Black Ice Dragon Legend

Black Ice Dragon Legend
bab 46 akhir


__ADS_3

Setelah 6 leluhur siren mati, ras Siren menjadi pecah belah. Mereka di pimpin oleh beberapa siren kuat yang mendominasi. Mereka saling bersaing untuk menjadi yang terkuat, dan ingin memerintah semua ras siren, sampai akhir isla, salah satu siren yang tidak memiliki kekuatan apa pun memberanikan diri terbang mengarungi lautan, hanya untuk bertemu Watariana, sang penguasa air.


Di dalam hati, dia masih percaya pasti ada jalan lain selain persaingan yang hanya akan membawa korban jiwa.


Dia terbang 10 hari 10 malam hingga akhirnya tiba di suatu danau. Menurut legenda yang dia dapatkan, Watariana ada di tempat sulit untuk di jangkau, dan terpencil.


Dengan perasaan takut, dia memasuki jalan yang di penuhi semak-semak. Saat tiba, pemandangan yang indah menyambutnya, dia senang. Namun tidak lama, air di danau bergejolak, lalu muncul Watariana dengan wajah marah.


“K-kau Watariana?” tanya isla takut.


“jika iya, kenapa?” jawab Watariana ketus.


“Ah, tolong aku... Aku mohon.” Tiba-tiba saja isla menunduk dan memohon seraya menyentuhkan dahinya beberapa kali ke tanah.


“Memohon apa?”


Isla lalu menceritakan semuanya, mengenai perpecahan yang terjadi.


“ohh, aku bisa membantumu, tapi dengan syarat, kau tidak bisa bersama dengan mereka lagi.”


“Mengapa?” isla mengerutkan keningnya.


“karena apa pun yang kau minta dariku, harus ada bayarannya. Apakah kau siap?”


Isla diam sejenak memikirkannya, lalu menerimanya.


Setelah kejadian itu, ras siren menjadi bersatu kembali. Walaupun masih di pimpin oleh beberapa orang kuat, mereka tetap bersatu.


Sementara itu, isla harus meninggalkan mereka. Dia memotong kedua sayapnya. Walaupun itu sakit, dia tidak punya pilihan lain. Namun siapa sangka karena potong itulah, dia akhirnya bisa berkomunikasi dengan tujuh leluhurnya yang sudah mati.


Setelah itu, karena tidak ada tempat untuknya pulang, dia akhirnya menikah dengan salah-satunya manusia, lalu Memiliki anak.


Setelah sekian lama hidup, dia menerima kabar, para siren membunuh para manusia yang tidak bersalah. Dia ingin mencari tahu apa yang terjadi, namun saat hendak pergi, dia mengurungkan niatnya, karena teringat dengan perkataan Watariana, yang tidak membolehkannya bersama kawanannya lagi.


Namun dia tidak mengetahui para leluhurnya bisa hidup kembali jika kristal mutiara yang menjadi wadah roh mereka masuk ke dalam tubuh seorang setengah siren. Dia mengetahui ada sesuatu yang tidak beres dengan cahaya putih di langit. Oleh karena itu, dia mempersiapkan kekuatannya lalu pergi. Meski dia melanggar perintah Watariana.


...****...


“Kalian sudah mati! dan sudah merebut putraku. Kalian harus mati untuk membayarnya!”


“apa maksudmu? Bukankah kau senang jika kami kembali? Mengorbankan anakmu adalah berkah bagimu yang telah membangkitkan kami. Setelah ini, kami akan memerintah para siren lagi dan akan membuat kehidupan para siren makmur, sementara kau akan kami angkat menjadi salah seorang yang penting.”


Mendengar itu, isla terdiam, kemudian tertawa keras seperti orang kesurupan.


“Aku tidak sangka, setelah mati kalian ingin memerintah lagi. Asal kalian tahu, aku sudah mengetahui niat buruk kalian. Walaupun tujuan kalian baik, tapi jika itu di lakukan dengan cara yang tidak baik, itu adalah kejahatan.”


“Maksudmu?” Daria mengerutkan keningnya.


“kalian ingin memakmurkan para siren di atas penderitaan kan?”


Semua orang mula bergumam mengenai apa yang dikatakan isla.


Daria memandang tajam isla.


“jika itu keputusanmu, maka kami tidak akan diam.”

__ADS_1


“annika, Amara, Belinda, felodie, Frida, pinjaman kekuatan kalian.” Ujar Daria.


Semuanya mengangguk lalu menjadi butiran-butiran cahaya, kemudian masuk ke dalam tubuh Daria.


Perlahan tapi pasti Daria terbang, lalu mengangkat tombaknya tinggi-tinggi. Petir menyambar ujung tombak itu dan tetap mengalir seperti di genggam oleh ujung tombak itu.


Awan-awan menjadi gelap, semua orang ketakutan melihatnya.


“Aku tidak menyangka, kau ingin memberontak, maka sekarang terimalah ini!” Daria mengayunkan tombaknya. Petir itu mengikuti arah tombak itu.


Jeder!!!


Sekali sambaran, petir berhasil menghancurkan kapal. Terbelah menjadi dua dan sedikit terbakar.


Isla menghilang tiada jejak.


“Isla...!” pekik Andros lirih, lalu bersimpuh. Dia tidak menyangka akan kehilangan dua anggota keluarga sekaligus. Air matanya tidak bisa di bendung. Dia menangis sejadi-jadinya.


“Paman. Aku yakin bibi masih hidup.” Kata ayu menepuk bahu Andros.


Walaupun itu kemungkinannya kecil, Andros mengangguk.


“Itulah, akibatnya telah melawan ku.” Daria ingin mendarat, tetapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


Tidak jauh dari pesisir pantai, air bergejolak membentuk pusaran air yang tinggi, kemudian membentuk sosok wanita air yang cantik. Itu Watariana.


Daria mengerutkan keningnya, tidak percaya apa yang dia lihat di depannya.


Watariana mengangkat tangannya yang berisi isla yang segar, bugar.


“karena aku harus menolongmu.”


“mengapa?”


“Nanti aku jelaskan.”


Watriana menatap Daria, kemudian berkata, “kenapa kau menyerangnya?”


“dia penghianat, sudah seharusnya mati.”


“Mati? Aku rasa kau yang harus mati.”


“Kenapa?” Daria mengerutkan keningnya.


“karena, aku mengetahui tujuan busukmu. Kalian berenam mati karena ingin menguasai teknik penggabungan kan? Karena tidak kuat, akhirnya kalian menyimpan jiwa Kalian di kristal itu dan menunggu pembangkitan.”


“Terus apa masalahnya?”


“jika kalian bangkit, kalian ingin memperbudak para manusia di sekitar.”


“Jika iya, Kenapa? Kami para pemimpin siren pasti ingin sesuatu yang baik terhadap ras kami. Apakah itu masalah?”


“Tujuannya tidak, tapi caranya yang salah. Aku tidak akan tinggal diam, jika kalian melakukan hal itu.”


“sudah! Tidak ada cara lain selain menghabisimu wanita air!”

__ADS_1


Daria mengangkat tombaknya, lalu muncul enam bola cahaya berwarna biru. Dia melemparkan ke arah Watariana.


Bomm! Bomm! Bomm! Bomm!


Permukaan laut bergejolak seiring bola cahaya itu menyentuhnya, menimbulkan percikan-percikan air.


Watariana berusaha menghindar. Dia melakukannya dengan sangat baik. Apalagi jika tubuhnya terbuat dari air, itu sangat memudahkannya.


Sementara itu, namila masih duduk tanpa mempedulikan hal-hal di sekitarnya. Tidak peduli hal itu besar ataupun kecil. Yang dia pedulikan sekarang hanyalah simo.


Andros yang melihat Isla masih hidup bisa menghela nafas lega. Namun dia tetap berdoa di dalam hati, supaya istrinya selamat.


Watariana terus mendekat sampai akhirnya mencapai batasnya.


“Hahahaha! Kau tidak akan bisa mendekatiku!” ujar Daria, kemudian mengarahkan tombaknya.


Walaupun Watariana kuat, dia tidak bisa bertarung di daratan, sehingga musuhnya kali ini sangat beruntung. Apalagi bisa terbang.


Cahaya putih mengarah Watariana.


Wuss bomm!


Cahaya itu bagaikan laser penghancur. Namun Watariana mampu menghindarinya.


Beberapa kali laser itu di tembakan, tetapi tidak bisa mengenai Watariana yang tubuhnya fleksibel.


Daria mengerutkan keningnya. Dia kesal dan marah. Walaupun dia sekarang bisa bersatu, itu belum cukup untuk membunuh Watariana, sehingga dia memutuskan untuk menggunakan teknik terkuatnya.


Dia terbang lebih tinggi, kemudian mengangkat tombaknya tinggi-tinggi.


Awan hitam bergerak tidak karuan. Petir merambat sana sini. Orang-orang yang melihatnya ketakutan, sehingga memutuskan untuk mencari perlindungan.


“Hahaha! Terima ini!”


Dari dalam awan muncul bola energi yang sangat besar dan kuat, membuat semua memandang tidak percaya. Angin yang di timbulkan sangat kencang. Bahkan namila yang agak jauh bisa merasakan angin yang kencang.


“Huh, kenapa mereka bertarung lagi.” Gumam namila.


“sekarang kau akan ma...” Daria tidak bisa berkata-kata lagi. Dia seperti tercekik, lalu akhirnya berubah menjadi abu.


Semua orang yang melihatnya terkejut dan heran. Bagaimana bisa dia menghilang begitu saja?


Dan begitu pun bola energi itu, menghilang secara perlahan-lahan, lalu di gantikan dengan langit biru cerah dan indah.


“Sekarang kau pergilah.” Kata Watariana kepada Isla.


Isla mengangguk, lalu bertanya, “apa yang terjadi?”


“sepertinya orang yang di takdirkan sudah mengalahkannya.”


“Orang yang di takdirkan?”


“kau akan mengetahuinya.”


Watariana kemudian menyatu lagi dengan air.

__ADS_1


Season 2 tamat


__ADS_2