
Mendengar itu, Talina ingin menolak, tapi yang memerintahkan walinya, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Talina sangat takut dengan klarika. Dengan ekspresi kecewa dan merapatkan bibirnya dia mengangkat tangannya mengumumkan penyerahannya, tapi sebelum itu, ada seseorang yang berteriak menghentikannya.
“bu Klarika! Kenapa anda menghalanginya untuk berjuang!?”
Simo dan Namila terkejut mendengar ucapan thomi yang berani mengatakan itu.
“Diam! Siapa pun yang menghentikanku, aku tidak akan segan-segan mengeluarkannya hari ini!” Pekik klarika yang seketika membuat thomi tidak bisa berbicara.
Thomi ingin mendukung Talina, tapi dia tidak ada hak untuk menghentikannya. Thomi hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
Simo yang melihatnya, menepuk bahunya. “mungkin bu Klarika Memiliki rencananya sendiri.”
Thomi mengangguk pelan. Wajahnya penuh kekecewaan.
Setelah itu, Talina mengangkat tangannya tinggi. “aku... Talina dari kelas C menyerah!”
Setelah mengatakan itu, Talina langsung pergi, Tapa memandang anulika yang melihatnya dengan tidak peduli.
“kau bisa melakukannya di ujian selanjutnya,” kata thomi menyemangati Talina saat tiba.
Thomi tahu bagaimana rasanya di perlakukan seperti itu, walau alasannya logis dan penting.
“ya. Suatu hari nanti aku pasti akan mengalahkannya.”
Talina tersenyum manis. “ terima kasih telah mendukungku.”
Melihat ini, membuat thomi salah tingkah. Dia memegang belakang kepalanya dan menggosoknya seraya Tertawa. “aku sebagai temanmu harus membatumu.”
Setelah itu pertarungan pun berlanjut, meski seru, simo dan namila memutuskan pergi dari sana yang di ikuti Talina dan thomi.
“kalian akan ke mana?” tanya namila saat mereka tiba tidak jauh dari lapangan.
“kami akan makan di kantin. Aku ingin makan sekarang, entah mengapa aku tiba-tiba lapar. Apa kalian tidak ikut?” jawab Talina.
“Tidak, lain kali saja. Kami akan pergi jalan-jalan.”
Setelah perpisahan itu, mereka memutuskan untuk pergi ke taman belakang akademi seperti biasa. Saat tiba di sana, ada beberapa orang yang bercakap-cakap, ada yang menikmati pemandangan, ada juga yang menikmati makanan. Pemandangan ini sungguh membuat namila dan simo senang. Siswa-siswi itu tidak lain dari kelas 2 atau tiga yang sedang beristirahat.
“kita akan duduk di mana?” tanya namila seraya melihat-lihat tempat yang bagus untuknya.
“Terserah kau saja.”
__ADS_1
“bagaimana dengan...” sebelum menyelesaikan kata-katanya seseorang berteriak, menghentikan ucapan namila. Simo dan namila menoleh.
“Apa kabar kalian?” tanya Tristan dengan sombong dan tersenyum jahat. Dia kini membawa beberapa orang Siswa di belakangnya.
Tristan merupakan siswa kelas 3, dan merupakan salah satu siswa berbakat di akademi, oleh karena itu tidak heran dia di hormati dan memiliki beberapa bawahan. Dia Memiliki tingkat kultivasi bumi tahap 8, tidak jarang akan membuat para siswa di bawahnya takut dengannya, di tambah lagi, dia anak jendral Theo yang terkenal di kekaisaran karena kekuatannya.
“kau lagi!” dengan kedua alis terajut, namila berujar. Terlihat jelas, Namila tidak suka dengan kehadiran Tristan yang selalu mengganggunya.
“Simo ayo.” Namila menarik tangan simo untuk pergi dari sana. Namun, Tristan tidak membiarkannya lagi, dia memerintahkan 5 siswa bersamannya untuk mengepung simo dan Namila.
Lima Siswa membentuk lingkaran, menghadang simo dan namila pergi.
“apa mau mu lagi!?” Namila mulai marah.
“tenang, Nona, tenang. Kedatanganku ke sini untuk bermaksud baik akan tetapi sepertinya kalian tidak menyambutku dengan baik.”
“tentu saja, kau pengganggu,” kata namila.
Sementara itu, simo masih diam. Dia akan bertindak di Saat waktu yang tepat. Jika sebelumnya dia tidak bisa melawannya, maka kini dia tidak perlu takut dengan Tristan lagi, sebab, dia sudah membawa kerincingan yang diberikan Lasmaya ketika berada di lembah monster yang sebelumnya tertinggal di rumahnya.
Saat menyadari tertinggal dan melupakannya, simo mengutuk dirinya karena bodoh.
Mendengar ejekan namila, Tristan tersenyum, lalu berkata, “aku kesini untuk menghukum bawahanmu yang telah memukulku kemarin, dan juga menambah hukumnya karena telah berbohong. Setelah menyadari diriku tertipu sungguh betapa bodohnya itu, dan aku bersyukur karena telah dibohongi. Dengan itu, aku bisa memukulmu sampai aku puas. Hahaha!”
“Nona..., Kau sungguh wanita yang baik, kenapa kau tidak menjadi wanitaku saja. Hahaha!”
“sampai mati pun aku tidak akan pernah menjadi wanitamu.” Setelah mengatakan itu, dari telapak tangan Namila muncul bola air dan hendak melemparkannya, tetapi simo menghentikannya.
“simo?” namila heran setelah melihat simo menghentikannya.
Simo menggelengkan kepalanya pelan, lalu memandang Tristan, dan berkata, “tuan, anda ingin memukulku, kan?”
“Tentu saja, apakah kau menyerah?”
“tidak, tapi aku takut kau tidak bisa melakukannya.” Saat mengatakan itu, simo mengeluarkan kerincingan Lasmaya dan menggoyangkannya.
5 siswa terlihat bingung dan heran mengapa simo melakukan itu. Simo seolah memanggil sesuatu tapi mereka sudah memastikan tidak ada akan ada mendekat, jika Tristan datang.
Melihat simo melakukan itu, Tristan tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, “lucu sekali, sangat lucu. Kau tahu, aku adalah anak jendral...” sebelum mengakhiri kata-katanya, suara gadis kecil terdengar dari langit
“Apa kau ingin mengganggu kakakku?”
__ADS_1
Lasmaya terbang indah dengan gaun putihnya yang menawan dan sepasang sayap birunya. Gadis ini tampak lebih cantik setelah tidak lama bertemu.
5 siswa dan Tristan terkagum melihatnya.
“Mahkluk apa ini? Apa kau akan memberikannya kepadaku sebagai hadiah?” tanya Tristan kepada simo.
“tentu saja, asalkan kau bisa menjinakkannya.”
“Simo?” Namila sedikit heran dengan rencana simo.
“Kau tenang saja, semua akan baik-baik saja.”
Namila mengangguk, meski tidak mengerti apa yang akan simo lakukan, tapi dia yakin simo sudah memiliki rencananya sendiri.
Setelah memberikan cukup waktu Kepada simo dan namila, Tristan tertawa. “baiklah, aku akan menjinakkannya.”
Simo mengangguk, lalu menatap lasmaya di langit. “Lasmaya apa kau ingin bertarung dengan kakak di depanmu ini?”
“jika itu keinginan kakak, aku pasti akan melakukannya.”
Simo tersenyum, lalu berkata, “baiklah. Aku perintahkan kau untuk melawannya.”
Setelah menatap Lasmaya, simo lalu menatap Tristan yang terlihat percaya diri. Dia berkata, “tuan, ini adalah pertarungan yang bahaya, harap Anda tidak mati.”
Mendengar ini, Tristan tertawa. “kau meremehkanku? Tuan ini akan memperlihatkan kehebatannya sekarang.”
“Lasmaya mulailah.”
Setelah simo memulainya, energi hijau keluar dari tubuh Lasmaya, bersamaan dengan itu tekanan setara dengan orang tingkat surgawi menyebar, membuat 5 siswa, simo, namila dan Tristan sesak nafas.
Simo, namila dan 5 siswa lainya memilih menjauh.
“ini....” ekspresi wajah Tristan yang sebelumnya percaya diri, kini terlihat sangat ketakutan. Dia tentu tahu, tidak akan mungkin bisa mengalahkan gadis kupu-kupu di depannya, apalagi untuk menjinakkannya.
‘a-aku harus pergi dari sini’ Tristan mulai melesat, akan tetapi, Lasmaya mengepakkan sayapnya ke arah Tristan. Bersamaan dengan itu angin yang sangat dahsyat dan mengerikan terhempas membuat tanah beterbangan dan menghilang. Saat melewati Tristan, jeritan kesakitan terdengar, yang membuat siapa saja ngeri mendengarkannya.
“Simo, apa dia mati?” Tanya Namila.
Simo ragu-ragu mengangguk. Akhirnya dia bisa membunuh anak jendral theo, Jendral yang telah membuat ayahnya mati. Walau pun ini akan berbahaya, dia tidak mempedulikannya, yang terpenting bisa membunuh anak Jendral theo. Lagi pula siapa yang akan di salahkan jika orang yang membunuhnya akan pergi sekarang?
Setelah jeritan itu tidak terdengar lagi, di depan simo dan namila muncul kawah raksasa yang memiliki panjang 50 meter dan dalam 50 meter. Sungguh mengerikan!
__ADS_1
“apakah tuan Tristan m-mati?”
Salah satu siswa bawahan Tristan bergumam dengan wajah yang dipenuhi rasa takut. Tidak dia saja, yang lainnya begitu, mereka tidak menyangka kekuatan gadis kupu-kupu yang cantik ini sangat mengerikan, Terlebih lagi itu satu serangan. Mencari masalah dengannya akan membuatmu berakhir tragis, begitulah pikiran mereka sekarang