?

__ADS_1


"Nona berpesan Tuan hanya boleh memakan bubur sum- sum ini saja.. Sementara makanan lain nya sengaja nona siap kan untuk Tuan Darren dan tuan Stefan..." Lanjut Maya.


Wajah antusias Davin melihat makanan lezat di hadapan nya langsung mengkerut ke dalam.


Tega sekali istri kecil nya itu menyiap kan semua makanan enak ini untuk ke dua teman nya sementara diri nya hanya di berikan bubur sum- sum yang sudah sangat bosan untuk di makan.


Stefan dan Darren melipat bibir nya untuk menahan tawa nya.


Melihat wajah pias Davin membuat perut mereka di kocok habis.


"Mampus makan tuh bubur.. Ha... Ha..." Batin Darren tertawa jahat di dalam hati.


"Kasihan sekali Davin. Di hancur kan oleh harapan nya sendiri...Ha... Ha..." Batin Stefan dengan menahan tawa nya.


"Itu Arti nya kami bisa makan makanan enak ini Maya?" Seru Stefan menambah kan bumbu pada kekesalan Davin.


"Iya Tuan.. Nona berpesan jika Tuan Darren dan Tuan Stefan harus menghabis kan semua makanan ini..." Jawab Maya dengan ketakutan karna aura Davin yang sedang mencekik diri nya.


"Wah... Davin Aelin sangat perhatian pada kami.. Dia memang nona terbaik..."


Hap...


Darren langsung memasuk kan semur yang sudah membuat air liur nya jatuh ke dalam mulut nya.


Ke dua mata Darren merem melek merasa kan nikmat nya masakan Aelin.


Begitu pula dengan Stefan yang menikmati sarapan nya.


Ia mengakui jika istri kecil Davin sangat pandai memasak sangat berbeda dengan Syaila.


Sementara Davin makan dengan wajah tertekuk ke dalam.


"Awas saja kau Aelin... Aku akan memberi mu hukuman..." Batin Davin dengan menelan paksa bubur sum- sum.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙

__ADS_1


__ADS_2