
Di dalam ruangan latihan terlihat dua cahaya yang saling beradu satu sama lainnya. Dua cahaya itu bergerak cepat dan saling menyerang satu sama lainnya. Seperti dua bintang yang sedang bertengkar.
Akibat dari pertarungan itu, lantai-lantai, tembok retak dan beberapa sudah menjadi butiran-butiran pasir yang keras.
Lapangan yang dulunya indah dan mewah, kini hanya ada bongkahan-bongkahan beton yang menghiasi setiap jengkal di lantai itu. Menimbulkan kesan yang buruk.
Klarika dan jauzan mengamati setiap pergerakan cahaya itu. Keduanya tidak pernah sedetik pun beralih dari dua cahaya itu, karena dua cahaya itu adalah pertarungan simo dengan kenzo yang semakin memanas.
Setiap pergerakan cahaya itu saling membenturkan satu sama lainnya dan saling ingin menjatuhkan satu sama lainnya.
Tidak beberapa lama, akhirnya simo terdorong ke bawah lalu kedua kakinya terseret beberapa meter dan akhirnya berhenti. Tempat di mana simo terseret meninggalkan bekas yang cukup dalam, menandakan bahwa dia di dorong dengan keras.
Cahaya yang satunya lagi mendarat dan memperlihatkan sosok kenzo yang sudah ada beberapa luka di tubuhnya. Bahkan baju yang dia kenakan sudah robek sana sini.
“apa sekarang kau menyerah? Hahaha!” ujar kenzo dengan senyuman jahatnya, menikmati ekspresi simo yang semakin terdesak.
Mendengar itu, simo tersenyum lalu berkata, “ menyerah? Bahkan jika tubuhku hancur pun aku tidak akan menyerah kepadamu!” saat mengatakan itu, tubuh simo mengeluarkan energi yang semakin besar dan membesar. Membuat pecahan-pecahan beton di sekitar beterbangan dan ada beberapa bongkahan beton yang hancur seketika, karena tidak kuat dengan tekanan energi yang di keluarkan simo.
“Oh, ternyata tingkat bumi tahap empat ya.” Gumam Klarika yang merasakan energi yang di keluarkan oleh simo.
“kenapa kau tidak terkejut?” tanya jauzan yang masih terikat. Dia merasa heran sekaligus bingung dengan sikap Klarika yang sepertinya biasa-bisa saja setelah melihat kebenaran tentang kekuatan simo. Bisanya setiap wali kelas yang mendapatkan siswa hebat seperti simo akan sangat senang, sebab selama akademi berdiri baru sekali ada seorang siswa berumur 16 tahun yang sudah mencapai kekuatan tingkat bumi, apalagi sudah tingkat empat.
__ADS_1
“Aku sudah lelah dengan semua kejutan yang terlah terjadi dan aku juga masih belum percaya jika simo memiliki kekuatan itu tanpa jalan pintas. Apalagi aku sudah melihat kenzo yang seperti itu, membuatku lebih tidak percaya.” Tutur Klarika dengan tenang seperti dia tidak terpengaruh oleh kekuatan yang di keluarkan oleh simo.
“kau akan menyesal mengucapkannya!” ujar Jauzan yang marah, tetapi kalrika tidak menghiraukannya, dia tetap menonton jalannya pertarungan.
“Hahaha, ternya kau juga menyembunyikan kekuatanmu ya. Tidak aneh kau bisa mengalahkan salah satu kelas A.”
“Ya dan aku juga akan mengalahkanmu.” Ucap simo dengan dingin dan memandang tajam kenzo.
Mendengar itu, kenzo tidak bisa menahan tawanya. Bahkan beberapa air matanya menetes. “ mengalahkanku? Aahahah. Mungkin ucapanmu harus kau terapkan di dalam mimpimu, karena aku akan mengalahkanmu! Hahaha.” Setelah mengatakan itu, kenzo melesat mengarah simo dengan kapaknya. Sebelum mencapainya, kedua tangan kenzo di selimuti tanah yang akan menjadi amornya. Tangan kanannya membentuk kapak tanah yang berukuran besar sedangkan tangan kirinya membentuk cakar monster seperti kakaknya, ivander.
Melihat itu, simo mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada. Kakek maafkan aku. Batinnya. Seketika muncul gumpalan api biru di telapak tangnya lalu mengalirkannya ke bilang pedang. Dalam sekejap mata, pedang itu sudah di selimuti api biru yang sangat panas. Bahkan di area tempat simo berdiri, beberapa beton dan lantai meleleh saking panasnya.
Melihat itu, kenzo tersenyum meremehkan lalu berkata, “hahaha, api biru. Tetap saja aku akan mengalahkanmu!” ujar kenzo seraya mendekat. Baginya semua api sama saja, mengeluarkan suhu tinggi dan memanggang ikan. Tidak lebih dari itu.
“Tebasan api biru, hiyaaa!!” Seraya menyerukan itu, dan mempererat pegangannya, simo menebaskan pedangnya ke bawah dengan sangat keras. Bahkan mulutnya terus berteriak mengeluarkan semua kekuatan yang tersisa, karena dia tahu tidak seimbang melawan Kenzo.
Tubuh Kenzo dapat merasakan kekuatan yang begitu besar dari tebasan yang akan di lakukan simo, tetapi dia tidak mau mundur dan terus bergerak maju seraya mengatakan, “aku akan membunuhmu!”
Bommm!!!
Ledakan api biru merambat lalu mengenai kenzo yang terus mendekat. Kenzo terus berusaha menahannya, akan tetapi kekuatannya kurang sehingga, dia mulai terdorong menjauh.
__ADS_1
Merasakan itu, kenzo tidak mau kalah, dia meningkatkan kekuatannya, walaupun itu akan membuat tubuhnya mengalami kerusakan yang besar.
Perlahan-lahan kakinya mulai berhenti. “aku tidak akan kalah!” seru kenzo seraya berusaha berjalan ke depan.
Di samping itu, Klarika dan jauzan melihatnya dengan kagum.
Apa sekarang kau terkejut?” tanya jauzan tanpa memandang Klarika.
Setelah melihat api biru itu, klarika tidak bisa menahan keterkejutannya terhadap simo. Selain karena itu kuat, api biru juga merupakan elemen mutasi yang langka dan hanya ada satu orang yang mempunyai yaitu kaisar terdahulu yang harus lengser, karena kudeta dari adiknya sendiri dan tidak di ketahui keadaannya saat ini. Mengenai informasi itu hanya beberapa orang saja mengetahuinya, termasuk kekuatan Kaisar terdahulu. Salah satu orang yang mengetahui informasi itu adalah kalarika yang selalu mencari informasi. Klarika hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan jauza. Meski terlihat biasa saja, klarika sangat terkejut dan berjanji akan melindunginya.
Di arena, kenzo terus berusaha untuk berjalan mendekati Simo. Setiap langkah yang dia lakukan akan membuat lubang yang cukup besar dan membuat lantai berlubang-lubang. Keringat terus mengalir di pelipisnya. Jantungnya kian berdetak kencang dan lebih kencang. “kak, aku akan membalas dendam mu. Hiyaa!!” seru Kenzo yang terus berusaha dan
Bommm!!!
Ledakan energi terjadi membuat simo dan kenzo terpental beberapa meter hingga menghantam tembok. Saat menghantam tembok, Kedua area tembok yang menjadi hantaman tubuh simo dan kenzo membentuk lubang cekungan yang cukup dalam. Selain itu kabut tebal menyeruak ke atas seperti jamur raksasa.
Kenzo yang sebelumnya tersenyum berubah menjadi pucat setelah melihat simo masih bisa melawan dan berjalan tertatih-tatih keluar dari lubang. Dia tidak menyangka jika pertarungannya melawa simo sulit untuk menang padahal dari segi tingkat kultivasi seharunya dia dapat mengalahkannya dengan mudah. Sekarang harapan kenzo untuk membunuh simo hanya tinggal satu, yaitu teknik terakhirnya.
Kenzo melompat ke dalam lapangan lalu mengeluarkan semua energi yang tersisa. Dari tempatnya berdiri gelombang kejut seperti radar menyebar. Bongkahan-bongkahan tanah dan beton mulai menyelimuti tubuh kenzo menutupi setiap inci tubuhnya. Dalam beberapa detik, tubuhnya menjadi sangat besar dan seukuran dengan tubuh raksasa.
Semua tubuhnya di selimuti tanah dan beton kecuali kepalanya saja.
__ADS_1
Melihat itu, simo hanya bisa diam.