Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 7 pulau sijiriah


__ADS_3

"selamat pagi, perkenalkan namaku jauzan, aku adalah salah satu siswa baru yang akan bergabung dengan kalian. Mohon dukungannya ya.”


Seorang pemuda yang bernama jauzan memperkenalkan dirinya di depan kelas. Semua siswa mulai bergumam setelah melihat jazuan, sebab sudah ada dua orang baru yang bergabung dengan mereka dan dua-duanya seperti orang yang tidak memiliki hari esok, karena dua bulan lagi akan memasuki tahun ajaran baru, tentu saja itu akan membuat dua siswa baru itu mendapat pengalaman yang lebih dan banyak. Jika saja mereka tidak memiliki wali kelas yang ketat maka mereka pastinya akan menghujani berbagai pertanyaan, hinaan, ejekan dan lain-lain.


“bu klarika, apa aku boleh duduk?” tanya jauzan kepada klarika yang terlihat sedikit terkejut setelah mendengarnya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di pikiran klarika


“Ah, iya, iya, sekarang kau boleh duduk, tapi sebelum itu, aku akan mengambil satu tempat duduk. Apa kau keberatan?” tanya klarika dengan hormat, seperti dia sudah mengetahui siapa pemuda jazuan dan dari sikapnya sepertinya jazuan buka seorang pemuda dari keluarga yang bisa-bisa saja.


Mendengar itu pemuda lagi-lagi menyunggingkan senyuman manisnya yang membuat semua siswa merasa jijik begitu pun wali kelasnya yang sedikit terganggu dengan itu, tetapi dia tidak menegurnya.


“A-aku akan cepat melakukannya.” Seru wali kelas lalu menghilang secepat kilat. Semua siswa terlihat bingung setelah melihat perubahan sikap wali kelasnya yang seperti sangat takut dengan pemuda yang bernama jauzan itu.


Berbeda dengan simo, dia sangat penasaran dan memikirkan apakah dirinya pernah bertemu jazuan sebab jazuan tiba-tiba ingin menjadi pasangannya dan mengetahui nama simo. Simo mulai menjelajahi semua ingatan tentang orang-orang yang di jumpainya.


Tidak beberapa lama, simo menggelengkan kepalanya pelan dan menghela nafas. Dia sudah menyerah karena tidak ada satu pun ciri-ciri yang sesuai dengan pemuda yang bernama jazuan itu.


“Ah, maaf apa aku terlalu lama?” tanya klarika yang muncul tiba-tiba bersamaan dengan meja dan kursi melayang di sampingnya.


“Tidak.” Ucap jauzan singkat.


“Baiklah, sekarang kau bisa duduk.” Ucap klarika yang sudah meletakan meja dan kursi di tempat yang paling belakang.


Jauzan hanya mengangguk.


“baiklah, sekarang kita lanjutkan pelajaran.” Seru Kalrika setelah jazuan duduk. Seketika semua perhatian terpusat pada klarika.


Klarika mulai menjelaskan lagi, bahwa selain pulau itu memiliki banyak portal, pulau itu juga bisa berlayar mengikuti arus ombak dan akan kembali setelah mengarungi lautan selama 1 bulan. Selama satu bulan itu, pulau sijiriah akan singgah ke pulau- pulau terdekat, selama itu juga akan muncul portal-portal yang sangat berbahaya. Selain muncul portal, pulau itu juga memiliki ribuan spesies monster yang sangat berbahaya.


Mendengar itu, semua siswa menelan ludah karena takut dan Salah satu menanyakan seberapa berbahayanya monster itu dan seberapa besar.


“Monster itu sangat besar. selama aku di sana, aku pernah menjumpai seekor monster yang memiliki tanduk panjang yang bercabang-cabang seperti tanduk rusa, tetapi lebih besar dan tajam. Selain tajam tanduk itu juga mengandung racun yang mematikan, jadi kalian jangan mendekatinya. Kalian jangan menelan ludah dulu, aku belum selesai.” Seru klarika yang melihat semua siswa bergidik ngeri dan takut sebab mereka belum pernah melihat monster yang seperti itu.


Klarika menarik nafas. “ selain itu, monster itu memiliki dua taring yang panjang dan melengkung tajam. Dan Untuk tubuhnya aku belum mengetahuinya.”

__ADS_1


“Bu, bagaimana kita menghindarinya?” salah yang satu siswa bertanya.


“ kalian hanya perlu menggunakan benda yang akan ibu berikan. Saat melihatnya, kalian jangan pernah ingin melawan, kalian haru langsung kabur.”


Semua siswa mengangguk. Kalrika lalu menjelaskan semua hal yang ada di sana, mulai dari tumbuhan yang memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan segala penyakit, letak geografis, besar pulau sampai beberapa lama mereka di sana. Saat hendak menjelaskan lagi, suara bel berbunyi menandakan kelas sudah selesai.


“baiklah, kita lanjutkan di jam berikutnya.” Kalarika lalu bergegas keluar.


Beberapa siswa mulai keluar menikmati waktu istirahat mereka. Di antara kerumunan itu, ada siswa yang berjalan berlawanan, saat berjalan semua siswa yang ada di lorong tersebut memilih jalan lain karena mereka tahu siapa siswa yang berjalan berlawanan itu.


Dia adalah Kenzo, seorang siswa yang paling berbakat di kelas C.


Dia berjalan dengan senyuman menyeringai sebagai tanda dia memiliki niat jahat. Saat sampai di meja simo, dia memukul meja simo dengan telapak tangannya, yang membuat simo sedikit terkejut.


“Apa yang kau inginkan!?” ucap simo, meski dia tahu orang di sampingnya ingin membuat masalah dengannya, dia tetap menanyakan maksud dirinya memukul meja.


“Aku dengar, kau pernah bertarung dengan salah satu siswa kelas A dan mengalahkannya dalam sekali serangan.”


“Benar.” Jawab simo apa adanya.


“hey, kau jangan asal nuduh.” Ucap Jauzan yang mendekat.


“aku tidak menuduhnya, tapi memang seperti itu kenyataannya.”


“apa kau punya bukti?”


“aku punya, dia hanya tingkat fisik, tidak mungkin bisa menyaingi salah satu siswa kelas A. Apalagi dia baru sekolah!”


“Itu karena, mereka bertarung hanya dengan pedang.”


“tetap saja, itu mustahil untuk mengalahkan salah satu siswa kelas A.” Ucap kenzo dengan percaya diri.


“Apa kau ingin bertarung dan membuktikannya?” tanya simo yang mengetahui maksud dari pemuda itu.

__ADS_1


“ternyata kau pintar juga.”


...****...


Setelah perdebatan itu, simo dan pemuda yang bernama Kenzo memutuskan untuk bertarung di ruangan latihan yang disaksikan oleh semua siswa kelas C termasuk Klarika sebagai wali kelas mereka. Selain menyaksikan, mereka juga di tuntut untuk menilai jalannya pertarungan supaya tidak ada pihak yang dicurangin.


Kenzo tersenyum sinis melihat simo yang tidak jauh berada.


“kau duluan.” Ucap kenzo meremehkan.


Simo melangkahkan kaki kanannya ke belakang lalu menginjak lantai dengan keras kemudian melesat dengan kecepatan tinggi mengarahkan kepalan tangan kanannya.


Kenzo hanya tersenyum sinis lalu mengerakkan salah satu tangan ke depan untuk menahan serangan simo.


Plakkk!!


Tinjuan simo berhasil di tahan oleh Kenzo dengan satu tangannya.


“Apakah ini saja kemampuanmu?” tanya kenzo yang memprovokasi simo.


“tentu saja tidak.” Di saat bersamaan simo melancarkan serangan tangan kirinya yang langsung di halau oleh tangan kenzon.


Melihat itu, simo tersenyum sebab dia memang menginginkannya. Dengan tersenyum, kedua tangannya memegang pergelangan tangan kenzon yang membuat pemuda itu yang sebelumnya tersenyum kini sedikit terkejut, tidak membuang waktu, simo langsung melancarkan tendangan mengarah perut kenzo, tidak sampai di situ saja, simo langsung membanting tubuh kenzon beberapa kali lalu melemparnya.


Semua siswa terkejut. mereka tidak menyangka jika Kenzo siswa terbaik di kelas C di kalahkan oleh seorang siswa baru di kelas. Semua siswa menjadi lebih yakin jika siswa baru yang ada di kelas mereka bukan orang sembarangan.


Di antara orang-orang yang terkejut ada dua orang yang tidak terkejut yaitu klarika dan jauzan seperti mereka menyadari jika itu akan terjadi.


“chih, aku hanya lalai saja.” Gumam kenzo seraya mengusap darah di bibirnya lalu mengeluarkan senjata yang berupa kapak.


Simo juga mengeluarkan senjatanya.


...*****...

__ADS_1


Apakah masih ada yang membacanya?


__ADS_2