Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 34 pertempuran di ibu kota part 2


__ADS_3

Aura hitam itu adalah kekuatan yang di katakan simo sebelumnya. Dia menusuk jantungnya kemudian memaksa kekuatan aneh hitam keluar dari Jantung. Saat melakukannya, tentu saja ini sangat menyakitkan, tapi mengingat apa yang akan di dapatnya, itu setara dengan apa yang telah dia korbankan.


Kekuatan ini sangat kuat, tapi sulit di kendalikan dan penggunanya bisa saja akan mati setelah menggunakan, tapi bagusnya dia masih memiliki setengah kesadaran. Meski begitu, dia sangat menyeramkan dalam wujud seperti itu, dia bagaikan orang yang sangat haus darah.


Simo mengangkat tangan kanannya. Dalam sekejap mata, pedang kembali ke tangannya. Sesaat kemudian, dinding dan kaca pembatas di sampingnya hancur menjadi debu, seolah di hantam oleh sesuatu yang sangat besar dan kuat


Semua orang secara otomatis terkejut dan memperhatikan simo. Mereka semua terkejut dan keheranan dengan kekuatan aneh yang terpancar dari tangan kanannya.


“Guru! Mungkinkah itu adalah orang yang telah melakukan serangan tadi!?” ujar salah seorang kepada guru laki-laki.


“aku tidak tahu, tapi melihat kekuatan yang di pancarkannya sangat mungkin dia orangnya.” Mengapa aku tidak merasakannya? Batin guru laki-laki sambil memperhatikan simo. Dia jelas sekali tidak merasa apa pun yang membuatnya heran, dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Guru itu tanpa sadar mengerutkan kening.


Selain itu, yang memiliki kekuatan itu adalah anak muda yang tidak di ketahui di mana asal usulnya. Tentu saja guru itu menebak dia bukan dari kerajaan radia, tapi muncul pertanyaan lagi, lalu siapa dia? Mengapa dia bisa berada di sana, dan kenapa dia tidak bisa melihatnya?


“Anak itu .... Mungkinkah orang tua yang sedang menyamar?” guru perempuan menduga simo menyamar, menurutnya tidak mungkin seseorang semuda itu bisa memiliki kekuatan sekuat itu, dan juga sangat aneh. Guru itu juga penasaran bagaimana bisa dia menyamar dengan sangat baik, bahkan tanpa mengedarkan auranya sedikit pun.


Di lain sisi, gadis cantik itu mengangkat wajahnya dengan aneh menatap simo. “Bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu, tapi, bagaimana dia bisa memiliki kekuatan aneh seperti ini? Apakah dia bukan seorang pemuda, jika seperti ini, ini sangat menarik. Dan dia sangat misterius dan menyeramkan. Aku harus mencari tahu siapa dia sebenarnya.”


“Pemuda yang menarik. Apakah dia orang kuat yang bersembunyi? Entah apa itu, mulai saat ini kau adalah sainganku.” Gumam siswa laki-laki dengan ekspresi bersemangat di wajahnya. Dia mengira simo berasal dari kerajaan radia dan menjadi saingannya.


Setelah mengambil pedangnya, simo memandang orang-orang akademi yang menatapnya, kemudian memandang ke arah dua pria yang mendekatinya.


“Ini yang kau maksud?” Tanya Kaisar pedang yang di jawab anggukan oleh simo.


“ini sungguh menarik, tapi mungkin ini akan berakibat patal dengan tubuhmu. Guru harap kau tidak apa-apa. Jika guru tahu ini yang kau maksud, guru tidak ingin kau melakukannya, tapi....hah.... Sudah terlambat.”

__ADS_1


“Muridku! Kau tidak boleh mati hari ini. Tunjukkan kepada mereka, bagaimana kekuatanmu.”


Simo mengangguk dan melesat dengan kecepatan tinggi. Lantai yang dia injak hancur karena tekanan yang sangat kuat.


‘anak ini apa benar memiliki kekuatan sebesar ini? Aku harus berhati-hati dengannya. Dia seperti monster.’ Batin salah satu pria menuju simo.


Secara otomatis mereka berdua menjadi waspada dengan kekuatan aneh simo.


“hiyahhh.....!!!!”


Wusss!!!! bommmm!!!!!


Simo mengayunkan pedangnya ke atas, kemudian muncul sosok naga hitam dari pedang simo. Naga hitam meraung dan melesat menyerang dua orang itu.


Angin seperti gelombang air keluar dari tekan itu. Beberapa prajurit terhempas karena kekuatan itu. Itu sungguh sangat kuat!


“apa ini!? Siapa dia sebenarnya!?” dalam angin yang bergerak-gerak gadis cantik bertanya-tanya. Dia menancapkan pedangnya ke tanah untuk menahan diri. Di dalam hatinya, dia tidak percaya pemuda itu bisa melakukan serangan mematikan seperti ini.


“D-dia sangat kuat!”


Sementara gadis cantik memperlihatkan ekspresi terkejut, pemuda yang satunya lagi memperlihat ekspresi jahatnya. “Bagus, bagus, semakin kau mengeluarkan kekuatanmu, semakin aku tahu kelemahanmu.”


Setelah serangan pertama simo, dia muncul di belakang dua pria itu dengan teknik lauthing linght dan menebaskan pedangnya, tapi dua orang itu menyadarinya dan cepat-cepat membuat pelindung air seperti bola di udara. Namun meski begitu, dorongan yang di timbulkan simo sangat kuat.


Tebasan-tebasan hitam terus menyerang bola air yang melindungi dua orang itu. Suara-suara aneh terus berbunyi di udara.

__ADS_1


Di langit, dira terus bertarung sambil sesekali melihat ke bawah. Dia tidak menyangka orang yang membantunya adalah simo, anaknya sendiri! Tentu saja dia terkejut dengan kejadian itu, dan membuatnya bertanya-tanya bagaimana bisa anaknya semuda itu bisa membunuh dua orang yang kekuatannya kuat dalam satu serangan. Dia juga heran, bagaimana anaknya bisa memiliki kekuatan seperti itu.


Anaknya sungguh luar biasa. Dia akan menanyainya setelah pertarungan selesai. Tentu saja dia juga khawatir dengan kekuatan yang di miliki simo. Dia merasa kekuatan simo adalah kekuatan aneh yang mungkin akan membahayakan tubuhnya, jika tidak, dia tidak akan merasa hal seperti ini dalam jarak puluhan meter.


Dira menyerang 5 orang tersisa secara langsung. Tangan kanannya ada tentakel-tentakel akar untuk menyerang dan mempersulit lawan yang mendekatinya, dan di tangan kirinya ada pedang kayu panjang dengan cairan racun yang sangat mematikan. Dia sudah lama tidak menggunakannya. Ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya.


Tentakel-tentakel terus menyerang lima orang. Dira memprioritaskan untuk mengunci lawan dengan melilitnya. Kemudian menusuknya dengan pedang. Tidak hanya itu saja, dia juga berusaha menusuknya dengan tentakel racun, tapi itu di lakukan lebih sulit karena orang-orang di depannya sangat ahli dalam menghindar.


Sesekali dira akan bergerak cepat ketika musuh sedang lengah, tapi mereka memiliki kerja sama yang baik; mereka saling membantu sama lain, sehingga membuat dira kesulitan untuk mengalahkannya. Tapi, tentu saja, dira tahu, cepat atau lambat mereka tidak akan bisa mempertahankan kerja sama mereka.


*****


“aku sungguh berterima kasih atas bantuanmu. Tanpa dirimu, para murid dan guru akademi akan memerlukan usaha yang lebih keras untuk masuk ke dalam kota,” ucap hugo berdiri di antara pepohonan sambil memandang ke depan. Dia tidak menoleh ketika berkata seperti itu.


“hanya masalah kecil. Aku memerlukannya untuk uang. Jangan berterima kasih, kita saling menguntungkan, dan aku melakukan itu bukan untuk menerima ungkapan rasa terima kasih,” jawab pria berjubah hitam dengan pedang panjang di punggungnya.


Dia adalah orang bayaran yang di perintahkan hugo membunuh para prajurit yang menjaga pinggiran kota. Tentu saja hal itu tidak lain di lakukan untuk memperlancar bantuan yang datang.


Dia mengirim pesan di pagi hari sebelumnya, sebelum dira datang mengunjunginya. Dia melakukannya secara sembunyi-sembunyi dengan meletakkan gulungan kertas di bulu-bulu elang untuk menghindari kecurigaan.


Karena hugo tidak berkata, pria itu melanjutkan, “apa ada hal lain lagi yang kau inginkan?”


“Ada, tapi, aku tidak menjamin ini akan bernilai besar ketika kau melakukannya. Tapi ini bisa di bilang adil,” jawab hugo setelah beberapa saat terdiam.


“Apa itu?” pria itu memandang hugo. Sepertinya dia tertarik dengan tugas itu.

__ADS_1


__ADS_2